Tampilkan postingan dengan label HyungJun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HyungJun. Tampilkan semua postingan

TroubleMaker (4th Trouble part 2)

Jumat, 26 Agustus 2011


SiDers alias silent readers dilarang masuk


intinya FF ini Haram bagi yang pelit komen (sadisssz)

aku cuma mengharapkan Komen dan like dari kalian semua


author : Hashlin Panda


leave a comment and dont be a silent readers please^^


gamsa!!!



Yang pernah ngikutin FF ini sebelum-nya pasti(mungkin) udah tau,,,


Kalian tinggal ngebayangin Cast2 ini sama Idol yang menurut kalian cocok untuk peran2 ini (cielahhh)


kalau aku ngebayangin-nya kayak gini ::



Karam as Ye Jun


Sully as Nan Hee


Hyung Jun as Gong Chan


YuRi as Eun Joo







Gongchan sedang melaju dengan mobil sport kebanggaannya. Sekarang ia sedang menuju lokasi syuting. Menjalaskan rutinitasnya sebagai aktor.


“ye jun-ah,,mari makan siang bersama” ajaknya kepada seorang pria bernama ye jun. Seorang penyanyi yang merupakan aktor pendatang baru. Sebenarnya ia kurang menyukai pria ini, tapi karena ada seseorang yang meminta bantuannya terpaksa ia lakukan.


“gongchan-ssi,,tolong besok bawakan ye jun untukku disini kira kira ketika jam kalian istirahat...kumohon “ ujar nan hee pada gong chan lewat percakapan di telfon


Ya, karena nan hee, gadis yang ditemuinya ketika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Lee nan hee penyelamatnya, dan juga seseorang yang sangat disayanginya walaupun ia sudah menikah. Ya, aku memang selalu tidak beruntung kalau soal percintaan batinnya.


“gongchan-hyung..bukannya kita mau makan? Kenapa ke pantai? Kau mau makan seafood?” tanya ye jun, gongchan menggeleng dan menghentikan mobilnya.


“ ada seseorang yang menunggumu..” ujarnya sambil menunjuk keluar jendela, ia menunjuk seorang gadis yang sepertinya melukis di atas pasir pantai.


“nan hee-ah??” ucap ye jun heran, iapun segera beranjak dari mobil “ aku pergi dulu hyung, terimakasih” serunya, dan dengan segera berlari ke arah gadis itu.


Aku bodoh sekali, malah membantu mereka bertemu seperti ini, harusnya aku menghalangi mereka kan?, agar aku bisa merebut nan hee. Tapi sayang sekali, aku tak bisa melakukan itu nan hee,,,, kau sudah terlalu baik padaku, dan aku tidak mau menyakitimu. Asal kau bahagia itu sudah cukup, asal melihatmu tersenyum aku juga bisa tersenyum. Batinnya.


********


“nan hee-ah,,apa yang kau lakukan???” seru ye jun pada nan hee dari jauh


“oppa,,,saengil chukae,,,” teriaknya sambil memamerkan ucapan selamat ulang tahun yang digoreskannya dipasir pantai. ye jun sangat kaget melihat tulisan saengil chukae yang sangat besar di atas pasir yang dibuatkan nan hee untuknya. ye jun pun segera berlari ke arah nan hee, dan memelukknya.


“ gomawo jagiya..” ucapnya


“ne...” nan hee membalas pelukannya.


“ah,,oppa,,ini,,,hadiah ulang tahunnya...” nan hee mengeluarkan sesuatu dari baju hangatnya


“itu apa..?” tanya ye jun. Nan hee mebuka bungkusan itu dan mengeluarkan isinya.


“ aku membelikan ini untukmu..” ucapnya, dan iapun meraih tangan ye jun kemudian memasangkan jam tersebut.


“wahh,,ternyata sangat cocok..hehehe pilihanku memang tepat,,setiap kali oppa melihat jam ini oppa akan selalu ingat padaku” ujarnya sambil tersenyum puas


“bodoh, aku selalu mengingatmu...” ejek ye jun, nan hee membalasnya dengan senyuman.


“ gomawo...” ucap ye jun lagi, dan nan hee pun mengangguk.


“sekarang oppa pergilah...istirahat sebentar lagi habiskan?” kata nan hee


“benar juga,,kalau begitu kau tunggu dirumah ya! Hari ini aku akan pulang, kita lanjutkan partynya..” ujarnya tersenyum sambil mengenggam tangan nan hee.


“ aku pergi dulu,,,byeee....” ye jun pun berlari sambil melambaikan tangannya. Nan hee pun melambaikan tangannya.


“oppa!!!!” teriak nan hee ketika ye jun mulai menjauh, ye jun menghentikan larinya dan berbalik.


“saranghamnidaa~...” teriak nan hee dengan nada yang aneh


Ye jun tertawa, “nee!!!! nado, ,,jeongmal saranghamnidaa~,,,,,” balasnya, kemudian ia melambai dan melanjutkan perjalanannya. Setelah ye jun terlihat jauh nan he berkata pelan. “ selamat tinggal oppa..” dengan air mata yang menetes dipipinya.


Nan hee mengambil hape, dan melakukan panggilan. “ibu,,hari ini aku akan pulang”.


*******


Sesampaianya di apartemen aku segera membereskan barang barangku dan memasukkannya kedalam koper. Ya, aku sudah memutuskan untuk pergi ke jepang . Sebelum kejepang aku balik ke kampungku dulu. Akupun melihat tiket bus yang ku beli tadi, keberangkatan jam 5 sore. Aku harus pergi sebelum oppa pulang.


Aku melihat sekeliling rumah, mungkin ini terakhir kalinya aku menginjakkan kakiku dirumah ini. Aku menatap foto pernikahan kami, disana kami berdua tersenyum, yah walaupun aku tau senyuman itu tidak tulus. kau tunggu dirumah ya! Hari ini aku akan pulang, kita lanjutkan partynya.aku jadi teringat kata kata oppa.


“baiklah, satu malamm lagi saja aku disini,,bolehkan,,,” ujarku pelan dan segera berangkat untuk membeli kue ulang tahun. keinginan bersama oppa benar benar membuatku lemah. akupun memutuskan untuk menunda keberangkatanku.

********


“nan hee-ah,,hiasan ini kugantung disini yaa..” seru ji yeon. Nan hee mengangguk. “ya, nan hee...kenapa kau hanya membeli roti sponge yang polos..?” tanya hye mi. “aku mau mendekornya sendiri,,,kalian diamlah,,aku mau berkonsentrasi,,lanjutkan saja dekorasinya....” kata nan hee sambil mencari bahan bahan yang dibutuhkan.


“yaa,,nan hee-aah...” seru ji yeon dan hyemi, “ gomawoo,,” ucap nan hee dari dapur. Hari ini nan hee menelpon mereka untuk membantu dekorasi, ya, hari ini hari ulang tahun ye jun idola mereka, tentu saja mereka sangat bersemangat. Bahkan mereka sudah menyiapkan kado yang akan mereka titip ke nan hee untuk di berikan ke ye jun nanti.


Akhirnya pendekoran ruangan maupun kue ulang tahunpun selesai, mereka mengistirahatkan tubuh mereka didepan tv. Nan hee menghidupkan tv.


“ya, walaupun ye jun-nim sudah menggelar konferensi pers tapi beritanya masih saja tetap ada” komentar ji yeon ketika melihat berita tentang ye jun di tv.


“kasian sekali kalian nan hee-ah..” ujar hye mi prihatin


“keadaan ini tak lama lagi kok..” jawab nan hee


“maksudmu?” tanya hye mi


“ bukan kalian juga tau? Aku lulus unversitas tokyo,,tentu saja aku ke jepang...”


“lalu apa ye jun-nim akan ikut?” tanya jiyeon. Nan hee menggeleng “ tidak..”


“ya! Bagaimana bisa kau meninggalkan suamimu sendiri disaat saat begini? Harusnya kau mendukungnya..” omel ji yeon


“disaat saat begini kau harus disisinya,,” tambah hye mi


“aku,,sudah memutuskan akan meninggalkan oppa..” ujar nan hee pelan


“mwo??maksudmu?” seru ji yeon dan hyemi serempak


“mungkin berakhir dengan perceraian...” tambah nanhee, “nan hee sadarlaah..apa yang kau pikirkaan??aku tahu ini semua sulit,,tapi tabahlaah” ujar ji yeon sambil menguncang nguncak tubuh nan hee. “ tabahlah nan hee-ah..” rengek hyemi.


