Tampilkan postingan dengan label FanFic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FanFic. Tampilkan semua postingan

[FF' THE BOYS OF SUPER SPACE PART 4

Selasa, 10 April 2012


Title : The Boys Of Super Space


Author : HashlinPanda


Genre : friendship, School, Love


Cast :


- Lee Mika a.k.a Lee Suhoon (DGNA)
- Park Hyun Cheol a.k.a Karam (DGNA)
- Woo Hyunmin (DGNA)
- Lee Injun (DGNA)
- Jeon Jihwan a.k.a Jay (DGNA)
- Ghun (X5)
- Amber (F(X))
- Bang Minah (Girl's Day)
- Ji eun a.k.a IU
- Park Gyuri (KARA)
- Jung Nicole (KARA)
- other cast




Resume :


5 sahabat yang menjabat sebagai petinggi osis. Selalu bersama, bahagia, Dan mengerti satu sama lain. Tapi, ternyata mereka masih belum memahami satu sama lain sedalam yang mereka kira. Masih banyak yang disembunyikan, masih banyak yang dipendam, sehingga satu persatu duri itu muncul, dan mengancam persahabatan mereka.


------------------------------------------------------------



[FF] THE BOYS OF SUPER SPACE PART 3

Rabu, 21 Maret 2012



Title : The Boys Of Super Space


Author : HashlinPanda


Genre : friendship, School, Love


Cast :


- Lee Mika a.k.a Lee Suhoon (DGNA)
- Park Hyun Cheol a.k.a Karam (DGNA)
- Woo Hyunmin (DGNA)
- Lee Injun (DGNA)
- Jeon Jihwan a.k.a Jay (DGNA)
- Amber (F(X))
- Bang Minah (Girl's Day)
- Ji eun a.k.a IU
- Park Gyuri (KARA)
- Jung Nicole (KARA)
- other cast




Resume :


5 sahabat yang menjabat sebagai petinggi osis. Selalu bersama, bahagia, Dan mengerti satu sama lain. Tapi, ternyata mereka masih belum memahami satu sama lain sedalam yang mereka kira. Masih banyak yang disembunyikan, masih banyak yang dipendam, sehingga satu persatu duri itu muncul, dan mengancam persahabatan mereka.


------------------------------------------------------------




[FF] THE BOYS OF SUPER SPACE PART 2

Sabtu, 17 Maret 2012



Title : The Boys Of Super Space


Author : HashlinPanda


Genre : friendship, School, Love


Cast :


- Lee Mika a.k.a Lee Suhoon (DGNA)
- Park Hyun Cheol a.k.a Karam (DGNA)
- Woo Hyunmin (DGNA)
- Lee Injun (DGNA)
- Jeon Jihwan a.k.a Jay (DGNA)
- Amber (F(X))
- Bang Minah (Girl's Day)
- Ji eun a.k.a IU
- Park Gyuri (KARA)
- other cast




Resume :


5 sahabat yang menjabat sebagai petinggi osis. Selalu bersama, bahagia, Dan mengerti satu sama lain. Tapi, ternyata mereka masih belum memahami satu sama lain sedalam yang mereka kira. Masih banyak yang disembunyikan, masih banyak yang dipendam, sehingga satu persatu duri itu muncul, dan mengancam persahabatan mereka.


--------------------------------------------------------------------------------------------------




[FF] THE BOYS OF SUPER SPACE PART 1

Senin, 12 Maret 2012



Title : The Boys Of Super Space

Author : HashlinPanda

Genre : friendship, School, Love

Cast :

- Lee Mika a.k.a Lee Suhoon (DGNA)
- Park Hyun Cheol a.k.a Karam (DGNA)
- Woo Hyunmin (DGNA)
- Lee Injun (DGNA)
- Jeon Jihwan a.k.a Jay (DGNA)
- Amber (F(X))
- Bang Minah (Girl's Day)
- other cast


Resume :

5 sahabat yang menjabat sebagai petinggi osis. Selalu bersama, bahagia, Dan mengerti satu sama lain. Tapi, ternyata mereka masih belum memahami satu sama lain sedalam yang mereka kira. Masih banyak yang disembunyikan, masih banyak yang dipendam, sehingga satu persatu duri itu muncul, dan mengancam persahabatan mereka. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------



[LAST CHAPTER] AITAKATTA

Jumat, 10 Februari 2012

Halooooooo~~~
heheheheheh
maaf ya udah lama hiatus alias g muncul muncul 
aku datang lagi bawa chapter selanjutnya! chapter terakhir!
sebenarnya ini udah kelar dari beberapa hari yang lalu, tapi aku belum sempet nge-dit sama nge-post-nya...
sempetnya baru sekarang :D

nah,,karena ini chapter terakhir,,
panda mengucapkan makasiiii banyak banyak banyak buat yang setia baca FF ini dari awal ampe akhir, ngomen, nge-like, meskipun silent readers juga makasi, aku tau kok dalam hati kalian memuji cuman ngga tau mau ngomong apa*siramin panda pake bensin* xD

nah nah nah,,
chapter terakhir ini agak panjang, POV-nya juga ganti, alurnya juga lompat lompat,,jadi dibutuhan konsentrasi lebih hehehehehe

yang dukung RamYeon (karam-jiyeon) ?
yang dukung JiHyun (jiyeon-hyunmin) ?

ayoooo,,,kita check chapter gaje berikut ini
*semoga ending-nya g mengecewakan dan panda ngga dibakar sama chinguya*

ekekekeke makasi banget yaa*tearing

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

Title : AITAKATTA (i wanna see you)



AUTHOR : HASHLINPANDA



cast :



- Ji yeon T-ARA



- Karam DGNA



- Hyunmin DGNA



- Chiharu (OC)



- yoshito (OC)



- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC





*OC : original character





Genre :



Romance, comedy, drama,





Rating :



Teen





NO SILENT READERS

NO PLAGIATOR



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

No matter what happens to us, let’s get through it together
Let’s dream of happy dreams and share our sadness
Let’s go seach for tomorrow by looking up towards the sky
I want to cherish the mermories from when we met
I’ll continue to protect you, and hold onto you tightly.
(Daikoku danji-Love story)



[CHAPTER 7] AITAKATTA



Moshi moshi tomodachinoooooo~

genki desukaaaa?

*ceritanya muncul dari balik punggung hyunmin



ehm

maaf yaa,,,udah lama ngga update FF ini*yg awalnya mau dibikin kejar tayang ternyata cuma bisa ampe chap 6 kejar tayangnya xD

ada beberapa alasan :

- Kuliah udah mulai, jadi sedikit sibuk didunia nyata (?)

- netbook aku berulah*ngga mau start* jadi di instal ulang

- karena di instal ulang, chapter 7 yang udah kelar yang aku save di mydocuments lenyap

- frustasi karena males ulang nulisnya



akhirnya kemaren mood itu muncul lagi,,,hahahaha xD*maaf curhatan gajenya



nah ada yang masih ingat ceritanya?*hening



ah,,,,pokoknya ini chapter 7~

happy reading^^



[CHAPTER 6] AITAKATTA

Jumat, 13 Januari 2012
moshi moshi chingu ya~
setelah absen satu hari, ternyata saya juga ngga bisa bikin chapter ini panjang panjang amat xD
gomenasai (_ _)
sekarang saya jadi bisa ngerasain gimana rasanya kalo jadi penulis skenario sinetron indo yang never ending gitu xD
untuk menghindari kemelencengan cerita, aku g mau maksain juga,,kekeke

gamsa yang udah sempetin baca,
yang di tag
yang g di tag
yang ngomen
yang nge-like
yang silent reader*buatmu tak ada terimakasih, pulang sono

hontoniiii arigatou neee!!!!~~~ (^o^)
kayaknya serial ini masih agak panjang secara 1 chapternya g panjang panjang amat xD
jadi harap bersabar dengan author gaje ini yaah kekekeke

nah silakan membaca,
yang belom 15 tahun maaf ya, g boleh baca, eh apa 13 tahun yah?
aih g tau lah, silakan disesuaikan xD

----------------------------------------------------------------------------------------

Title : AITAKATTA (i wanna see you)

AUTHOR : HASHLINPANDA

cast :

- Ji yeon T-ARA

- Karam DGNA

- Hyunmin DGNA

- Chiharu (OC)

- yoshito (OC)

- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC



*OC : original character



Genre :

Romance, comedy, drama,



Rating :

Teen 15+



NO SILENT READERS
NO PLAGIATOR

CHAPTER 6 No matter What
-----------------------------------------------------------------------------

I will fix everything you want (fix everything)

I will change everything you don’t like (I will change)
No matter what you say, Im okay
Even though you insult me, Im okay
Don’t leave me

(dae guk nam ah- LADY)



Aku menarik karam ke taman dekat rumah, karena aku tak ingin appa yang sedang bad mood juga marah marah padaku. Karam memakai jaket baseballnya dengan beannie berwarna senada. Benar benar terlihat cute.

“daijoubu? gomene membuatmu sedikit berlari” ujarku setelah kami berdua sampai ditaman dan duduk. Karam mengangguk pelan.

“yang kemarin itu,,maafkan aku ya,,aku sudah merepotkanmu..”

“eoh? Kau bicara apa karamie? Kau sama sekali tak merepotkan kok..ada apa kesini? Apakah kau sudah sembuh?” tanyaku penuh harap, ia menatapku lurus dan menggenggam tanganku 

“ada yang ingin kukatakan”

Glup. Aku menelan ludah, sepertinya ini akan jadi pembicaraan yang serius. “ini..soal penyakitku..” lanjut karam, ternyata memang soal penyakitnya

Aku menatapnya dalam diam, menunggu penjelasan lebih lanjut. Karam mendesah dan mengalihkan pandangannya ke langit yang semakin gelap. sepertinya akan turun hujan.