“ini juga demi kebaikannya, kalau aku pergi dari oppa, semua permasalahan ini akan selesai..” ucap nan hee saraya tersenyum miris, sedangkan kedua temannya Cuma bisa menatap nan hee dengan sedih. “maafkan kami tak bisa membantumu” ujar ji yeon lirih


“tidak apa apa,,kalian sudah sangat membantuku,,” jawab nan hee, “nan hee-ah,,besok kami akan menemanimu ke bandara..” pinta hye mi sambil memeluk nan hee, diikuti oleh hye mi. “gomawo,,aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian” ucap nan hee lirih.


********


Ye jun tersenyum senyum sendiri dilokasi syuting jika sudah mengingat kejadian tadi siang, nan hee memberikan suprise party untuknya. Walaupun selama ini dia sudah pernah mendapat suprise party yang lebih mewah atau hadiah yang lebih mahal, tapi baginya, suprise party dan hadiah dari nan hee adalah sebuah kado ulangtahun yang paling indah di hidupnya.


Ye jun mengacak isi tasnya, mencari sesuatu. Sebuah kotak yang berisi couple ring. Ya, cincin pernikahan mereka yang selama ini di pegang ye jun. Sebelumnya mereka berpikir mereka tidak membutuhkan cincin tersebut, tapi sekarang ye jun sudah berubah pikiran. Ia ingin mengenakan cincin itu, menandakan hubungannya dengan nan hee, dia memutuskan untuk tidak menyembunyikan statusnya lagi pada media. Ia memasang cincin miliknya pada jari manisnya. “ya, ternyata sangat bagus sekali,,,” gumamnya.


“PD-nim, apakah sceneku sudah selesai,,? Bolehkah aku pulang duluan?” ye jun minta izin kepada pak sutradara. Pak sutradara melihat jam, “sekarang masing jam 18.00,kenapa kau buru buru,,scenemu masih ada..” ujarnya dingin.


“kalau begitu, apakah bisa pengambilan gambarku diundur jadi besok saja,,soalnyaa---” ye jun beralasan tapi dipotong oleh PD-nim


“kau pikir syuting ini bisa berjalan seenak perutmu hah? Hari ini kau akan bergadang” seru PD-nim sambil meninggalkan ye jun yang bengong. “yang benar sajaa,,” gumamnya


Berkali kali ye jun melihat jamnya, jam yang tadi siang diberikan nan hee. Sekarang sudah jam 20.00. “aku tidak mau tau, pokoknya hari ini aku harus pulang bagaimana pun caranya..” gumamnya. Tiba tiba datang seorang staf “ ye jun-ssi,,kau dipanggil ke studio 3”.


“memangnya aku ada pengambilan gambar disana?” tanya ye jun heran, satf itu hanya mengangguk lalu pergi, dengan sangat malas iapun melangkahkan kakinya menuju studio 3.” Hari ini adalah ulang tahunku, tapi pekerjaanku bertambah berat,,akh,,aku ingin pulang” gerutunya.


Ketika ia sampai, ruang studio 3 terlihat gelap. “apa apaan ini? Apa staff tadi hanya mempermainkanku? Sungguh hari yang menyebalkan!!” teriaknya kesal. Tiba tiba lampu dihidupkan dan muncul suara teriakan orang orang. “saengil chukae park ye jun-ssi” teriak semua orang kompak.


Ye jun kaget, suprise party untuknya!. Disana ada para hyung-nya dari connect3, menejer, pd-nim, beserta kru kru yang lain. “whooa,,,gomawo,,” ujarnya takjub melihat suprise party yang begitu keren ini.


“ kami menyiapkannya untukmu,,” ujar jemin membawa kue ultah dengan lilin yang menyala, disampingnya ada kiseop dan eun joo noona.


“tiuplah lilinnya ye jun-ah..dan ucapkanlah permohonanmu,,” pinta eunjoo noona


Ye jun memejamkan matanya, memikirkan apakah permohonannya, sebenarnya begitu banyak permohonan yang ada dikepalanya, dan ia berkata “ semoga kebahagian selalu bersamaku, aku harap orang orang yang aku sayangi selalu ada disampingku..” lalu meniup lilin diiringi tepuk tangan orrang orang.


Partypun dimulai, begitu banyak makanan yang enak disini. Ye jun yang ingin pulang, tapi juga merasa tak enak melihat teman temannya yang sedang menikmati pesta. Ia melihat jam untuk kesekian kalinya sekarang jam 23.00, sudah sangat larut, apakah nan hee sudah tidur?. Iapun memutuskan untuk menelfon nan hee, dan menuju veranda studio.


“halo?” jawab nan hee diseberang


“jagiya,,maafkan aku pulang terlambat,,teman temanku mengadakan pesta juga disini, jadi aku tak bisa se----” belum selesai penjelasannya, pembicaraannya sudah dipotong oleh nan hee


“tidak apa apa, selamat berpesta..”


“ya, apakah kau marah..?”


“tidak, aku Cuma mengantuk,,”


“ya! Sifatmu itu jelek sekali, harusnya kau bilang, ya,,,aku akan menunggmu,,”


“ne,,araseoo...” teriak nan hee


“setelah ini aku akan pamit pada pd-nim, jadi kau jangan tidur dulu, ingat itu!” seru ye jun sembari memutuskan sambungan telefonnya. Dasar anak itu sifatnya jelek sekali.


“ sedang bertengkarkah?” tiba tiba sebuah suara mengejutkan ye jun, iapun menoleh kebelakang.


“noona?” ujarnya, eunjoo noona tersenyum, lalu berdiri disebelahnya, menyandar pada pagar veranda.


“ye jun-ah,,kau tak apa apa?” tanyanya


“aku? Aku baik baik saja noona..”


“benarkah?”


“hmm,,sebenarnya ada sedikit masalah,,kau tau kan? Soal pemberitaan itu,,tapi diluar semua itu aku baik baik saja” ujarnya sambil tersenyum, eun joo menatapnya


“ye jun-ah,,benarkah pak direktur menyuruhmu bercerai dengan nan hee?” tanya noona hati hati, ye jun terdiam, lalu mengangguk.


“lalu?” tanya noona lagi


“kami tidak akan bercerai,,” jawabnya mantap


“kau,,lalu bagaimana dengan kariermu?”


“mollayo,,mungkin aku harus beralih profesi,,” ujarnya sambil tertawa


“ye jun-ah,,aku tau bagaimana perjuanganmu bisa sampai tahap ini,,ikut audisi, training selama bertahun tahun, promosi kesanan kemari, dan lain-lain. apakah kau ingin melepaskan segalanya? Melepaskan apa yang telah kau perjuangkan selama ini..?”


Ye jun hanya diam, karena sebenarnya ia juga tidak punya jawaban atas pertanyaan noona barusan,


“aku,,,jika dulu aku tidak mengujimu,,mungkin keadaan tidak akan seperti ini” ucap noona lirih


“maksud noona?”


“bukankah sudah pernah kubilang, waktu itu aku hanya menguji keseriusanmu,,tapi..”


“sudahlah noona” potong ye jun, “berhentilah membahas masa lalu..” lanjutnya


“masa lalu? Hal itu terjadi bahkan belum 100 hari yang lalu ye jun-ah,,dan kau bilang itu masa lalu?”


“semua yang sudah terlewati adalah masa lalu noona..”


“karena itukah dulu kau bilang tidak ada kesempatan kedua bagiku?”tanya noona. Lagi lagi ye jun hanya diam, karena sebenarnya ia mengucapkan kata kata itu hanya untuk menakut nakuti noona , agar noona menerima pernyataannya pada saat itu, tapi sayang sekali strateginya tidak berhasil.


Eun joo terisak, ia tak dapat menahan air matanya lagi. “kenapa diam saja! kAtakanlah sesuatu!” seru noona yang sudah tak tahan melihat sikap ye jun yang dingin padanya.


“noona,,kau kenapa menangis?” ye jun heran melihat noona yang tiba tiba menangis. Noona terus menangis sesegukan.


“ka,,kalau begitu aku pulang dulu noona, sampai jumpa,,” ujar yejun lalu ia membalikkan tubuhnya, menuju studio, tiba tiba eun joo memeluknya dari belakang.


“noona,,apa yang kau lakukan? Lepaskan...” bisiknya


“jangan pergi ye jun-ah,,maafkan aku,,kembalilah padaku,,kembalilah menjadi seperti yang dulu lagi..” isak noona,


“aku yang dulu tidak akan pernah kembali lagi noona, mungkin dulu aku memang mencintaimu, tapi kau sia siakan, dan itu hanya akan jadi bagian dari masa laluku” ujarnya sambil melepaskan pelukan noona.


“lalu bagaimana dengan kariermu..? apakah kau akan mengorbankan semuanya demi nan hee?” tanya noona


“aku mohon padamu  noona, tak usah pedulikan urusan kami lagi, sekarang aku permisi dulu, nan hee sudah menungguku dirumah” ujarnya dingin sembari meninggalkan noona yang tangisnya semakin menjadi.


Sementara dibalik semua itu, jemin, kiseop, manejer-hyung mengintip semua kejadian tadi, mereka sangat kaget. aPakah itu benar benar park ye jun yang dikenalnya, park ye jun yang sangat egois dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri sekarang sudah memikirkan orang lain, bahkan mau mengorbankan segalanya demi orang tersebut. Orang yang merubah ye jun seperti itu adalah nan hee.


“baru kali ini aku melihat ye jun sekeren itu,,” bisik jemin


“uri ye jun,,sangat dewasa..” tambah ki seop


“nan hee-ah sangat hebat, bisa merubah ye jun menjadi seseorang seperti itu,,aku benar benar terharu,,benarkah merekah harus berpisah” ujar hyung-nim pelan, sedangkan mereka yang berdua lagi hanya manggut manggut.


**********


Ye jun membuka pintu apartemen mereka, ruangan terlihat sangat gelap. Apa si pabo itu sudah tidur?. Iapun memuka sepatunya lalu menghidupkan lampu.” Saengil chukae oppa!!” tiba tiba nan hee datang dari arah dapur sambil membawa kue dan lilin. Senyuman diwajah ye junpun mengembang, dan ia melangkah menuju nan hee.


“seperti biasa ucapkan permohonanmu dan tiup lilinnya..” ujar nan hee smbil menyodorkan kue tart cantik dengan lilin yang menyala.ye jun memejamkan matanya seraya mengucapkan permohonannya dalam hati kemudian meniup lilinnya.


“apa permohonanmu?” tanya nan hee


“aku tidak akan memberi tahumu,,” ujarnya sambil menjulurkan lidah, nan hee menatapnya sebal.


“whoaa,,,ini semua kau yang menyiapkan” seru ye jun melihat dekorasi ruang tengah


“ji yeon dan hye mi membantuku,,,kau tau,,kue ini aku sendiri yang mendekornya..” ucap nan hee bangga seraya meletakkan tart itu di meja depan tivi kemudian duduk disofa.


“gomawo jagiya..” ye jun pun duduk disebelahnya. Merekapun menikmati kue dan hidangan yang telah disiapkan nan hee.


“nan hee-ah,,kesinikan tanganmu..” ujar ye jun pelan, nan hee menatapnya heran dan mengulurkan tangannya.


“ada apakah?” tanyanya, ye jun mengeluarkan sesuatu dari kantong nya, kotak cincin pernikahan mereka.


“he,,bukan kah itu..” tebak nan hee


“ya, cincin pernikahan yang selama ini kita lupakan..” ujar ye jun sambil mengambil tangan nan hee


“sekarang aku akan memasangkannya dijarimu” dan iapun memasangkan cincin itu di jari manis nanhee


“pasangkan untukku juga” lanjut ye jun sambil memberikan cicncin ke tangan nan hee, nan hee mengangguk dan tersenyum lalu memasangkan cincin di jari ye jun.


“nan hee-ah,,aku sudah memutuskan akan berkata jujur pada media..”


“maksud oppa?”


“iaa,memberitahukan hubungan kita ke media,,dalam waktu dekat ini..”


“bukannya..bukannya president mengancam oppa,,jika tidak bercerai ia akan mengeluarkan oppa dari agency?” tanya nan hee pelan


“ bagaimana kau bisa tau hal itu? Tanya ye jun heran


“errmm,,gong chan yang memberi tahuku..”


“soal itu,,,”


“oppa tidak usah berbuat sampai seperti itu demi aku,,” ujar nan hee seraya menggenggam tangan ye jun


“maksudmu,,?” tanay ye jun heran, tapi nan hee tak menjawab apa apa, ia melepaskan genggaman tangannya dari ye jun, tapi dengan cepat ye jun kembali menggenggam tangan nan hee.


“maksudmu berkata begitu apa?” tanyanya lagi


“tidak ada maksud apa apa,,”ujar nan hee tersenyum.


*******


“ibu benarkah nan hee pulang?” tanya seung hyun siang itu dirumahku. Ibu mengangguk dan mempersilakan seung hyun kekamarku.


“nan hee-ah..!” serunya ketika membuka pintu kamarku


“aa,,seung hyun ah,,sudah lama tak nertemu,,kangen sekali...”


“kenapa kau disini?aku dengar dari ibu katanya kau akan pindah ke jepang?” tanyanya panik


Aku mengangguk “iya,,aku mendapatkan beasiswa,,hebatkan..”


“lalu bagaimana dengan ye jun-nim?”


Aku terdiam , lalu berkata “ aku memutuskan untuk bercerai...”


“nan hee-ah? Apakah aku salah dengar? Dulu di telfon kau mengatakan kau sudah mulai mencintainya,,kenapa sekarang mau bercerai? Apa karena masalah skandal ye jun-nim itu?”


“ini yang terbaik...perusahaan mengancam akan memecatnya jika tak bercerai denganku,,”


“apa? Jadi demi kariernya dia menceraikanmu?”


“tidak,,akulah yang meninggalkannya,,”


“tapi kenapa?”


“kenapa kau masih bertanya seung hyun ah..tentu saja karena aku sangaat mencintainya, jadi aku meninggalkannya, agar kariernya yang sudah lama ia bangun tidak hancur!!”


“apa kau yakin ini akan membuatnya bahagia..?”


“mollayo,,,yang jelas aku sudah berusaha dengan caraku sendiri, ibu juga sudah setuju,,besok pagi pagi aku akan ke seoul menemui mertuaku, dan langsung ke bandara menuju tokyo..” kelasku panjang lebar. Seung hyun menatapku kasihan.


“jangan menatapku seperti itu seung hyun-ah..” ujarku sambil tersenyum, seung hyun menangis dan memelukku.


“maafkan aku tak bisa membantumu nan hee-ah...”.


***********


Seperti dugaanku, appa dan omma sangat kaget dengan keputusanku. Mereka mecegahku, tapi aku benar benar tidak bisa mundur lagi, ini keputusan yang sudah aku pikirkan masak masak. Orang tuaku yang ikut bersamaku juga ikut membantu menjelaskan keadaan yang ada. Aku benar benar minta maaf pada mereka dan berkata aku sangat menyayangi keluarga ini. Untuk saat ini aku merasa inilah jalan yang terbaik, dan kami memang tak punya banyak pilihan. Kutatap oppa yang dari tadi hanya menunduk tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“aku perlu bicara berdua dengan nan hee dulu” ujarnya lalu menarik tanganku menuju balkon rumah, sedangkan orang tua kami hanya bisa saling beratatapan.


“benarkah keputusan ini diambil berdasarkan hatimu yang paling dalam?” tanya ye jun pelan tapi penuh emosi, aku mengangguk. “ jangan hanya mengangguk, jawab aku, apakah itu adalah keinginan hati kecilmu?” tanya ye jun yang tampaknya sudah tidak bisa menahan emosinya lagi


“iya, aku sudah memikirkan ini masak masak,” jawabku pendek


“nan hee-ah,,,untuk menyelesaikan masalah ini kita tidak perlu bercerai..”


“kita tak punya pilihan lagi oppa,,,”


“kau bicara apa? Kita masih memiliki banyak pilihan..”


“kalau begitu coba sebutkan padaku? Apa yang akan kau lakukan jika kau nanti keluar dari perusahaanmu?”


“aku masih bisa mencari pekerjaan yang lain nan hee-ah...”


“tidak bisa begitu oppa,,untuk sampai titik ini aku yakin perjuanganmu tidak gampang, dan aku juga tak mau merusak kariermu sekarang,”


“nan hee-ah..”


“lalu, apa kau tak memikirkanku? jika mereka tau apa nanti jadinya pandangan masyarakat padaku, mungkin saja aku akan dihabisi oleh penggermarmu, mungkin selanjutnya hidupku tidak akan normal lagi, dan perkuliahankupun akan terganggu” jelasku sambil melepaskan cincin pernikahan kami dari tanganku dan menyerahkannya pada oppa.


Oppa hanya terdiam sambil menatap cincin itu“ ini adalah pilihan yang terbaik untuk saat ini oppa, kalau begitu aku pergi dulu” akupun melangkahkan kakiku meninggalkannya.


“aku mau mengorbankan segalanya untukmu, tapi apakah kau juga tak bisa berkorban untukku nan hee-ah?” serunya


“maaf, aku tak bisa oppa” ujarku dingin, walau sebenarnya hatiku sangat sakit, aku ingin menangis tapi kutahan, oppa inilah pengorbananku untukmu, aku tak ingin kariermu selama ini akan hancur begitu saja olehku.