“aku,,mengidap kanker darah atau yang lebih dikenal dengan leukimia” ujar karam berusaha tenang. Aku membekap mulutku, menatap karam tak percaya, dan tenggorokanku tercekat.

Aku tau karam sakit, aku tau penyakitnya itu bukan penyakit yang biasa kutemui disekitarku, tapi? Leukimia? Baru beberapa hari yang lalu aku mencari artikelnya, dan dari kesimpulan yang ku ambil penyakit itu penyakit yang mematikan. MEMATIKAN.

“ka,,,karamie...” lirihku tertahan

“hmm?”

Aku menatap matanya, ia balas menatapku dan tersenyum simpul. “karamie..apa kau akan.... pergi?”

Ia terkekeh “bukannya kau sendiri juga pernah mengatakannya? Semua manusia pasti akan pergi..”

Aku? Akupun mencoba mengingat-ingat kembali. Ah, aku ingat aku mengatakannya saat di danau dulu, tapi...

“aku mengidap penyakit ini sejak 3 tahun yang lalu, , aku sudah melakukan pengobatan, terapi, operasi pencangkokan dan lain lain. Sampai aku dinyatakan sembuh akhir tahun lalu. Tapi beberapa bulan belakangan ini aku sering mimisan dan aku takut kalau kanker itu datang lagi, sehingga aku melakukan general check up,,waktu itu aku tak sengaja denganmu…aku baru mengambil hasilnya sebelum kita ujian kemarin,,dan berniat menhatakannya pada orang tuaku dan padamu setelah selesai ujian, ternyata tanpa ku katakanpun semua orang sudah tau,,, “jelas karam

Aku memeluk karam, aku menenggelamkannya didalam pelukanku . aku tak bisa membayangklan bagaimana penderitaan karam saat berjuang melawan penyakit itu dulu. Dan sekarang ia harus berjuang sekali lagi melawan penyakitnya. Perlahan, ia melepaskan dirinya dari pelukanku. Dan berkata..

“kita ini masih muda, aku 18 tahun, sedangkan kau 17 tahun”

“lalu?” aku tak mengerti apa maksudnya mengatakan hal itu

Ia membelai poniku” masa depanmu masih panjang, suatu saat nanti kau akan bertemu dengan cowok cowok yang lebih baik dariku, yang pastinya tak sekarat sepertiku”

Aku menatap karam tak percaya, aku mulai dapat melihat tujuannya berkata demikian, secara otomatis tanganku menutup kedua telingaku.

Karam menatapku dengan tatapan teduhnya, dan berusaha menyingkirkan tanganku dari telinga. Aku tak mau, aku tetap bersikukuh dengan posisiku.

Ia menghela nafas. “walaupun kau seperti itu, aku tau kau masih bisa mendengarkanku”. Aku menggeleng kencang dan air mataku ikut mengalir, entah kenapa aku jadi begitu cengeng akhir akhir ini.

“hubungan kita sampai disini saja” akhirnya ia mengucapkannya, hal yang sama sekali tak ingin ku dengar

“kenapa?” isakku

Karam terdiam dan mendesah “jiyeon-chan, aku sekarat! Hidupku sudah tak lama lagi!”
“kau tak boleh berbicara seperti iyu! Kau harus berjuang!”

“aku sudah berjuang!” serunya “dan hasilnya? Sama saja kan?percuma,,” lanjut karam melunak

Aku terdiam, aku tau menyuruhnya berjuang tanpa tau apa apa itu kedengaran sangat egois, tapi..

“aku pergi dulu, kau juga pulang lah...sepertinya sebentar lagi akan hujan” lirih karam yang sedang manadahkan tangannya, merasakan titikan gerimis yang mulai turun

Aku diam, ia menatapku sebentar dan bangkit dari duduknya kemudian meninggalkanku. Meninggalkanku yang masih terdiam, membatu. Tubuhku tak bisa digerakkan untuk menahan langkahnya, suaraku tak bisa keluar untuk memanggil namanya.

Aku terdiam. Benar benar terdiam. Kepalaku terasa sangat kosong. Aku tak bisa memikirkan apa apa lagi. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Sementara hujan sudah mulai turun. Aku masih tak bergerak, aku membiarkan hujan membasahi tubuhku, hingga aku ingat kalau aku tidak pulang sekarang appa akan memarahikU.

**********

KARAM POV-Flashback-before that night

                Aku dimana? Kenapa semuanya hampa? Kenapa semuanya putih? Dimana semua orang? Hampa, sunyi, sepi. Apakah aku sudah mati? Apakah aku sudah tidak berada didunia yang sama dengan Otosan, okasan, hyunmin, jiyeon dan yang lainnya lagi.?

                Tidak, tidak bisa begini. Aku bahkan belum mengucapkan selamat tinggal pada semua. Aku belum mengucapkan maaf dan terimakasih pada semua. Otosan dan okasan pasti akan sedih. Aku juga belum minta maaf pada hyunmin karena telah merebut orang yang ia cintai.

                Aku ingin kembali, aku ingin kembali. Tuhan..apa aku sudah tak bisa kembali lagi?.

“iii-chan”
Samar samar aku mendengar dengungan suara

“niii------“
Aku melebarkan telingaku

“niiiii-chan!”

“onii-chaaaan!” suara itu semakin keras dan kilatan cahaya putih menyilaukan datang sehingga aku tak bisa melihat apa apa.

Ketika membuka mata aku menemukan wajah khawatir hyunmin, hyunmin yang dari tadi terus memanggil manggilku.

“nii-chan? Kau sudah sadar?” soraknya riang

“aku,,,,,masih hidup,,,,” lirihku, aku dapat merasakan air mata disudut mataku

Hyunmin mengangguk, “tentu saja karam-niichan! Kau masih hidup! Sebentar lagi kau akan sembuh dan kita akan pergi bersama kesekolah lagi!” ujar hyunmin berusaha semangat dan bergerak menuju bel merah untuk memanggil para dokter. Aku menahan tangannya.

“aku ingin bicara..denganmu,,sebentar saja..”

Ia menatapku heran dan kembali duduk.

“nani?”

Aku mendudukkan badanku, hyunmin langsung membantuku. Aku tersenyum, kenapa tega teganya aku menyakiti hati adikku yang sangat baik ini?.

“onichan? Taijoubu?” tanyanya sekali lagi

“hai,,hontoni taijoubu” ujarku tersenyum lebar, berusaha memastikannya kalau aku baik baik saja

“lalu? Apa yang ingin kau katakan?” mata bulatnya membesar, hmmp, ia selalu begini kalau penasaran

“kau bahagia?”

“hee? Tentu saja aku bahagia, asalkan onii-chan bahagia aku juga akan berbahagia!”
Aku membelai pipinya, ia menatapku heran dan akupun tertawa, hyunmin mengikutiku tertawa. Aku tau hal ini tak biasa dilakukan kepada adik lelakimu ketika kau juga lelaki.

“adikku sangat kasihan...”

“he? Nande?”

“dulu saat kau menyukai chiharu dan kau melepaskannya karena temanmu juga menyukainya kan?”

Raut wajahnya langsung berubah “well,,cerita lama, tak usah di ungkit lagi”

“dan sekarang ketika kau sudah mulai melupakannya dan menemukan cinta baru, orang itu malah direbut oniichanmu sendiri” aku terkekeh meskipun itu tak lucu

“hah? Maksudmu?” aku dapat membaca gelagatnya yang pura pura tak mengerti itu, aku menarik telinganya

“aawwwww, itai” rintihnya

“sejak kapan kau bisa berbohong pada onii-chanmu ini?”

“bohong apa?” tanyanya sok cuek, cih, anak ini benar benar keras kepala.

“kau suka park ji yeon kan woo hyunmin” tunjuk ku langsung, ia menatap telunjukku dan mengingkirkannya dari hadapannya

“tidak”

Aku memelototinya, iapun bergidik dan berdeham. “baiklah, fine! Sedikit”

Aku tersenyum

“gomene, aku akan melupakannya” lanjutnya

“akulah yang harusnya melupakannya” bantahku

“eeh?”

“aku akan meninggalkannya, malam ini”

“kenapa? Begitu tiba tiba?”

Aku menatap hyunmin “karena ia akan menderita kalau terus bersamaku, dan akan lebih bahagia bersamamu”

Hyunmin mendengus “kau kira itu keren?”

Aku menatapnya heran

“kau pikir itu keren?” ulangnya lagi

“ini tak ada hubungannya dengan keren atau tak keren” balasku

“meninggalkan atau ditinggalkan,,hubungan manusia memang seperti itukan?” lirih hyunmin yang melangkah pelan ke arah jendela

“maksudmu?” tanyaku heran, hyunmin membuka jendela. Udara mulai terasa hangat, sudah hampir musim panas rupanya.

“menurutmu dia akan rela kalau kau tinggalkan begitu? Kalau dia benar benar menyukaimu ia tak akan meninggalkanmu”

Aku hanya diam, mencoba mencerna apa yang hyunmin katakan

“onii-chan hanya perlu memastikan, apakah ia masih ingin disisimu atau tidak dengan keadaanmu yang seperti ini.  Jika ia masih menginginkanmu maka kau jangan tinggalkan dia sampai akhir, tapi bila ia tak ingin, berarti dia lah yang meninggalkanmu, bagaimanapun. Orang yang meninggalkan itu adalah orang yang egois, dan aku yakin, kau tak ingin jadi orang yang egoiskan” jabar hyunmin panjang. Aku mengangguk

                Aku tak akan meninggalkan jiyeon sebelum ia sendiri yang meninggalkanku. “tak apa kah?” tanyaku lagi. Hyunmin kembali mendengus.