*******


Nomor yang selanjutnya akan kuhubungi sekarang adalah gongchan, orang yang selalu membantuku selama ini. “ halo..” jawabnya


“gongchan-ssi,,bisa kah kau menjaga rahasia?” tanyaku


“kau punya banyak rahasia nan hee-ah,,apakah itu..”


“jika aku mengatakan aku sekarang sedang menuju bandara dan akan naik penerbangan ke tokyo sore ini kau tidak akan mengatakannya ke siapa siapa kan?”


“apa? Maksudmu?” tanyanya


“ aku akan pergi kuliah ke tokyo,,jadi sekarang aku mau pamit..”


“tokyo??!,” jawab gongchan kaget


“terimakasih atas bantuanmu selama ini dan maaf sudah merepotkanmu selama ini..” akupun menutup sambungan teleponnya,

******


“nan hee-ah..jangan pergii...” rengek ji yeon


“maaf ji yeon ah,,permintaanmu tidak terkabul,,” jawabku sambil meletakkan telunjukku dikeningnya


“nan hee-ah..” ini lagi tambah satu lagi rengekan hye mi, harusnya aku tidak membiarkan menemaniku di bandara.


“ aku pasti akan sering telepon, sms, facebook, twitter,,,masih banyak cara kita untuk berkomunikasikan..”ujarku menenangkan mereka


“tapi tetap sajaa,,” rengek ji yeon semakin parah


“ nan hee-ah,,mana suamimu,,kenapa dia tak mengantarmu..” tanya hyemi


“ dia mungkin sekarang sangat membenciku..”


“apa?” teriak mereka berdua


“aku takut,,jika sekarang melihatnya hatiku akan melemah, sekarang aku harus menguatkan hatiku, aku akan belajar ke jepang yeeii!!!” ujarku sambil menyemangati diri sendiri


“nan hee-ah..” panggilan seorang pria mengagetkan kami.


“go...”aku langsung menutup mulutku, sedang ji yeon dan hye mi sudah seperti orang yang hilang kesadaran.


“kau mau pergi kemana” gongchan memakai kacamata hitam yang dulu pernah kuberikan padanya.


“bukankan tadi sudah ku bilang? Aku akan pergi ke jepang un------” tiba tiba gongchan memelukku.


“kenapa..kenapa kau pergi..?” tanyanya


“a..aku,,Cuma tidak ingin kariernya berakhir..aku Cuma ingin dia bahagia,,”


“haruskah dengan cara seperti ini?”


aku mengamnggukkan kepalaku,,


“ lalu bagaimana denganku? Kau tidak memikirkan bagaiman perasaanku?”


“gong,,gong chan-ssi..?”


“ aku harus bagaimana kalau tak bisa bertemu denganmu lagi? Selama ini aku menyembunyikan perasaanku padamu, menolong hubunganmu denga ye jun walaupun hatiku terasa sangat sakit, cerita ceritamu tentanagnnya,,tetap aku dengarkan,,karena aku berpikir jika kau masih tetap tersenyum kepadaku,,walaupun hanya sebagai teman itu sudah cukup,,tapi,,sekarang? Kau mau pergi..?” jelas gongchan dengan penuh emosi, aku sangat kaget dengan pernyataan gongchan barusan, apakah gongchan menyukaiku?, berarti selama ini aku sudah membuatnya menderita. Tanpa disadari air mataku menetes.


“maafkan aku,,” hanya itu yang bisa aku katakan sekarang


“lain waktu,,jika kita bertemu lagi aku akan membalas kebaikanmu,,,aku sangat bahagia bertemu denganmu, mempunyai teman sepertimu,,yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya,,joengmal,,gomawo...” ucapku


Pengumuman keberangkatanpun berkumandang. “ aku pergi dulu ya,,” ucapku sambil memeluk mereka satu persatu . gongchan memelukku erat dan aku menepuk nepuk pundaknya. “sampai jumpa lagi,,suatu saat kau pasti menemukan kebahagiaanmu gongchan, hwaithing~” ujarku sambil tersenyum.dan menuju ke pintu keberangkatan.


Sementara itu


Ye jun berlari lari dibandara, melihat kiri kanan merusaha mencari sosok seseorang, ya, lee nan hee, sesorang yang baru saja menceraikannya beberapa waktu yang lalu. Sudah lama ia berputar mencari sosok nan he yang masih belum ditemukan, hingga akhirnya ia melihat sosok nan hee didekat pintu keberangkatan, dan hendak menuju kesana tiba tiba ia menghentikan langkahnya, ia melihat ada gongchan disana, gongchan memeluk nan hee erat, lalu nan hee menepuk nepuk punggung gongchan dan tersenyum padanya.


Ye jun mematung melihat kejadian itu “nan hee-ah,,sampai beberapa saat tadi aku masih berpikir kau melakukan semua ini demi aku, tapi setelah melihat semua ini, aku menyadari bahwa semuanya hanya untuk dirimu sendiri, sungguh wanita yang egois..” ujarnya lirih dan tanpa sadar air matanyapun menetes. “dan aku adalah orang yang bodoh yang sangat mencintai wanita pembuat masalah dan egois itu,,,”


Sebelum masuk kepintu keberangkatan nan hee tengok kiri kanan, mencari sosok ye jun yang sebenarnya masih ia harapkan untuk datang. Sudah kuduga si phabo park ye jun itu tidak akan datang, kenapa aku masih mengharapkannya? nan heepun meneruskan langkahnya, selamat tinggal park ye jun yang sangat kucintai, batinnya dalam hati.dengan air mata yang mengalir deras dipipinya.


*********


next!!!!!! Last Part

TroubleMaker (4th Trouble part 1)

Kamis, 25 Agustus 2011


SiDers alias silent readers dilarang masuk

intinya FF ini Haram bagi yang pelit komen (sadisssz)



aku cuma mengharapkan Komen dan like dari kalian semua



author : Hashlin Panda

leave a comment and dont be a silent readers please^^

gamsa!!!



Yang pernah ngikutin FF ini sebelum-nya pasti(mungkin) udah tau,,,

Kalian tinggal ngebayangin Cast2 ini sama Idol yang menurut kalian cocok untuk peran2 ini (cielahhh)



kalau aku ngebayangin-nya kayak gini ::



Karam as Ye Jun

Sully as Nan Hee

Hyung Jun as Gong Chan

YuRi as Eun Joo





“ ye jun-ahh,, manejer mu datang dan menyuruhmu menemuinya di ruang meeting..” ujar seorang staf kepada ye jun

“benarkah? Ada apa sampai mencariku pagi pagi kelokasi syuting” tanya ye jun heran

“errmm..pokoknya kau kesana saja dulu,,disana juga ada pak sutradara dan pak produser,,” jawab staff itu aneh dan segera pergi.

Ada apakah?. Ada hal yang penting apa?.tanya ye jun dalam hati sembari melangkahkan kakinya menuju ruang meeting.

                Sesampainya disana, ada banyak orang, seperti yang dikatakan staff tadi ada manejer-hyung, pak sutradara, pak produser, bahkan jemin dan kiseop-pun ada. Memang banyak orang, tapi suasana begitu hening.

“annyonghaseyoo,,” sapa ye jun  sembari membungkuk, semua orang diruangan itu menatapnya, lalu pak sutradara berkata “ duduklah disini ye jun-ssi..” ujarnya sambil menunjuk bangku yang kosong disebelahnya.

                Setelah duduk, ye jun menatap sekelilingnya. Atmosfer yang dirasakannya sangatlah aneh, apakah terjadi sesuatu?. Tiba tiba pak sutradara menghempaskan beberapa koran dan tabloid di atas meja sehingga menimbulkan bunyi yang membuat orang seruangan kaget. Terlebih lagi ye jun.

“aa,,ada apakah?” tanya ye jun yang masih belum mengerti dengan situasi ini.

“ lihatlah ini..” menejer-hyung menyodorkan semua tumpukan koran itu pada ye jun. Ye jun sangat kaget, dihalaman depan ada foto fotonya dengan nan hee, foto mereka berdua saat di belakang gedung beberapa waktu yang lalu, dengan headline 


MAKNAE CONNECT3 PARK YE JUN SUDAH MEMPUNYAI ISTRI?.

                Ye jun tak bisa berkata kata, ia hanya bisa mempelototi koran koran dan tabloid tadi.
“apa maksudnya ini park ye jun-ssi” teriak pak sutradara, terdengar sangat marah, Ye jun yang masih shock dengan berita yang dilihatnya hanya bisa menggeleng geleng. 

“ii,,ini,,,” ujarnya lirih.

“dia bukann istrinya ye jun pak sutradara” manejer-hyung berinsiatif menjawab, mendengar manejer mengatakan hal begitu, ye jun hanya mengikuti sesuai yang manejernya rencanakan.

“benarkah itu park ye jun-ssi” tanya sutradara padanya sambil melotot

“ya...pak sutradara..” jawabnya pelan

“kau tau?! Gara gara berita jelekmu ini bisa mempengaruhi film ku tau? Apa kau ingin dikeluarkan?!” seru pak sutradara

“ ti,,,tidak pak,,”sanggah ye jun.
“ pak sutradara,,itu,,itu hanya kesalah pahaman,,itu Cuma fans fanaticnya ye jun yang menyerangnya tiba tiba” jelas menejer hyung sambil menatap ye jun. Sedangkan kiseop dan je min terlihat mengangguk ngangguk.

“ aku tak mau tau! Pokoknya kalian harus menyelsaikan masalah ini dengan segera, atau aku akan memperhitungkan keberadaanmu disini ye jun-ssi..” seru pak sutradara lagi, kemudian ia, pak produser dan beberapa staff yang lain keluar dari ruangan. Sekarang hanya tertinggal ye jun, manajer, kiseop dan je min.

“ ayo ye jun, kita diskusikan dikantor” manajer hyung beranjak dari kursi. Jemin dan kiseop merangkul ye jun yang terlihat sangat shock.

*********

                Hari ni aku tidak menemani gongchan bekerja, karena hari ni tidak ada scene gongchan. Jadi hari ini libur. Sepertinya ye jun juga tak pulang. Rumah benar benar terlihat berantakan karena akhir akhir ini kami jarang dirumah. Hah, aku merindukannya. Aku merebahkan tubuhku disofa. Tak lama kemudian terdengar bunyi bel, akupun segera membukanya ternyata jiyeon dan hyemi, tapi..mereka terlihat aneh.

“ nan hee-ah!!!!” seru mereka ketika aku membuka pintu, dan mereka langsung menarikku kedalam dan duduk disofa.

“err,,kalian mau minum apa?” tanyaku

“ ini bukan saatnya untuk santai nan hee-ah..lihat ini” ujar hye mi sambil menghidupkan TV. Aku kaget, disana ada berita tentang aku dan oppa! Beritanya benar benar tidak mengenakkan.

“semua koran pagi ini membahas kalian..” ucap ji yeon sambil menyerahkan beberapa koran padaku. Aku sangat kaget, kenapa bisa ketahuan? Bagaimana mereka bisa menemukan kami? Bagaimana dengan oppa?.

“ nan hee-ah bagaimana ini? Memang nama dan wajahmu tak terlihat jelas disana,,tapi bagaimana dengan ye jun-nim? Imagenya pasti rusak..hhuhuhuh” tangis ji yeon. Aku masih kaget sehingga tidak membalas perkataan ji yeon tadi.

“nan hee-ah,telfon lah ye jun-nim,,tanyakan keadaannya..” seru hyemi, sambil menyodorkan hapeku yang terletak diatas meja. Akupun langsung menghubungin oppa.tapi,,,

“tidak diangkat,,” ucapku pelan

“bagaimana ini?” kata ji yeon panik

“kau coba lagi lah nan hee-ah..” saran hyemi, aku menggeleng “nanti saja” ucapku pelan. Ji yeon dan hyemi menatapku.

“sabar ya nan hee-ah,,bagaimanapun kami akan mendukung dan melindungimu!!!” teriak mereka berdua, aku menatap mereka dengan mata yang berkaca kaca. Mereka berdua memelukku erat, tangis yang dari tadi ku tahan akhirnya pecah juga, bagaimana ini? Apakah ye jun baik baik saja?. Aku sangat mencemaskan keadaanmu oppa.

**********
                Sekarang ye jun berada dikantor agency-nya SNENTERTAIMENT, mereka mengadakan rapat ermegency di ruang meeting kantor.

“bisakah kau jelaskan ye jun-ssi..?” tanya menejer-hyung

“aa,,aku juga tak tau hyung, aku tak tau kalau ada wartawan yang mengikuti kami..” jelas ye jun

"sekarang harus bagaimana?” tanya ki seop

“ ye jun hanya perlu melanjutkan kebohongan yang kukatakan tadi..” ucap manejer hyung

“maksudnya..?” tanya ye jun

“ siang ini kita menggelar konferensi press, kau katakan lah pada wartawan kalau dia bukan istrimu, hanya fans yang menyerangmu tiba tiba, katakan kalau kau tak mengenalnya..” seru hyung

“ lalu bagaimana dengan nan hee-ah?” ucap ye jun lirih

“ kau masih memikirkannya? Apa kau tak tau posisimu sekarang terancam? Apa kau tak tau bagaimana pandangan masyarakat jika kau yang berusia 21 tahun sudah menikah dengan gadis yang biasa biasa saja? Bagaimana dengan fans mu ha? Kau tak memikirkan mereka yang sudah mendukungmu?” jelas hyung panjang . ye jun hanya terdiam mendegar penjelasan hyung-nya. Ia menatap je min dan ki seop yang terlihat juga tak dapat berbuat apa apa.

“ saat seperti ini kau masih memikirkan perasaan istrimu hah?” tiba tiba terdengar sebuah suara, suara president Snentertaiment. “president?!” sontak semua yang diruangan berdiri dan memberi hormat, lalu presiden memberi isyarat mereka untuk duduk.

“ ye jun-ssi,,aku hanya akan bertanya satu hal dan tolong jawab dengan jujur,” ujar president . ye jun pun mengangguk.

“apakah benar gadis difoto ini adalah istrimu?” tanyanya

“ya,,pak president..” jawab ye jun sambil mengangguk sementara manajer, kiseop dan je min Cuma bisa menunduk.

“kenapa tak satupun dari kalian yang memberi tahuku?” tanya president sambil menatap manajer hyung

“ sesonghamnida pak direktur..” ucap manejer hyung lirih sambil membungkuk

“ kalau begitu hanya ada satu solusi untuk mempertahankanmu diperusahaan ini” pinta pak president. Ye jun kaget, apakah itu maksudnya ia terancam dikeluarkan?.

“ ceraikan istrimu, atau kau yang keluar dari perusahaan ini, jika kau sudah menceraikan istrimu kami bisa membantumu menyelesaikan masalah ini agar keadaan kembali seperti semula, kau mengerti?” tanyanya, ye jun hanya bisa bengong, ia merasa setengah kesadarannya sudah hilang.

“ ikuti kata manejermu, katakan kau tak mengenal gadis itu, lalu ceraikan dia, paling lama dalam minggu ini, atau kau yang menginjakkan kaki dari perusahaan ini” ancam pak direktur sembari bangkit dari tempat duduknya, sedangkan ye jun masih belum bereaksi apa apa.

“ rakyat korea tak butuh seorang idol muda yang sudah memiliki seorang istri” tambah direktur sebelum ia meninggalkan ruangan. Ye jun menungkupkan kepalanya keeja. “apa yang harus aku lakukan?” ujarnya lirih. Jemin dan kiseop menepuk nepuk punggung sahabatnya yang sangat terpuruk. Berharap hal ini dapat menenangkannya.

“ baiklah, sekarang kita menyiapkan statmen  saat konferensi pers nanti” ujar hyung membuka diskusi.

*********

                Rolly~PollY~RollY~Polly~, hPku berdering, sepertinya kami bertiga teridur di depan tivi., karena menangis ber jam jam tadi.

“halo,,,” jawabku dengan kesadaran yang masih belum penuh

“nan hee-ah,,kau baik baik saja?”  tanya gongchan panik

“aku tak apa apa gong chan..” jawabku, walaupun sebenarnya aku merasa sangat sangat tidak baik.

“ kau dimana sekarang?”

“aku? Aku sekarang dirumah..”

“ aku jemput ya,,” ujarnya lalu ia menutup telfon.

*******

“hhh,,terjadi masalah yang begitu besar,, “ujarku kepada gongchan. Sekarang kami berada didalam mobil gongchan, tapi belum jauh dari apartemenku.

“sekarang apa rencanamu?” tanyanya

“ aku tak tau,,” ujarku sambil menggeleng. “aku bahkan tidak bisa menghubunginya”

“kau tau,,sekarang ye jun terancam dipecat...” ujar gong chan lirih

“kenapa? Apa karena aku??”

Gongchan mengangguk “ president berkata ia tak butuh seorang idol yang sudah menikah..”

Aku tertunduk ”apakah itu,,artinya,,aku harus bercerai dengan oppa?”

Gongchan menatapku, tanpa berkata apa apa. Tapi aku tau jawabannya dari tatapan gongchan,
“kau tau kau sudah memiliki jutaan musuh sekarang..” ujar gong chan sambil mengacak ngacak rambutku

“ aku tau,,fans-nya oppa, bisa bisa aku dibunuh mereka..”  ujarku sambil tertawa kecil

“ternyata kebahagiaanku masih jauh,,,” ucapku lirih

“masih ada aku nan hee-ah,,aku tetap akan melindungimu,,” ucap gongchan sambil menatapku dalam. Apa maksudnya itu, tapi untuk keadaan sekarang aku malas untuk menganalisis maksud perkataan gongchan barusan, dan aku hanya tersenyum tipis.