“tentu saja? Kau kira merebut pacar orang itu keren? Aku tidak mau merebut pacarmu hyung!” ejek hyunmin

“hyung? Apakah barusan kau memanggilku hyung?” tanyaku seraya mendeliknya, ia tertawa. Ketika tertawa hyunmin selalu menutupinya dengan tangannya.

“sudah kuduga, kau terlalu banyak menonton drama korea” akupun balas mengejeknya

Karam POV n Flashback END

****************



Jiyeon POV

Hari ini aku tidak sekolah, aku terkena demam tinggi. Mungkin karena hujan hujanan kemarin. Tapi hatiku lebih sakit dari pada badanku. Aku tidak pernah merasa sesakit dan sepedih ini. Aku tidak menyangka semua berakhir secepat dan seperti ini.

Terlalu banyak hal hal diluar dugaan yang terjadi akhir akhir ini, sehingga otakku sudah tak bisa berfungsi normal. Di ajak menginap dirumahnya, malamnya kau melihatnya mimisan dan muntah darah, cemas setengah mati. Besoknya ia menemuimu sedangkan ia masih sakit dan mengaku kalau ia menderita leukimia. Puncaknya malam itu ia pergi. meinggalkanmu sendirian.

Malam tadi aku tertidur. Berharap ketika bangun aku menemukan diriku yang sedang tertidur karena menonton sebuah drama, yah kuharap kejadian yang ku alami hanyalah rangkaian cerita drama yang sedang kutonton bukan kejadian sebenarnya.

Tapi, ketika terbangun, aku tidak didepan TV, aku tidak sedang menonton drama, aku berada ditempat tidurku dengan mata sembab.

Oh tuhan, kenyataan? Apakah ini kenyataan?

This tears start to falling again

Tok Tok Tok

Ketokan pintu menyadarkanku, aku menggulung diriku kembali dalam selimut. Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang terbuka. kemudian sebuah tangan besar menyentuh dahiku.

“waah panasmu tinggi sekali jiyeon-a..” keluh appa prihatin
Aku hanya diam dan masih membelakangi appa, appa menghela nafas

“sebenarnya tadi malam itu kau kemana? Kenapa hujan hujan begitu?” tanya appa

“nandemo nai(tak ada apa apa)”

“uso~(bohong), kenapa matamu sembab begitu?”
Aku Cuma diam, dan appa mengelus pelan rambutku.

“ceritakan pada appa...”

Alu duduk dan menatap appa “ atashi,,atashi no kohibito..”

“eeeh? Ko..kohibito? na..namja chingu maksudmu?”

Aku mengangguk “dia sakit leukimia”

“eeeeeh?” seru appa lagi

“appa! Berhentilah berteriak!” seruku

“mi,,mianhe,,habisnya appa baru tahu kalau kau punya namja chingu,,dan ia sakit leukimia?”

Aku mengangguk “ dan tadi malam ia memutuskanku”

“naniii?” teriak appa lagi, aku menatapnya geram

“mwoya.. barusan aku mengetahui kau punya pacar, dan sekarang kalian sudah putus? Bahkan kau belum memperkenalkannya padaku!” protes appa

Aku mengangkat bahu, appa Cuma bisa geleng geleng kepala dan kembali membelai kepalaku. “jiyeon-a...kau masih 17 tahun..hidupmu masih panjang,,,dan kau akan banyak bertemu dengan pria baik lainnya...”

Aku mendelik appa “bagaimana bisa appa  mengatakan hal yang sama dengannya?”

“eoh? Dia juga mengatakan hal ini? Well,,anak anak sekarang pola pikirnya memang luar biasa..” appa geleng geleng kepala

“aku yakin sebenarnya ia juga tak ingin meninggalkanku”

“mungkin? Tapi mungkin ini juga hal yang terbaik baginya..bagi kalian”

“tapi appa...”

“sudahlah, kau tak perlu begitu memikirkannya, itu Cuma sepenggalan dari masa mudamu,,nanti juga lupa,,kalau begitu appa pergi dulu,,kau istirahat lah ya,,,hari ini tak usah sekolah..”

*********

Aku memikrkan kata kata appa tadi, dan perkataan appa itu sangat masuk akal. Tapi aku harus bagaimana,,,sekarang seakan akan aku tidak mengenal yang namanya logika. Bagaimanapun caranya aku tak ingin karam pergi dariku.

                Aku mencoba menenangkan diri, kupejamkan mata,,membayangkan hal hal yang indah kecuali karam, tapi  bayang bayang karamie tak juga hilang dari pikiranku. “jiyeon-ssi, didunia ini masih banyak jutaan cowok yang lebih baik dari karamie, so its okay, just forget him litle by litle” ujarku mensugesti diri sendiri.

                Ku lihat jam,  sekarang jam 7.25, 5 menit lagi bel akan berbunyi.Entah apa yang menggerakkanku waktu itu, tapi  aku segera bangkit dari tempat tidur walaupun merasa sangat pusing. Gosok gigi dan bersih bersih seperlunya lalu memakai seragam. Hari ini aku harus sekolah HARUS.

Aku berlari dengan sangat cepat, secepat yang aku bisa. Aku tidak tau kenapa aku begitu ngotot pergi sekolah hari ini dengan suhu tubuh 39 derjat. Padahal biasanya pusing sedikit saja sudah bisa kujadikan alasan untuk tidak sekolah.

************

                Sudah sejak beberapa menit yang lalu bel masuk berbunyi, tapi para murid tetap saja belum bisa tenang. Hingga akhirnya mizuki sensei masuk dan meminta murid murid untuk diam. Setelah membahas tentang masalah ujian tengah semester kamarin, mizuku sensei mengungumkan suatu yang mengejutkan.

“nah,,,minna,,mulai sekarang Karam akan kembali cuti dari sekolah karena pengobatan yang harus dijalaninya”

“heeeee???” koor murid murid kompak

Sensei memukul meja untung menenangkan para murid “nah sekarang tenang dulu, karena karam akan berbicara, karam-san? Dozo...” persilakan mizuno sensei, karampun melangkah kedepan kelas.

“ohayo minna” sapa karam dengan senyumnya yang biasanya

“ohayooo” bals murid murid, semuanya memfokuskan pandangan pada sosok karam yang sedang ada didepan kelas, pucat tapi tetap tersenyum.

“hari ini mungkin hari terakhir saya disekolah, sebenarnya saya menderita kanker darah , dan saya akan kembali melakukan pengobatan untuk mengobati penyakit ini, saya mohon dukungan dan doa teman teman semua, “ jelas karam, semua jadi hening, bahkan ada beberapa anak cewek yang menitikkan air mata

“ah, mungkin tahun ini saya akan kembali tinggal kelas, tapi saya akan berusaha cepat sembuh dan bisa mengikuti ujian,,he he” lanjut karam,  membuat anak anak sekelas terkekeh

“nah, sampai disini,,terimakasi semuanya..domo arigatou,,to..gomene..maafkan kesalahanku selama ini..sayonara” tutup karam seraya membungkuk 90 derjat.

This tears fall and fall again

*********

Akhirnya aku sampai juga kesekolah,,walaupun telat 20 menit aku masih bisa diijinkan masuk setelah memohon mati matian, akupun lari menyusuri lorong sekolah,,,ketika aku menuju kelas aku melihat sosok yang ku kenal, duduk di lorong. Terlihat sakit.

“karamie!” panggilku dengan nafas yang masih ngos-ngos-an, aku mengerahkan tenaga terakhirku untuk melangkah mendekatinya. ia hanya menatapku diam, tak menunjukkan ekspresi apapun.

Aku bersimpuh didepannya. Dan ia tersenyum kecil. “ohayo,,,kau terlambat?” sapanya. Aku menggeleng seraya mengatur nafasku.

“hari ini,,,,hari ini,,aku pergi kesekolah bukan untuk belajar atau semacamnya,,tapi,,tapi aku hanya ingin menemuimu” ujarku dengan nafas tersengal-sengal

Karam terdiam dan berkata “tak ada gunanya lagi..mulai besok aku tak pergi sekolah lagi”

“nani? Nande?”

“aku harus menjalani beberapa pengobatan”ujarnya pendek seraya bangkit dari duduknya. Karam mulai berjalan meninggalkanku, sepertinya karam sudah kesulitan untuk berjalan.

Aku masih duduk diam.sekali lagi aku dicampakkannya. Tapi..aku tidak mau..aku tidak mau kalau aku tidak bisa bertemu dengannya. Aku mengejar karam. Dan aku menemukannya di tangga.

“YA! KARAM-SSI! NONGDAMHAJIMA (jangan bercanda)!!!” teriakku

Karam-pun tersentak kaget dan menolehkan sedikit wajahnya kebelakang. Aku segera berlari kearahnya dan memeluk punggungnya dari belakang. Aku memeluknya dengan erat seaakan akan tak ingin melepasnya pergi barang se-inchi-pun.

“apa yang kau-----“

“karamie, apa yang harus kulakukan kalau tak bisa bertemu denganmu lagi? Apa yang harus kulakukan?” isakku

“sudah kubilang, kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dimasa depan, hidupmu masih panjang jiyeon-chan, tak sepertiku..”