“ kalau begitu aku pamit dulu, dirumah sekrang ada teman temanku..” pamitku lalu keluar dari mobilnya gongchan. Gongchan melambaikan tangannya.

                Benarkah itu? Benarkah oppa dalam keadaan yang terancam? Haruskah aku bercerai dengan oppa? Haruskah aku bercerai dengannya sementara sekarang aku sudah terlanjur sangat mencintainya. Aku tak yakin bisa melakukannya, tapi aku juga tak ingin karier oppa hancur.

                Ketika sedang menaiki tangga hapeku berbunyi. Rolly polli rolly polly. Dari ye jun oppa, akupun segera mengangkatnya.

“ halo,,oppa..” jawabku

“ kau dimana sekarang?” tanyanya

“aku,?,sekarang,,aku baru saja masuk rumah..” jawabku sambil membuka pintu, aku kaget, aku menemukan oppa sedang berdiri dalam rumah.

“didalam rumah?” oppapun mengalikan pandangannya ke pintu, dimana sudah ada aku yang sedang berdiri mematung. Oppa memutuskan teleponnya dan tersenyum ke arahku. Aku langsung berlari ke arahnya dan memeluknya, lalu oppa membalas pelukanku. Akan tetapi aku ingat kalau ji yeon dan hye mi ada dirumah, aku segera melepas pelukan dan mengalihkan pandangan ke ruang tv.

“hah? Ternyata mereka sudah pulang...” ujarku lega

“kenapa?” tanya oppa, aku menggeleng “tadi ji yeon dan hye mi datang berkunjung” terangku

“nan hee-ah dengarkan aku,,apa pun yang kau lihat di TV itu adalah bohong, semuanya bohong,,kau mengerti..?”tatar oppa

“bohong? Maksudmu..?” tanyaku heran

“sekarang aku pergi dulu, jangan percaya pada orang lain, percaya apa yang aku katakan padamu secara langsung..per----”

“aku percaya oppa..” ujarku memotong pembicaraannya yang berusaha untuk meyakinkan aku

“baiklah,,apapun yang aku katakan di tivi adalah bohong...” ujarnya lagi, aku mengangguk.

“saranghamnida..” katanya sambil mengecup keningku, aku kaget. Benarkah yang kudengar barusan?.

“aku pergi dulu...sehabis ini pergilah ke tempat omma,,nanti malam kita bertemu disana,,aku sudah bilang ke mereke,,bye..” ucapnya buru buru.

                Hei tunggu oppa. Apakah tadi itu pernyataan cinta?. Oppa suka padaku?. Aku tidak salah dengarkah?. Yang benar sajaa,,mana ada pernyataan cinta yang terburu buru seperti itu,,hah,,pasti aku salah dengar.

*********

“baiklah,,kami dari perwakilan SNENTERTAIMENT mengumpulkan para wartawan siang ini bermaksud meluruskan kesalahpahaman para wartawan dan masyarakat terhadap artis kami park ye jun,,silakan anda menanyakan beberapa pertanyaan..” ujar manejer hyung membuka konferensi pers

“apakah benar anda telah menikah park ye jun-ssi..?” tanya seorang wartawan

“ sama sekali belum, anda dapat menanyakan keluarga saya atau melihat ke balai pernikahan bahwa status saya sampai sekarang masih single” jawab ye jun

“ kalau begitu siapa gadis yang bersama anda? Kenapa terlihat begitu dekat?” tanya wartawan yang lain

“ itu Cuma fans yang mendekatinya lalu tiba tiba menyerangnya, jadi anda jangan salah paham..itu hanya kecelakaan saya, tidak ada unsur kesengajaan dari pihak ye jun” kali ini menejer hyung yang menjawab, ye jun mengangguk ngangguk.

“saya dengar karena berita kali ini posisi anda di film REAL FACT OF LOVE terancam benarkah itu?” pertanyaan terus bergulir

“kami sudah menjelaskan apa yang tidak benar disini, sekali lagi kami menegaskan bahwa park ye jun belum pernah menikah dan gadis yang di foto itu hanyalah fansnya, sekian dulu terimakasih” tutup menejer mengakhiri konferesi pers, dan ia lalu ye jun berserta perwakilan lain pergi meninggalkan ruang konferensi tersebut.

KLIK, aku mematikan TV.


                Tidak apa apa,,tidak apa apa,,,tadi oppa kan sudah bilang padaku bahwa semua yang di TV itu adalah bohong,,,semua bohong,,,aku harus percaya oppa,,aku percaya oppa,,tapi walaupun tau itu bohong hatiku tetap sakit. Perasaanku sangat hancur sekarang, aku Cuma bisa menangis sekarang,,sendirian,,apakah oppa akan meninggalkanku


**********

                “nan hee-ah,,kau tak apa apa..?” tanya omma, aku mengangguk sambil meminum teh yang omma suguhkan. Seperti yang oppa katakan , Tadi appa menjemputku dan mengajakku untuk kerumah. Kami melewati pintu belakang karena sekarang didepan rumah sangat dipenuhi wartawan.

“hahh,,sebenarnya mau sampai kapan wartawan wartawan itu berdiri didepan rumah kita..? appa lakukan lah sesuatu..” keluh omma, wartawan sudah memenuhi depan rumah semenjak pagi tadi.

“percuma,,mereka tidak mendengarkan perkataanku...” kata appa

“nan hee-ah,,kau,,kau percaya pada suamimu kan? Semua yang dikatakannya di tivi tadi hanya bohong,,kau taukan?” tanya omma panik, aku mengangguk sambil tersenyum kecil.

“ya omma, dia juga sudah menyampaikan padaku tadi,,aku percaya padanya..” ujarku lirih

“syukurlah,,,aku cemas sekali kalau sampai nan hee mempercayainya” ucap appa, paling tidak sekarang hatiku sudah lumayan tenang, bersama omma dan appa yang menyayangiku membuat hatiku lebih baik.

                Tiba tiba hape appa berdering. “ halo?” jawab appa. “ appa, bukakan pintu belakang” bisik seseorang diseberang telepon. Appa pun segera berdiri, “sepertinya dia sudah datang..”kata appa. Entah kenapa jantung jadi berdegup kencang. “untung dia bisa masuk tanpa diketahui wartawan ya nan hee-ah..” ujar omma tersenyum seraya menggemgam tanganku, sepertinya omma berusaha menenangkanku.

                Tak lama kemudian appa kembali, bersama ye jun,,dan,,,kalau tak salah menejernya.  Omma bangkit dan menyuguhkan minuman, dan para pria pria itupun duduk  diruangan itu, bersama aku dan omma.oppa duduk dihadapanku, dan disebelahku ada omma.  Tiba tiba oppa bangkit dari tempat duduknya dan berlutut dilantai.

“mianhe,,mianhe aku sudah membuat kekacauan,,mianhe aku,,aku telah membuat kalian kecewa, jeongmal mianhe..”ujarnya lirih sambil tertunduk, appa langsung menyuruh ye jun bangkit.

“ini bukan salahmu anakku, duduklah..” ujar appa

“sebelumnya kami minta maaf membuat ye jun berbohong,,tapi semua ini demi mempertahankan kariernya,,untung saja pernikahan ye jun dan nan hee belum didaftarkan..” ucap menejer hyung seraya menundukkann kepalanya.

“kami memang belum mendaftarkan pernikahan mereka karena nan hee-ah belum cukup umur,,kami berencana akan mendaftarkannya ketika nan hee sudah berusia 19 tahun..” jelas appa

“sebelumnya maaf, dengan status memiliki istri akan sulit bagi ye jun untuk melanjutkan kariernya dunia entertaiment..” ujar menejer

“maksud anda..?anda menyuruh mereka berpisah..??!!” suara appa meninggi, sedangkan aku dan omma saling menatap heran.

“bu,,bukan begitu pak,,itu perintah dari pak president sendiri, ia berkata ye jun harus menceraikan istrinya bila ia masih ingin bertahan,,saya tahu saya tak punya hak untuk menyarankan apa apa,,tapi ini semua demi kelangsungan karier ye jun, jadi saya harap nan hee-ssi, bapak dan ibu dapat mem---” jelas menejer yang dipotong oleh ye jun

“pulanglah hyung,,,” ucap ye jun

“apa?”

“pulanglah,,,aku tak akan bercerai dengan istriku..” tambahnya, menejer hyung terlihat sangat terkejut.