“aku tak peduli! Walaupun aku hanya akan hidup 1 detik lagi aku tak ingin meninggalkanmu! Walaupun itu lama atau sebentar aku tak peduli,, geureonikka ..... geureonikka ....jebal tteonajima...”(kumohon jangan tinggalkan aku) aku tidak tahu apa yang membuat ku gila sehingga memohon mohon begini kepada seorang cowok, aku tidak tau kenapa! Kenapa aku seperti ini! Aku sudah terlalu tenggelam mencintai orang ini.

“aku juga tak mau meninggalkanmu, hanya saja,,,,keadaanlah yang membuat seperti ini” alasannya

“keadaan apa? Keadaan yang mana? Aku tidak peduli apapun keadaannya, aku tidak akan meninggalkanmu, dan aku juga tidak ingin kau meninggalkanku” aku mempererat pelukan, karam hanya berdiri tenang dan menghela nafas

“aku takut...aku takut suatu saat nanti aku tak bisa bangun dari tidurku, aku takut suatu hari aku tak bisa bangun lagi untuk selamanya, setiap pagi yang kupikirkan hanya kematian,,dan kematian yang selalu menghantuiku”  karam terisak

Aku menarik lengannya sehingga kami dapat bertatapan mata. Aku melihat butiran bening disudut matanya, ia membuang muka. Raut wajahnya terlihat sakit terluka dan sakit. Aku menyentuh kedua pipinya dengan kedua telapak tanganku. Aku masih bisa merasakannya, aku masih bisa menyentuhnya. Ia masih ada, ia masih hidup, dan sekarang ia ada dihadapanku. Menangis bersamaku. Aku menarik pelan kepalanya ke arahku dan mengecup bibirnya.

“kau menangis?” ejekku, ia tersenyum sinis

“chigai,” ujarnya pendek. wajah kami hanya berjarak beberapa senti. Bila ada pihak sekolah yang memergoki kami, aku yakin masalahnya akan panjang. Tapi aku tak peduli, hukumlah aku sesuka kalian, aku hanya tidak akan membiarkan namja yang didepanku ini pergi.

“aku tidak meninggalkanmu sebelum kau meninggalkanku nanti”

Karam terdiam dengan perkataanku barusan. Aku tau hal itu terdengar gila. Tapi memang itulah yang aku rasakan. Ia tersenyum.

“kau tau? Ciuman tadi bisa saja membuatku sakit, penderita leukimia sangat gampang terserang penyakit” ujarnya sambil terkekeh

Aku membengkap mulutku. “benarkah?”, ia tertawa dan merengkuh pinggangku sehingga aku terjatuh dalam pelukannya erat. Ia tertawa menyeringai dihadapan wajahku. Kemudian ia membenamkan wajahnya dibahuku. Aku mengangkat kepalaku sehingga sekarang hidung kami hampir bersentuhan. Aku menutup mata ketika perlahan lahan karam mendekatkan wajahnya. Dan ia menciumku dengan lembut.

“kau sedang demam?” tanyanya seraya menempelkan dahinya kedahiku, aku mengangguk pelan dengan muka yang sangat merah.

“wah gawat,,,kalau aku benar benar sakit kau harus tanggung jawab” lanjutnya tersenyum jahil

********
TBC

gimana gimana?
agak dewasa ya chapter ini (>///////<) jadi malu sendiri saya~
mau yang di tag atau g di tag silakan dikomen yah
silent readers juga, sadar donk, enak enakan aja numpang baca xD

sekali lagi
minna arigatou!
saiko ni shiawase!!!
minna wa saiko desu! d(^0^)b



[CHAPTER 5] AITAKATTA

Selasa, 10 Januari 2012


Title : AITAKATTA (i wanna see you)



CHAPTER 5



AUTHOR : HASHLINPANDA

cast :

- Ji yeon T-ARA

- Karam DGNA

- Hyunmin DGNA

- Chiharu (OC)

- yoshito (OC)

- jihwan a.k.a jay DGNA

- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC


*OC : original character



Genre :

Romance, comedy, drama,


Rating :

Teen


NO SILENT READERS


CHAPTER 5 : Dont Leave Me
--------------------------------------------------------------------------------------

Without you, I can’t
Even though I die, I can’t
My tears drop again and again
I can’t do anything
So please don’t leave me
(LADY- dae guk nam ah)



Flashback---beberapa menit yang lalu---

“kau sudah yakin sudah membeli semuanya?” tanya karam ketika baru keluar dari supermarket, jiyeon mengangguk. Masing masing mereka memegang satu kantong belanjaan

“kau yakin?” tanya karam lagi dengan tatapan menyelidik, jiyeon mengacak-ngacak kantong belanjaan mencoba mengingat apa yang belum ia beli. Kemudian gerakan tangannya berhenti, menyadari sesuatu.

“karamie,,apakah kita sudah membeli kecap?” tanya jiyeon ragu ragu, karam terkekeh dan mengambil kantong belanjaan yang ada di tangan jiyeon. “pergilah beli sebentar, aku akan menunggu disini”

Jiyeon tersenyum kemudian segera berlari ke arah supermarket “i’ll be right back!” soraknya dari kejauhan

********

                Jiyeon sudah kembali dari membeli kecap dan kembali ketempat ia berpisah tadi dengan karam, ia melihat kesekeliling tapi tak menemukan sosok karam, ia mulai panik dan mencari keberadaan karam.

“karamie?”

                Tidak ada sahutan, bagaimana ini. Ia mengeluarkan hape dari jacketnya mencoba menghubungi nomor karam. Apa dia sedang mengerjaiku?

La la la la la la la la la la love bingo!

                Jiyeon dapat mendengar ringtone hape karam, berarti dia ada didekat sini, jiyeon segera mencari sumber suara. Itu dia! .Karam ternyata sedang duduk ditepi sungai! Dengan setengah berlari jiyeon mengahampiri karam yang membelakanginya.

“karamie! Tega sekali kau meninggalkanku sendiirian!” seru jiyeon merajuk

Karam hanya diam, dan terbatuk batuk

“karamie?” jiyeonpun berjalan lebih dekat dan duduk dihadapan karam, karam telihat berkeringat dingin dengan tangan yang menutupi hidungnya.

“karamie? Daijoubu?” tanya jiyeon cemas seraya menyeka keringat karam dengan tangannya, karam mengangguk pelan. wajah karam terasa dingin.

Jiyeon memegang tangan karam yang dari tadi menutupi hidungnya, karam menatap jiyeon heran.

“singkirkan tanganmu, kau menyembunyikan sesuatu..”

Karam menghindar dan tiba tiba saja ia terbatuk-batuk hebat dan  menyingkir dari tempat duduknya tadi.

“uhuk uhuk uhukk” karam memegang sebuah pohon yang ada didekatnya, jiyeon kembali melangkah mendekati karam yang menghindarinya. Ia langsung membekap mulutnya begitu mengetahui karam muntah darah. Samar samar jiyeon juga dapat melihat darah yang keluar dari hidung karam.

“karamie!” spontan ia memegang bahu karam kemudian mendudukkannya dibawah pohon tersebut. Meskipun gelap jiyeon dapat melihat kalau karam terlihat sangat pucat, Jiyeon dapat memdengar nafas karam yang tersengal-sengal.

                Dengan cepat ia mengacak-ngacak tas-nya mencari tisu ataupun sapu tangan yang dapat menyeka darah di wajah karam. Ia tak dapat menahan air matanya. Karam merogoh sakunya kemudian menyodorkan hapenya ke arah jiyeon.

***********

Jiyeon POV

“tolong,,,hubungi  hyunmin” lirihnya lemah, aku segera mengambil hape itu dan mencoba mencari nomor hyunmin dengan tangan bergetar. Sementara tangan kananku menggenggam tangan karamie yang terasa dingin.

“daijoubu,,nakainaide,,aku baik baik saja” ujar karam sambil tersenyum bermaksud menenangkanku, tapi usaha itu tak berhasil, tangisku semakin deras ketika melihatnya yang sudah kesakitan begitu masih tersenyum.

Kenapa min-kun tidak mengangkat telfonnya? Batinku panik.

“uhuk uhuk” karam kembali terbatuk-batuk dan memper-erat genggaman tangannya. Akhirnya telefon diangkat juga

“min-kun!” pekikku sebelum ia mengucapka halo

“nani? Apa yang kau lakukan dengan hape onii-chanku?” tanyanya sinis

“aniyoo,,,karamie,,karamie,,karamie muntah darah..” suaraku nyaris tak jelas karena menangis

“nani? Berhentilah menangis dan katakan dengan jelas?” suara hyunmin terdengar mulai panik

Aku menghela nafas mencoba menenagkan diri “ karamie muntah darah, cepatlah kesini!!!”

                Setelah menyebutkan lokasi kami aku memutuskan sambungan telepon dan kembali menatap karam. Ia ter-engah engah sambil sesekali terbatuk batuk. Aku membelai rambutnya, menyingkirkan rambutnya yang acak acakan menutupi wajahnya. Kemudian membersihkan darah yang menempel diwajahnya.

“sebentar lagi hyunmin akan datang, bertahan lah” lirihku tertahan, karam menyentuh pipiku dengan tangannya. ia tersenyum samar.

“aku tak apa apa, ku mohon jangan menangis lagi,,onegaishimasu”

                Tapi air mataku tak mau berhenti, ia mengalir tanpa kuperintahkan, aku memegang tangan karamie yang menyentuh pipiku kemudian memejamkan mataku. Tuhan,,semoga karamie baik baik saja.

“saranghae” ucapnya pelan

“na do,,saranghae” balasku dan iapun tertawa kecil

**********

                Sudah hampir satu jam aku duduk disini. Diruang tunggu rumah sakit. Aku masih bisa merasakan tubuhku gemetaran. Pandanganku tak fokus dan pikiranku entah melayang kemana. Satu jam yang lalu aku melihat karamie yang muntah darah, ia terlihat sangat kesakitan, pucat dan dingin. Aku takut, aku takut kalau kalau aku tak dapat bertemu dengannya lagi. Bahkan aku tak dapat merasakan air mata yang jatuh lagi, air mata ini terus jatuh dan jatuh.

                Tanpa kusadari hyunmin mengahampiri dan duduk disampingku. Ia menatapku yang masih menunduk dan sesegukan.

“oniichan sudah tak apa apa, keadaannya sudah stabil,tapi sekarang ia sedang istirahat dan tak boleh diganggu” jelas hyunmin pelan, aku langsung mengangkat kepala

“benarkah? Syukurlah...” akupun menyeka air mataku, tiba tiba hyunmin menahan tanganku

“dia sudah baik baik saja, dan kau berhentilah menangis”  ujar hyunmin dan menyeka air mataku dengan tangannya

“lihatlah kau jadi sangat jelek begini, bahkan aku heran kenapa oniichan bisa suka padamu” ejeknya seraya merenggangkan kedua pipiku dengan kedua tangannya*ngertikan maksudnya? Hehe*

“aau..miii-kuuun” keluhku tak jelas dan memukul dadanya,

“dasar kau pacar yang tak manis” ujarnya sinis setelah melepaskan tangannya

“dan kau adik yang sama sekali tak manis,” balasku sambil menggosok gosok pipiku, rasanya pipiku jadi melebar gara gara anak ini

“ingatlah, suatu saat nanti aku akan jadi kakak iparmu, dan saat itu adalah hari keruntuhanmu!” ancamku, hyunmin bergidik geli

“aku tak dapat membayangkan akan memiliki kakak ipar sepertimu,,,hiii” hyunmin mengekspresikan ke-engganan-nya secara berlebihan, aku pun tertwa kecil, bagaimana bisa 2 orang yang begitu berbeda ini berasal dari keluarga yang sama. Tanpa kusadari hyunmin juga tersenyum samar ketika melihatku tertawa.

 “inikah park jiyeon?”

Aku menoleh ke arah suara, lelaki setengah baya yang kira kira berumur 40 tahunan. Aku mengangguk pelan.

“otosan, kau sudah datang?” seru hyunmin, ojisan(paman) itu tersenyum ke arah hyunmin dan membelai rambutnya. “Kau sudah berusaha, arigatou”  ujar paman itu pelan, aku bersumpah aku melihat mata hyunmin berkaca kaca! Whao,, sampai beberapa detik tadi ia terlihat begitu tegar.

“okasan?” tanyanya kemudian

“sedang bersama karam,”

“agashi...kau mau pulang dulu atau bagaimana? Apakah perlu ku telfon okasanmu agar ia tak khawatir?” tawar paman itu

Aku menggeleng “ aku tinggal bersama appa, mereka sudah bercerai”

“oh sumimasen, kalau begitu aku akan menelfon appamu? “ lagi lagi aku menggeleng, sekarang sudah terlalu larut malam, appa bisa bisa marah besar kalau aku pulang jam segini.

“appaku sudah tau kalau aku akan menginap dirumah teman malam ini”

“kalau begitu ayo pulang bersama kami saja, kau juga tak bisa pulang sekarang, lihatlah bajumu berlumuran darah begitu”  saran hyunmin, akupun baru sadar kalau di hoodie pink-ku banyak darah yang menempel

                Hyunmin memegang bahuku dan menuntunku dari belakang menuju parkiran. Yaaah.. acara menginap hari ini tidak seindah yang kubayangkan. Bahkan sangat buruk. Samar samar aku mendengar hyunmin yang berceloteh tentang chiharu dan yoshito yang sudah pulang, tak lama kemudian mobil otosannya hyunmin-pun datang.

**********

                Ketika membuka mata aku langsung melihat foto foto yang tertempel didinding. Salah satunya ada fotoku saat kami didanau dulu. aku menatap foto foto itu menerawang, saat ini otakku tak bisa memproses apapun.  Aku menarik selimut dan meraih hape yang kuletakkan didekatku. Jam 11. Sudah sesiang ini dan aku masih belum beranjak bangun. Aku mengeliat dan melilitkan diri dalam selimut .

                Aku baru saja  akan menutup mataku kembali ketika seseorang menguncang-nguncang tubuhku.

“jihwan-aah~ nuna-mu ini masih mau tiduur”

Tapi guncangan itu bukannya berhenti namun semakin kencang, aku dapat merasakan kasur yang bergoyang, cih jihwan naik ke tempat tidurku.

“jihwan-ah~~~ biarkan nuna mu inii” rengekku, dan sekarang ia malah menarik narik selimutku,

“ya! Kau tuli! Nuna mu ini masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya!!!!” teriakku sambil membuka selimut yang dari tadi menutup wajahku.

Oh my GOD, itu bukan jihwan namdongsaengku, tapi Woo hyunmin, ia mengernyitkan matanya

“kau sudah sadar? Bangun dan sarapan!” teriaknya kemudian pergi berbalik, aku memegang kedua pipiku dan mengedarkan pandangan kesekeliling. Bagaimana aku bisa lupa kalau malam tadi aku menginap dirumah karam!.

Aku menatap cermin yang ada diseberang tempat tidur. Gyaahh baik wajah maupun rambutku terlihat sangat berantakan! Whooa, ini penghinaan bagi seorang gadis 17 tahun yang dibangunkan oleh cowok ketika bangun tidur. Kenapa aku tak bisa tetap cantik ketika bangun tidur? Umpatku.

*******

“waah akhirnya nuna bangun jugaa..” ledek hyunnmin ketika melihatku melangkah menuju meja makan, aku hanya mem-pout-kan bibirku, kemudian menarik kursi yang ada dihadapannya dan duduk.

                Hyunmin mengambil roti dan mengoleskan selai, kemudian menyodorkannya padaku. “makanlah,,tadi malam kau juga tak makankan?”

Aku menatapnya dan mengangguk “gomawo”

Ia terkekeh “cheonma”

Aku sedang menggigit potongan besar roti ketika mendengar hyunmin berkata begitu “kau bisa bahasa korea?” tanyaku dengan mulut yang penuh makanan

“ewwww..menjijikkan..not really,,buktinya aku masih tak mengerti eranganmu tadi pagi,, jihwan itu nama adikmu?”

Aku mengangguk, apakah tadi pagi aku marah marah dalam bahasa korea?. “otasan dan okasanmu mana?”

“ke rumah sakit..” jawab hyunmin pendek seraya menengguk habis susu di gelasnya
Aku menunduk, pandanganku kembali kabur, di otakku adegan saat karam penuh darah terulang terus secara otomatis .

“see? Baru ngomong rumah sakit saja muka mu sudah seperti orang yang menangis” ejek hyunmin, akupun tersadar dan membuang muka. Aku sedang tak ada mood untuk membuat rusuh dengan orang ini.

Hyunmin terkekeh dan bangkit dari tempat duduknya

“namida de nijindeeee~~~~~~”(mataku penuh dengan air mata~*lagu wasurenai-daikoku danji)  ia bersenandung dengan suara husky-nya, tujuannya ya untuk menyindirku

“kenapa kau tak bisa bahasa korea?” tanyaku mengalihkan pembicaraan,

“aku tak pernah tinggal dikorea, berbeda dengan oniichan, ia pernah tinggal dikorea waktu SD dulu”jawabnya seraya membuka kulkas

“eh? Bagaimana bisa?”

“hmm? Otosan punya perusahaan dikorea, tapi okasan tak bisa ikut ke korea karena pekerjaan juga, jadi aku ikut okasan dan karam-niichan ikut otosan” hyunmin menuangkan susu yang diambilnya dari kulkas ke gelas. Akupun manggut manggut tanda mengerti.

“min-kun sebenarnya karamie sakit apa”

Hyunmin menatapku datar dan menyodorkan gelas berisi susu yang barusan dituangnya. “lebih baik dia yang mengatakan langsung padamu...”

*************

                Sekarang aku sudah dirumah, aku berbohong pada appa kalau aku menginap dirumah chiharu. Tadi chiharu juga sudah menelponku menayakan keadaan karam. Yah aku hanya menjawab hal hal yang aku ketahui.

“Jihwan-ah! KAU BERMAIN LAGI? TIDAK BELAJAR? KENAPA KAU MALAS SEKALI HAH?” tiba tiba terdengar suara ribut ribut dari sebelah kamarku—kamar jihwan--.

                Akupun bangkit dari tempat tidur. Appa marah marah lagi?. Jihwan bandel sih. Tiba tiba aku mendengar suara barang yang pecah disusul dengan teriakan jihwan. Akupun langsung berlari ke kamarnya.

“appa..bunyi apa itu?” seruku, aku melihat tape yang sudah tak karuan bentuknya, well sepertinya barang inilah yang menyebabkan bunyi berisik barusan. Aku menatap jihwan. Ia sudah seperti orang yang tersedot nyawanya.

“ji,,jihwan-ah..gwenchanaseyo?” tanyaku pelan seraya memegang bahunya

“jika kau mendapat nilai yang bagus pada test berikutnya appa akan membelikanmu yang baru, jadi sekarang belajarlah!” perintah appa sebelum meninggalkan kami berdua dikamar, jihwan menatap geram ke arah pintu.

“siapa yang peduli dengan peringkat bagus? Siapa yang peduli dengan nilai bagus? Mulai hari ini aku akan mogok makan! Mogok mandi! Dan mogok bicara!” gumamnya penuh amarah.