“ye jun-ah..apa yang kau pikirkan? aPakah kau ingin kariermu berakhir???” tanya hyung, oppa hanya diam.

“ye jun ah,,,pikirkanlah dulu,,waktumu masih ada sampai minggu depan...saya pamit dulu” ucap menejer itu dan setelah pamit iapun pulang, tentu saja lewat pitu belakang.

“ermm,,ye jun-ah,,kau mau makan dulu,,?” tanya omma menghampiri ye jun

“aku tidak lapar omma, aku mau tidur saja” ujarnya seraya bangkit dari tempat duduknya dan naik tangga.

********

“hah,,kenyang sekali..” aku menemani omma dan appa makan, aku kasian pada mereka, sepertinya mereka juga lumayan terpukul. Demikian juga denganku.

Tiba dilantai dua akupun bingung. Dimanakah aku akan tidur?. Dikamar ye jun oppa yang telah menjadi kamar kami berdua atau kamarku yang dahulu?. Akupun memutuskan untuk tidur dikamarku yang dulu.

                Aku masuk tanpa menghidupkan lampu. Aku memang sedang ingin tidur dikegelapan seperti ini, seperti suasana hatiku yang sangat sangat gelap. “ahk,,langsung tidur akan membuatku gendut” kataku sambil menghempaskan tubuhku ke kasur. Tiba tiba aku merasakan keberadaan tangan seseorang. Apa?. Aku berusaha melihat disuasana yang gelap ini, seperti seseorang. Akupun menghidupkan lampu meja didekat kasur.

“gyaaa..!!!oppa,,kenapa kau disini...??!” pekikku

“ermm,,,?” oppa pun terbangun karena pekikanku

“ternyata dugaanku benar,,,kau tidur disini...” ujarnya kemudian

“hah?” apa apaan orang ini. “kembalilah ke kamarmu oppa..” ujarku sambil merebahkan kembali tubuhku. Tapi oppa tak juga beranjak.

“tidak mau,,aku tidak suka dekorasinya,,disini lebih lumayan..” alasannya, aku cemberut.

“hanya tidur bersama saja,,tak usah kuatir..” tambahnya lagi, aku tak menjawab, aku tau percuma kalau mau memaksa makhluk satu ini. Akupun memejamkan mataku, tapi karena merasa oppa menatapku yang membuatku tidak nyaman, aku kembali membuka mataku.

“kita belum pernah berhadap hadapan seperti ini kan,,dari sini aku bisa melihat wajahmu dengan sangat jelas..” ujar oppa

“sudah lah,,tidur..” ujarku pendek

“tidak mau,,aku akan memandangi wajah tidurmu sampai pagi...”

“ya! Apa kau gila!!” seruku, oppa langsung menutup mulutku dengan tangannya.

“kau yang gila, apakau ingin membangunkan orang serumah hah?” ujarnya sembari melepaskan tangannya.

“mianhe,,”kataku

“nan hee-ah,,aku tak akan melepaskanmu,,aku takkan meninggalkanmu,,bisakah kau percaya padaku?” tanya oppa dengan tatapan yang lembut

“aku,,percaya pada oppa..” lirihku

“bagus..” ia tersenyum

“oppa sangat tampan..”

“hmm? Apakah kau ingin melihat lebih dekat?” goda oppa

“ya!” aku langsung menendang perutnya

“awww..”keluhnya,” jangan macam macam denganku park ye jun-ssi..” ancamku

“nee lee nan hee-ssi..!!”

                Akupun kembali mencoba memejamkan mataku, begitu juga dengan oppa.

“nan hee-ah,,mungkin setelah ini kita akan sulit bertemu...”  ujarnya setengah tidur

“ya,,tak apa..” jawabku pelan, dan kami terlelap dalam tidur kami masing masing.

**********

                Sudah beberapa hari sejak hari itu aku tidak bertemu oppa, rasanya tersiksa sekali. Rumah yang dulu terasa sangat sempit sekarang berasa luas sekali untuk ku seorang. Dan akupun akhir akhir ini sibuk mengajukan beasiswa, aku akan menyelesaikan masalah ini dengan caraku sendiri.

                Aku juga tidak pergi kelokasi syuting lagi, aku sudah mengundurkan diri dari pekerjaanku dengan gongchan pada hari itu, dan ia juga sudah memberiku gaji. Menurutku ini sangat banyak untuk kerjaku yang tak seberapa, tapi gongchan memaksaku untuk menerimanya,

“nan hee-ah,,kau tak apa apa? Kau terlihat sangat pucat..” tanya ji yeon, sekarang kami sedang ditaman kampus.

“aku tak apa apa...” jawabku

“kenapa tiba tiba kau mengajukan beasiswa?” tanya hye mi

“Cuma pengen aja,,”

“kau,,bukan karena menghindari diri dari suamimu kan..?” selidik ji yeon

“entahlahh,,” jawabku

“nan hee-ah...keputusannya sudah keluar..hasil wawancaramu kemaren..” seorang anak bersorak dari kejauhan. Kemudian memberikan sebuah amplop padaku.

“nan hee-ah itu apa.?” Tanya ji yeon, dia masih bertanya, padahal kami melihat isi kertas itu bersama sama.

“nan hee-ah,,kau lulus diuniversitas tokyo? Dan mendapat beasiswa?” ucap hye mi

Aku mengangguk ”untung lah aku lulus,,,!!!” akupun segera memeluk kedua sahabatku yang sekarang terbengong bengong.

**********

                Sekarang aku berada ditoko jam, sejujurnya baru kali ini aku masuk toko kelas atas seperti ini. Ku beranikan diriku untuk masuk. Ya, aku kan mau membeli hadiah oppa. Besok ia akan ulang tahun. Akhirnya jam rolex pun terbeli olehku dengan uang kerja sambilan ditambah tabunganku. aku ingin bertemu oppa, untuk terakhir kalinya, bolehkan?.

 akupun segera mencari nama seseorang dikontak hapeku dan menekan tombol call. tak lama kemudian terdengar suara seseorang.
"halo..? nanhee-ah?"
"gongchan,,apa boleh sekali laki aku minta bantuanmu?"
"eh? apa itu? dengan senang hati,,"

**********
            karena kepanjangan aku belah 2 de.. (lah?! emangnya duren?) kekeke
gamsa^^ 4 part 2

TroubleMaker (3rd Trouble part 2)

Rabu, 24 Agustus 2011

annyeong~ readers, Panda proudly present*jengjengjengjengTroublemaker Part 6!!!ayeyyyyyy



SiDers alias silent readers dilarang masuk, intinya FF ini Haram bagi yang pelit komen (sadisssz)
aku cuma mengharapkan Komen dan like dari kalian semua

author : Hashlin Panda

leave a comment and dont be a silent readers please^^gamsa!!!

Yang pernah ngikutin FF ini sebelum-nya pasti(mungkin) udah tau,,,
Kalian tinggal ngebayangin Cast2 ini sama Idol yang menurut kalian cocok untuk peran2 ini (cielahhh)kalau aku ngebayangin-nya kayak gini ::

Karam as Ye Jun

Sully as Nan Hee

Hyung Jun as Gong Chan

YuRi as Eun Joo










Ye jun POV

Apakah yang kulihat tadi, nan hee menangis? Dan sorang pria disampingnya yang mencoba menghentikan tangisnya. Gong chan-hyung. Kenapa dia menangis. Dia bahkan belum pernah menunjukkan air matanya padaku, aku tidak pernah melihatnya begitu sedih. Siapa yang menyebabkannya menagis? Gong chan kah? Atau aku? Apa ia sedang menceritakan aku sehingga menangis?. Apakah aku yang menyebabkannya menjadi seperti itu.


“oppa,,,ternyata kau disini,,aku mencarimu keruang tunggu, tapi kata menejermu kau sudah keluar mencariku,,hehe” sapanya penuh senyum, padahal mata sembab, aku tahu kau habis menangis hebat lee nan hee.


Aku menariknya kedalam pelukanku. “oppa..?!” tanyanya heran, lau aku menciumnya. Dia sangat kaget. “oopaa,,,kenapa kau menciumku?” serunya. Sebenarnya aku juga tak tau kenapa aku melakukankan, tapi ku jawab saja “ kenapa? Kita kan suami istri?” lalu aku menarik tangannya menuju parkiran. “ayo kita pulang”, dia masih menatapku heran dan terlihat melamun. Apa yang kau bayangkan nan hee-ah?.


*******


Nan Hee POV


Gyaa,,,sebenarnya apa yang sedang terjadi? Adakah yang bisa menjelaskannya padaku? Aku tau ye jun oppa menyukai noona itu, dan semalam noona itu juga dengan sangat jelas mengatakan bahwa hati ye jun oppa adalah miliknya. Tapi kenapa kemaren ia menciumku,,kenapa?.