-_____- wah jihwan adikku benar benar anak muda yang labil.

“jihwan-ah jangan seperti itu..” bujukku, ia tak mendengarkanku dan melompat menuju tempat tidurnya kemudian menggulung diri didalam selimut.

“aishh,,kau benar benar kekanak-kanakkan” ejekku, dia diam saja, well, mungkin aksi mogok bicaranya sudah dimulai

“baguslah kau mogok bicara..keadaan akan tentram dalam beberapa hari ini,,” pancingku, berharap ia akan protes atau sebagainya, ternyata tidak.

                Aku baru akan membujuknya lagi ketika hapeku berbunyi. Sebuah pesan. Pesan dari karam-a.

Bisa kebawah sebentar?
Karam

                Aku menatap layar hape-ku heran dan membaca SMS itu berulang-ulang. Apa maksudnya?. Akupun melangkahkan kaki menuju jendela, benar saja dibawah sana sudah ada karamie. Akupun lanjgsung berlari keluar dari kamar jihwan. Samar samar aku mendengar seruan jihwan “ya! Nuna! Odiegasoyoo?” haha,,anak labil.

*********

*TBC*

[CHAPTER 4] AITAKATTA

Senin, 09 Januari 2012


Title : AITAKATTA (i wanna see you)

CHAPTER 4


AUTHOR : HASHLINPANDA


cast :

- Ji yeon T-ARA

- Karam DGNA

- Hyunmin DGNA

- Chiharu (OC)

- yoshito (OC)

- jihwan a.k.a jay DGNA

- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC

*OC : original character

Genre :

Romance, comedy, drama,


Rating :

Teen


NO SILENT READERS

CHAPTER 4 : KOHIBITO (BOYFRIEND)
-----------------------------------------------------

Although I’m shy to just hold your hand
I want to kiss you more I LOVE YOU BABY
I love you I love you, the miracle of being able to meet you
Going around from a place to the next, in the middle of time,
the two of us in the same age LOVE YOU BABY
(girlfriend-daikoku danji)



[CHAPTER 3] AITAKATTA

Minggu, 08 Januari 2012

minna!! aku datang lagi:3
sesuai perjanjian~ setiap hari aku bakal usahain update ni FF xD
biar tambah semangat jangan lupa RCL yah?
kalo malas RCL ya udah Gpp,,,pulang sana xD kekekek

btw gomawo bagi chingudeul yang masih mau ngikutin FF gaje ini:))
hontoni arigatou!!!!!

nah nah nah
panda proudly present ~~~~~

Title : AITAKATTA (i wanna see you)


CHAPTER 3


AUTHOR : HASHLINPANDA


cast :



- Ji yeon T-ARA



- Karam DGNA



- Hyunmin DGNA



- Chiharu (OC)



- yoshito (OC)


- jihwan a.k.a jay DGNA


- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC



*OC : original character


Genre :

Romance, comedy, drama,


Rating :

Teen


NO SILENT READERS

CHAPTER 3 : UNSEEN FUTURE
----------------------------------------------------------------------------------------
Gazing at each other (no matter when), the two of us (without looking back), the days of our youth that won’t return
That time (the days we spent), the time that is now or never, together with you
Don’t let go of this hand 
( Mada minu sono saki e, Daikoku Danji)

 

AUTHOR POV

Esok pagi ketika bangun karam dikagetkan dengan adanya darah yang berceceran sekitar kerah piyamanya. Sepertinya darah itu berasal dari hidungnya. Dengan sigap ia langsung berdiri dan membersihkan noda noda darahnya, ia tak ingin ada yang tau kalau pagi ini dia mimisan segini banyaknya.

[CHAPTER 2] AITAKATTA

Jumat, 06 Januari 2012
moshi moshi readers?
nah chapter 2 udah kelar nih^^
aku bakal usahain satu hari satu chapter xDD hahahaha

nah, biar aku tambah semangat mohon di RCL yaaaah
gomawo:3


Title : AITAKATTA (i wanna see you)

CHAPTER 2

AUTHOR : HASHLINPANDA

cast :

- Ji yeon T-ARA

- Karam DGNA

- Hyunmin DGNA

- Chiharu (OC)

- yoshito (OC)

- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC



*OC : original character



Genre :

Romance, comedy, drama,



Rating :

Teen



NO SILENT READERS



CHAPTER 2- THAT GANGSTA BOY
-----------------------------------------------------------------------------



[CHAPTER 1] AITAKATTA




halo~ aku balik lagi dengan FF yang baru, well sebenernya FF ini udah aku bikin dari setahun yang lalu, cuman bukan FF*yah semacam cerbung la* 
dari pada lumutan di lappy, aku rombak ulang deh trus dijadiin FF
beginilah jadinya~~
hehehehe
nah, selamat membaca,
tentu saja aku juga ingin mendengar pendapat kalian, jadi jangan lupa komen yah :)

Title : AITAKATTA (i wanna see you)

cast :
- Ji yeon T-ARA
- Karam DGNA
- Hyunmin DGNA
- Chiharu (OC)
- yoshito (OC)
- dan tokoh pendukung lainnya yang merupakan OC

*OC : original character

Genre :
Romance, comedy, drama, 

Rating :
Teen

NO SILENT READERS

-----------------------------------------------------------------------------

I can't meet your smiling face again anymore
No matter how much I pray...
The words "I'm sorry" won't get through
Even tomorrow, tomorrow, tomorrow, won't come
(mou saigo ni naruto, DGNA)







Desember 2011

Jika disuruh memilih ditinggalkan dengan meninggalkan mana yang akan kalian pilih? Sebagian besar orang yang kutanya memilih meninggalkan, karena kebanyakan pihak yang meninggalkan adalah pihak yang menginginkan terjadinya perpisahan. Kalaupun pihak tersebut tak menginginkan perpisahan, ia akan mudah melupakan orang yang ditinggalkan karena ia berada dilingkungan yang baru.

 Sedangkan yang ditinggalkan, harus berkutat dengan tempat tempat kenangan. Meskipun yang ditinggalkan ingin melupakannya, tetap saja sulit karena ketika melihat tempat tempat kenangan tersebut, maka secara otomatis kenangan kenangan saat bersama dulu akan muncul dengan otomatis.

Aku adalah pihak yang ditinggalkan, aku benci perpisahan, sangat benci. Malah terkadang aku meyesali apa yang namanya pertemuan. Aku tak tau siapa yang akan aku salahkan? Siapa yang akan aku salahkan jika kau meninggalkan aku seperti ini?.

Aku tak bisa mencarimu walaupun ingin, aku tak bisa melihatmu walaupun ingin, aku tak bisa mendengar suaramu walaupun ingin. Kau tak bisa kutemukan kecuali di satu tempat, dihatiku. Dan aku tau, kau abadi disana.

Flash back begin

APRIL 2007

“hajimimashite, atashi wa park ji yeon desu,,dozo yoroshiku onegaishimasu,(salam kenal, aku park ji yeon, mohon bantuannya) ”  hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di Higashi high school, perlahan ku angkat kepalaku dan mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas. Mereka semua menatapku dengan tatapan ingin tau.

“nah ji yeon-san , silakan pilih tempat duduk yang kosong, ada 2..” tawar mizuki sensei—guru bahasa inggris sekaligus wali kelasku

                Aku memilih bangku yang lumayan belakang dekat jendela. Akupun mulai melangkah menuju bangku yang kupilih.

“annyeong~” sapa cowo yang duduk di depanku, ah aku tau cowo ini, dia orang yang aku temui tadi pagi.

Flash back

                Hari ini aku datang kesekolah 30 menit lebih awal, tentu saja masih sepi. Aku melihat kesekeliling. Yah disinilah sekolah baruku. Omma dan appa ku bercerai beberapa bulan yang lalu. Berdasarkan keputusan pengadilan, aku dan adikku tinggal bersama appa. Appa ku adalah orang jepang, sedanggakan omma orang korea. Dan jadilah aku pindah ke negara ini, ke jepang. Daerah asal appa-ku.

                Aku menghirup nafas dalam dalam, musim semi, awal mula semester baru. Aku harus semangat melewati masa SMA ku ini!. Aku mulai masuk ke bangunan sekolah, ruang locker. Belum ada orang. Akupun menuju locker-ku, kemaren Mizuno sensei sudah memberikan password locker-ku ketika mengurus admistrasi bersama appa ku. Setelah mengganti sepatuku dengan sepatu yang harus dipakai dilingkungan sekolah aku memutuskan untuk berkeliling.

                aku mengambil kamus dari tas-ku. Yah, aku belum terlalu fluent bahasa jepang, jadi aku masih membutuhkan kamus untuk berbicara.

“ano,,sumimasen (permisi)...apakah gantungan kuncimu?” tanya seseorang, akupun menoleh

“aah...” aku melihat tasku, benar saja, Gantungan kunci berupa hangul dari namaku sudah lenyap, sebagai gantinya ada ditangan cowo itu. “ne...ah..maksudku, hai,,arigatou..” ujarku seraya mengambil gantungan kunci itu dan memasangkan kembali ke tas-ku.

“hangguk saram? (orang korea?) ” tanya orang tiba

“eoh? Eo, hangguk saram ieyo,(ya, orang korea) kau juga?” balasku, cowo itu mengangguk.

“oniichan, ayo ke kelas, ngapain sih?” cowo yang lain datang lagi, wajahnya mirip dengan cowo yang memungut gantungan kunciku ini, hanya saja, terlihat lebih tegas(kapan karam mirip hyunmin?)

“ah, aku menemukan sesuatu, kau tau? Anak ini dari korea..” jelasnya exited

Cowo itu menatapku tajam, tidak tau apakah karena tak suka padaku atau memang sudah bawaan dari lahir, aku hanya tersenyum kikuk.

“ore wa karam desu, anata wa? (aku karam, dan kau?)” tanya cowo penolong itu penuh senyum

“a,,atashi no namae wa ji yeon desu..(na,,namaku jiyeon) ”

“aah,,oh ya,,kochira wa hyunmin desu (itu hyunmin) ” lanjutnya seraya menepuk bahu cowo seram itu

Flashback end

                Sudut bibirku terangkat ketika mengingat kejadian tadi pagi. Menyenangkan sekali bisa duduk di belakang orang yang tampan seperti karam. Wajah yang terlalu cantik untuk ukuran cowo, mata bulat, bibirnya tipis,kulitnya putih seperti susu, dan rambut coklat-nya yang terlihat sangat lembut. Sangat berbeda dengan adiknya tadi.

                Oke, ku akui anak itu tak kalah tampan dari kakaknya, matanya juga besar, hanya muka-nya lebih manly dan tegas dari karam, yah tapi ekspresinya itu, bisa dikatakan sangat tidak ramah.

“nah, anak anak mohon perhatiannya” suara mizuki sensei memecahkan lamunanku

“ ayo siapa yang mau mengajukan diri jadi pengurus kelas?”mizuki sensei mencoba memancing siswa yang terlihat ogah ogahan. Aku salah satunya,,soalnya pengalaman organisasi aku itu nyaris mendekati nol.hhe.

“bagaimana kalau karam senpai saja ..?dia kan memenuhi syarat selain itu dia juga lebih berpengalaman..” ujar seorang cewe  yang duduk didepan. Akupun ikut mengangguk-angguk tanda setuju. Ngomong ngomong kenapa ia dipanggil senpai?.

 “aku saja”ujar seorang cowok dari pojok belakang sana yang tidak lain dan tidak bukan adalah hyunmin !.hehh??. kenapa ada hyunmin disini?. Bukannya dia adiknya karam? Harusnya dia kelas satu kaan?.

”ok,,apa ada yang tidak setuju??”Tanya mizuki sensei..”setujuuuu!!”seru semua murid.
Kutatap karam yang duduk di sebelah ku,,ia ikut bertepuk tangan. yaah…ternyata dia juga tak berminat jadi ketua.

“lalu bagaimana wakil dari yang cewe?” mizuki sensei membuka forum lagi.

“dia saja” ujar hyunmin sambil menunjukku dan membuatku tersadar dari lamunan.semua mata menatapku.

“hahh??tapi kan aku anak baru sensei”ujarku karena merasa tak sanggup.

“kamu pasti bisa, seseorang itu diberikan kepercayaan bukan berdasarkan berapa lama orang tersebut menetap di suatu tempat. Jadi buktikanlah,,walaupun kamu baru disini tapi kamu bisa!!”ujarsensei sok menyemangatiku.

 “demo…sensei,,(tapi pak..) ” ucapku pelan.aku memang tak berani berbicara didepan banyak orang, lagian aku tak tau apa bahasa jepangnya “aku tak punya pengalaman berorganisasi”

”ya semua sudah setujukan..?”kata sensei.”sudaaaahhh”koor murid murid kompak, yah sebenernya mereka ngga mau repot juga disuruh mencari calon yang lain. Aku hanya bisa meletakkan kepalaku ke meja sambil meratapi nasibku.

*******
“hai..” sapa seorang anak cewe ketika jam istirahat, yah anak ini adalah anak yang duduk disampingku.

“hai..” balasku sambil tersenyum, cewe itu duduk di bangku karam. Yah ia langsung beranjak bersama hyunmin ketika bel istirahat berbunyi.

“aku chiharu...kau dari korea yah?”

Aku mengangguk

“whoaa,,,sugoii (keren) ,,,kalau begitu kau pernah bertemu super junior?” tanya chiharu exited

Aku menggeleng “tidak pernah, aku tidak begitu sering menonton konser..kau suka?”

“hai..hontoni daisukii..(ya, bener bener suka) ” serunya seraya memegang kedua pipinya dan mengangguk-ngangguk

Aku tersenyum kikuk dan menggaruk kepala meskipun tak gatal. Yah setidaknya aku mendapatkan teman baru.

“salam kenal chiharu” ujarku, dibalas oleh senyuman lebar chiharu.

“chiharu-chan” katanya lagi

**********

                Akhirnya bel pulang berbunyi, kamipun pulang. Hari pertamaku disekolah sangat menyenangkan, kecuali di bagian saat aku mejadi pengurus kelas gara gara si hyunmin itu. aku mendengus kesal.

“hei..” seseorang menyapaku

“ah, karam-ssi..”

Ia tersenyum” tak usah memanggilku formal begitu, panggil karam-ah saja, atau karam-kun juga boleh, asal jangan karam-chan saja...hehehe”

“ah,,ne..tapi” tiba tiba aku teringat sesuatu, ada satu hal yang sangat mengganjal dipikiranku

“tapi apa?”

“apa hyunmin itu adik kandungmu?” tanyaku ragu, matanya membulat

“hah? Tentu saja,,apa kami segitu tak miripnya?” ujarnya sembari menahan tawa
“bukan begitu,,kalo begitu,kalian kembar?” tebakku, karam menggeleng cepat

“lalu, kenapa bisa sekelas?”

Karam menatapku ragu dan menggaruk-garuk kepalanya dengan telunjuknya.

“ehm, tahun kemarin aku tak naik kelas..” jawabnya seraya terkekeh
EEEEEHHHHHHH? TINGGAL KELAS???

                Selang beberapa detik aku merasa ditimpa batu 100 ton. Karam-ah? Karam-ah yang tampan dan terlihat pintar begini tinggal kelas? YANG BENAR SAJA!!

“hahahaha..kau kaget?” katanya sambil memutar-mutarkan telunjuknya dimuka ku

“se,,sedikit,,”

Ia menepuk-nepuk pelan rambutku “ tenang saja, aku tinggal kelas karena absenku tak mencukupi, tahun kemaren aku lama dirumah sakit..”

“be,,begitu ya..” sekarang perasaanku antara lega dan khawatir. Lega karena ternyata karam tak naik kelas bukan karena ia bodoh. Khawatir karena, memangnya karam sakit apa, sampai sampai absennya tak mencukupi untuk naik kelas. Aku menatapnya, ia tersenyum lebar. Yah, yang penting sekarang ia terlihat sehat sehat saja.

“karam-ah”

“eum?”

“bolehkah aku memanggilmu oppa? Karam oppa..”

Karam tertegun kemudian tersenyum dan mengangguk. “tentu saja..”

****************

“hei, nanti ada pertemuan pengurus kelas jadi nanti jangan langsung pulang” ujar hyunmin yang menghampiriku saat jam istirahat, yah dengan tampang jutek tentunya.

Aku mendengus kesal “hai,,min-kun (iyaa hyunmin) ”

                Anak anak sekelas yang mendengar perkataanku jadi tertawa. Aku menoleh sekeliling heran, memangnya apa yang lucu?.

“min-kun? Kawaii..(imutnyaa)” ejek yoshito teman hyunmin, hyunmin menempeleng kepala temannya. Sepertinya cukup keras. Hei itu temanmu apa bukan.

“sok berkuasa sekali” umpatku dalam bahasa korea

“nani? (apa?) ”  tanyanya dengan tampang bloon

“mwoyaa? Kau tak mengerti bahasa korea? Kau orang korea bukan?” ejekku

“ah iya, dari dulu aku juga mikir, kau kan orang korea, kenapa tak bisa bahasa korea min-kun?” tanya yoshito

“haruskah?” katanya santai dan berbalik pergi, aku kesal mendengar jawabannya. Orang ini sok sekali, mentang mentang sekarang tinggal dijepang, melupakan budaya negri sendiri. Aku benar benar KESAL!

“pabooo!” teriakku sambil menendang punggungnya, sehingga ia menjadi sedikit oleng.

“HEI!” soraknya kesal

Akupun melongos pergi, dasar orang sombong! Baru segitu aja udah sombong!. Orang korea tentu harus bisa bahasa korea! PABOO!.

“jiyeon-chaaan!!!!!” panggil chiharu yang ternyata mengejarku.

“nani? Kenapa lari lari begitu?” tanyaku heran

“apa yang kau lakukan tadii?” ia terlihat panik

“tadi?” ujarku heran, “haha,,aku Cuma memberi sedikit pelajaran pada si idiot itu”

“sebaiknya kau tak mencari masalah dengan anak itu,,”

“eh, kenapa?”

“dia itu berandalan jiyeon-chan, sekali kau bermasalah dengannya kau akan bermasalah, dia orang yang suka bertengkar dan mencari masalah! Bahkan kabarnya ia sudah mengirim ratusan anak nakal ke rumah sakit!” jelas chiharu

“eoh?” untuk sesaat aku merasa mengalami de javu, entah kenapa aku pernah mendengar perkataan seperti ini sebelumnya, dan beberapa detik kemudian aku sadar, aku pernah membacanya dikomik. Aku terkekeh.

“kenapa tertawa?”  tanya chiharu heran

“chiharu-chaan,,kenapa jadinya seperti cerita dikomik komik? Kekekeke “ aku masih belum bisa menghentikan tawaku

“jiyeon-ah aku serius! Dia itu sejenis gangster!” chiharu menatapku dengan tatapan sangat meyakinkan. Tawaku-pun terhenti.

“kau..kau serius?” tanyaku memastikan lagi, chiharu mengangguk mantap/ mulutku menganga setengah senti. Telapak tangan ku tempelkan kedua pipiku.

TIDAAAK! YANG BENAR SAJA GANGSTER ADA DIDUNIA NYATA? BERARTI BARUSAN AKU MEMBUAT MASALAH DENGAN ORANG YANG PALING BERBAHAYA DISEKOLAH INI?.

“a,,aku,,apakah benar dia itu adiknya karam?” aku jadi meragukan pertalian darah mereka, bisa saja kan salah satu dari mereka adalah anak tiri atau anak pungut, secara mereka berdua sangat berbedaa,,BERBEDA JAUH!.

“kami memang bersaudara kok, dia adik kandungku” timpal seseorang dari melakang, serempak kamipun menoleh.

“ka,,karam oppa” ow tidak, rasa bersalah langsung menggorogotiku karena barusan mengejek saudaranya.

“kau,,kau dengar dari mana?” tanyaku ragu ragu

“dari awal” ujarnya santai. Owh tidak, ini benar benar buruk.

“yu,,yurushite kudasai(maafkan aku)”

“tak apa apa, hyunmin tampangnya emang jutek begitu, tapi dia bukan orang jahat kok, aku tau dia..” bela karam

                Caranya berbicara, tatapan matanya yang teduh, mata besar dan ke coklatan, aku seakan akan terhisap olehnya. DEG. Perasaan apa ini. Apakah penyebabnya gara gara aku ketahuan menjelek-jelekkan orang. Bukan, entah kenapa aku yakin bukan itu penyebabnya.

**********

Mati aku mati akuuuu…aku hanya bisa mengeluh sepulang dari pertemuan pengurus kelas. Disana atmosfernya bener bener menyeramkan karena min-kun yang duduk disampingku,,dan sekali sekali dia menatapku dengan tatapan membunuh..gyaaa bagaimana iniiiii. Aku tidak mau mati konyol. Aku menepuk jidatku pelan.

Krekk.aku membuka pintu kelas untuk mengambil tas ku,,yeahh..aku mau pulang secepatnya tanpa perlu bertemu cowo itu lagi.”waaa!”aku kaget. Didalam kelas ada karam oppa yang sedang terlelap . Manis sekalii. Mungkin dia menunggu adiknya yang menyebalkan itu? atau menungguku.lagi lagi aku menepuk jidatku, pabo, hayalanku sudah terlalu jauh.

Aku mendekati bangkunya, alasannya? Tentu saja untuk melihat wajah tidurnya dari dekat. Dan memastikan perasaan anehku akhir akhir ini. Eoh? Apa itu?. Tiba tiba aku menemukan sesuatu yang janggal, cairan merah kental mengalir dari hidungnya, bahkan sudah mengenai kemejanya.

“oppa! Karam oppa!” aku menepuk lengannya pelan.

“euhm?” ia menggeliat bangun “ah.. jiyeon-chan..” sapanya setengah sadar


“itu..” aku menunjuk ke arah sumber darah itu”oppa, kau,,kau mimisan”

“benarkah?” ujarnya seraya bangun, dan mendapati darah yang berasal dari hidungnya.

“ayo  ke ruang kesehatan” seruku panik seraya menariknya

*********

 “laa..?karam-kun..?kau kenapa?”Tanya dokter itu ketika kami sampai didepan pintu.sepertinya mereka sudah sangat mengenal. Karam oppa hanya berkata “entah lah”sambil tersenyum miris.

                “wah..sudah lama sekali kamu tak kesini , bagaimana pengobatanmu?” ujar dokter tersebut sambil mencoba menghentikan darah yang keluar dari hidung oppa.

“lumayan..sejauh ini menunjukkan gambaran yang positif”

“hehe,,benar juga..kau terlihat sangat sehat”

“bunkan hanya terlihat sensei,,saat ini aku merasa benar benar sehat…banyak hal yang ingin aku lakukan”katanya dengan penuh harapan.

“oh ya?apa itu?kau ingin kembali masuk klub sepak bola?” dokter sudah selesai menghentikan mimisan oppa

“hahaha..mungkin..tapi aku ngga yakin masih bisa berlari terlalu lama…sudah lama tak latihan pasti sekarang aku payah sekali, aku berencana mau bersekolah seperti biasa saja..aku tidak mau ikut klub apa apa”ujarnya

“loh..kenapa?”

“akhir akhir ini aku sibuk dengan kameraku..aku lagi senang fotografi sekarang,,hhe..y sudah kami permisi dulu ya”ujar karam oppa dan menarik ku keluar dari ruang kesehatan

“sepertinya oppa sudah langganan ke sana” tanyaku

“hahaha,,bener,,,hal seperti ini dulu sering terjadi..jadi lumayan sering lah aku kesana..”jawabnya santai

Hal seperti ini??kenapa dia bisa mengucapkannya dengan begitu santai.mimisan itu bukannya berbahaya. dan oppa bilang dulu ia sering mengalaminya. Sebenarnya oppa sakit apa??.aku ingin bertanya hal itu.tapi pertanyaan itu seolah tercekat di tenggorokanku.

“kenapa tiba tiba diam? Doushite? (kenapa/ada apa) ” Tanya karam oppa

“aa..ti..tidak apa apa…”

“kau mencemaskan ku?”

Aku tidak berani menatapnya bahkan menjawabnya

“ini biasa kok,,paling gara gara perubahan suhu” ujarnya sambil memegang kepalaku

“tak usah khawatir” lanjutnya lagi

Akupun hanya bisa mengangguk.

Lalu dari  kejauhan terlihat seseorang yang berlari ke arah kami .

 “oniichan!!!” ternyata itu si min-kun.

“ah…hyunmin-ah” kata oppa.

“kau kemana saja ..bukannya sudah kubilang tunggu dikelas sampai pertemuan selesai.oniichan jangan ngilang ngilang lagi donk”ujar sambil menenangkan nafasnya yang terengah engah.

“oniichan??kau  mimisan lagi?” serunya ketika melihat tisu yang bertengger dihidung karam oppa

“ahh..ia..”jawabnya santai.

“kau tak apa apa???apa perlu aku menelpon otosan (ayah)  biar bisa jemput kita?aku telpon ya?” si min-kun benar benar terlihat panik. Ternyata orang ini bisa panik juga pikirku.

Dia pun menelpon otosan-nya. Terlihat sekali bahwa dia sangat mencemaskan oniichan-nya.
“dasar paranoid,,,mimisan begini aja udah panik gitu..hhe” oppa diam diam mentertawakan adiknya.

“tentu saja dia panik oppa..aku pun begitu”

“hahahaha”karam oppa hanya tertawa.

**********

sepulang sekolah oppa langsung dibawa kerumah sakit oleh orang tuanya. Aku heran. Sebenarnya apa penyakit karam oppa?kenapa hanya karena mimisan yang disebabkan  perubahan suhu bisa menyebabkan mereka sekeluarga panik begitu..huuft. begitu banyak yang ingin ketahui tentang karam oppa karena begitu banyak pula hal yang tak kuketahui tentangnya.

oppa benar benar pribadi yang tidak bisa ditebak. Aku merasa hidup didunia yang berbeda dengannya. Sepertinya hidupnya sangat rumit..aku tak tahu apa itu. Sepertinya ia menyembunyikan hal yang penting. Tapi aku tidak berani mendunga duga,,karena kenyataan yang ada aku baru kenal dengannya. Dan juga bukan siapa siapanya. Entah kenapa pernyataanku barusan membuatku sedih sendiri.heh.

*********

“okasan (omma) ..aku hanya mimisan, ngapain pake ke dokter segala” keluh karam ketika baru memasuki mobil.

                “karam-ah..okasan Cuma mau pastikan kalau kau baik baik saja..”ujar mamanya.

                “aku sehat okasaan..aku ngga sakit,,,,sungguh,….aku tak apa apa …”ujarnya meyakinkan okasan-nya.

Setelah berpikir sejenak okasannyapun berkata “oke,,,tapi kalau nanti ada yang terasa sakit jangan disembunyikan..hyunmin-a  okasan minta kamu bener bener jaga..jangan sampai dia kenapa kenapa…”

“hai okasaan!!” seru karam bersemangat. Disusul oleh anggukan hyunmin.

********

Pagi ini aku kesiangan,, aku berlari dari rumah kesekolah dengan kecepatan penuh. Pagi itu aku bener bener berkeringat,padahal jam pertama hari ini olah raga juga. Jadi aku sudah berkeringat sebelum pelajaran olah raga dimulai.

                “ohayou!!”ucapku ketika baru memasuki kelas, ternyata kelas nyaris kosong. Yahh..mereka udah kelapangan semua. Akupun mengambil baju olah ragaku dan berniat menuju ruang ganti. “ohayo jiyeon-chan ” suara rendah seseorang mengagetkanku.

 “ah oppa..baru datang?”

“ iee (tidak) ,,,udah dari tadi..aku baru balik dari ngisi air buat bunga ini”

“ah, kau tak ikut olah raga?”

Ia menggeleng

“oo..kalau gitu aku duluan ya..” akupun mulai melangkahkan kakiku.

“jiyeon-chan”

Akupun berbalik. Karam oppa terlihat memalingkan wajahnya dan keadaan jadi hening sampai sampai aku takut detak jantung ku kedengaran.

“eum,,bisakah berhenti memanggilku oppa?” akhirnya ia membuka mulut

“eh kenapa?”

*TBC*

nah gimana? mohon feedback alias komentarnya yahh..arigatou:)