Pikiran itu terus berputar putar dikepalaku seperti sendok yang kuputar putar untuk mengaduk coklat panas ini. “hahh....”


“ lee nan hee,,kenapa pagi pagi kau sudah menghela nafas hah?” tiba tiba suara oppa menyadarkanku


“ah,,oppa,,selamat pagi,,” sapaku dengan senyum kikuk


“ selamat pagi nan hee-ah..” balasnya sambil terrsenyum, lalu ia masuk kamar mandi.


Mwo? Apa tadi aku tidak salah lihat? Apakah tadi aku tidak salah dengar? Oppa tersenyum dan mengucapkan selamat pagi padaku?. Apa yang terjadi padanya apa kepalanya terbentur sesuatu.


Dikamar mandi aku mendengar oppa mennyanykan bagian rapp dari sebuah lagu.


nuneul tteuneun achim buteo
Neol saenggak hadaga jamdeuro
Haru jongil ni saenggagi myeon
Haengbokhae, cause you're my girl
(admiring boy, the boss)




Translate :




When I opened my eyes in the morning, until I go to bed I only think of you
I think of you all day, and Ì'm so happy Cuz you my girl


**********


Sekarang aku berada didepan kantor manajement-nya gongchan, setelah pulang dari kampus aku memutuskan untuk singgah kesini, karena gongchan memintaku untuk datang ke kantornya hari ini. Whoaa,,SNEntertaiment,,gedungnya begitu besar,


Seperti yang dikatakan gong chan-ssi, aku menunggu didepan gedung itu, dan menghubunginya ketika sampai. Dan akhirnya gongchanpun datang.


“ nan hee-ah,,,ayoo,,,” serunya, dan aku mengikutinya ke sebuah ruangan, sepertinya ini ruangan yang biasa dipakai untuk meeting. “ tunggu sebentar ya,,aku ambil berkasnya dulu...kau santai lah disini...” ucapnya lalu pergi. Disini begitu banyak poto poto idol yang dipajang didindingnya. Waho,,semua tampan tampan dan cantik. Dan aku menemukan sebuah gambar yang kukenal. Ye jun oppa, ternyata oppa juga bekerja di kantor ini. Ketika aku hendak menyentuh fotonya, gongchan datang.


“maph membuatmu menunggu...”


“ah,,tidak apa apa....” ucapku sedikit salah tingkah.


“ tandatanganilah disini,,,,tapi sebaiknya kau baca dulu,,” katanya sambil menyodorkan kertas padaku. Akupun membaca tulisan tulisan yang tertera di kertas tersebut.


“ kau tidak usah bingung,,aku akan memberikan banyak keringanan padamu,,” ucapnya sambil menatapku lembut


“ne,,” akupun menandatangani surat kontrak tersebut.


“ah ya,,sebelum itu gongchan,,aku hanyak bekerja sampai tanggal 25 atau 26,,apakah tidak apa apa?” tanyaku


“ ah,,tidak apa apa,,kalau begitu kau tulis lah disana akhir kontraknya...” jawabnya


Whoaa,,,gongchan-ssi benar benar orang yang baik hati. “apa kau siap untuk bekerja mulai hari ini...?” serunya penuh semangat


“ ya tuan...” balasku dengan semangat.


**********


“whoa,,,sudah jam segini,,” aku melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 8.00 malam.


“ benarkah?” tanya gongchan, dari tadi aku membantu gongchan menandatangani posternya yang berjumlah ratusan.


“ ya sudah, kau pulang saja nan hee-ah,,biar aku antarkan...” ia beranjak dari tempat duduknya


“ tidak usah,,lihat pekerjaanmu masih banyak kan? Aku bisa pulang sendiri kok.,lagi pula aku ini cewe kuat “ ucapku membanggakan diri.


“ baiklah kalau begitu, tapi berhati hatilah,,” ujarnya sambil menyelempangkan sebuah syal di leherku, “ sekarang musim dingin, bagaimana bisa kau keluar tanpa syal..?” tanyanya


“ hehehe, aku ini lumayan tahan dingin kok, gomawo,,aku pergi dulu ya...” uucapku sambil membungkuk dan melangkah pergi.


********


Kali ini aku memutuskan untuk naik bis saja, sekarang akukan sedang masa penghematan. Ku lihat katalog belanja yang kudapatkan dari sebuah mall tadi. Jam tangan rolex yang sangat bagus dan cocok ditangan oppa, berwarna hitam warna kesukaan oppa. Walaupun mahal, dengan gaji kerja sambilanku pasti akan cukup.pokoknya aku harus rajin bekerja, semangat nan hee!!.


Aku melihat keluar jendela, hari ini aku menandatangani surat perjanjian kerja, aku jadi ingat dengan surat perjanjian kami dulu. Sudah begitu banyak pelanggaran tapi tak ada yang membayar denda. Hah, sudahlah, oppa yang dulu melanggar kontrak tersebut, ia memberi tahukan hubungan kami kepada noona itu, lalu,,,lalu ia,,juga memeluk dan menciumku,,itu melanggarkan?.


Ketika sampai didepan apartemen aku melihat sosok yang kukenal berdiri di depan gerbang. Oppa kah itu.


“oppa?” seruku, dan ia menoleh, ternyata benar oppa, aku berlari menghampirinya


“oppa apa yang kau lakukan diluar sini? Ya! Kau jadi dingin begini!!” ujarku cemas ketika menyentuh pipinya yang terasa dingin


“ kau sendiri? Apa yang kau lakukan baru pulang jam segini hah?” ia terlihat sangat marah


“hmm...apa oppa menungguku?” tanyaku menyelidik


“ ya! Kenapa aku harus menunggumu? Memang aku kurang kerjaan apa!!” teriaknya, dan berlalu pergi, hehehe pasti untuk mnyembunyikan rasa malunya. Akupun mengejarnya dan merangkul pinggangnya “ gomawo jagiya,,,”, dan ia balas dengan senyum sinis yang biasanya. Hei, bisakah rumah tanggaku dengan pria ini berlangsung bahagia?, aku merasa dimasa depan kami bisa seperti pasangan yang lainnya.


*********


Sekarang kami disupermarket, aku pergi dengan seorang cowok yang penuh penyamaran. Ia memakai kacamata dan syal yang menutupi separuh wajahnya. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah park ye jun si iblis.


“ ya! Kenapa kau ambil yang itu, harganya lebih mahal tau! Seruku sambil menempeleng kepalanya. Iapun menatapku kesal.


“ yang merek ini lebih murah,..” ujarku mengambil rumput laut merek xx


“huh, aku tak suka rumput laut”


“ aku tau,,aku kan sudah mewawancaraimu..” kataku berlalu sambil mendorong troli. Oppa merebut trolinya dariku. “ ya, kau suka apa?” tanyanya.


“ apanya? Makanan? Warna? Aktor? Buku..” jawabku


“semuanya..”


Aku menatap oppa heran, dan ia memalingkan wajahnya. “ aku suka ramen dengan tingkat kepedasan 7, aku suka warna hijau, aku suka buku novel fiksi ilmiah, ermm kalau aktor aku suka taecyeon dan gongchan..” jelasku sambil mengambil beberapa sayuran.


“ ya, sebenarnya dari dulu aku heran, sebenarnya hubunganmu dengan gongchan hyung itu apa?”


“ haruskah aku menjawabnya?”


“ya!!!” teriaknya keras, akupun memukul lengannya, “ hei ini tempat umum tau! Kalau ketahuan habis lah kau,,,” bisikku.


“aku dan gong chan sekarang Cuma berteman,,” jawabku pendek


“ sekarang? Berarti dulu atau kedepannya dia bukan temanmu begitu?”


“kalau dulu aku belum kenal dia, dan kalau dimasa depan mana aku tau apa yang akan terjadi..”


“ heh, memangnya ia mau meneima wanita yang sudah bersuami sepertimu?”


“ aku sudah memberi tahunya kok,,” tatapku polos padanya


“apa? Hei kau melanggar kontrak kita!!”


“ oppa juga sudah melanggar 2,,pertama memberi tahukannya pada noona itu, lalu kau menciumku,,” tunjukku padanya dan pergi menuju kasir.


Ketika dikasir aku mulai menyadari orang orang mulai memperhatikan oppa yang sedang melihat coklat didekat kasir. Menurut pendengaranku mereka menyebut nyebut nama ye jun, tapi si babo itu juga tidak menyadari dia sudah diperhatikan. Setelah semua dibayar, aku berbisik “ semua orang sekarang memperhatikanmu...”. dengan membawa barang belanjaan ditangan masing masing,oppa menggengam tanganku, berusaha agar tidak ketahuan.


“ ya! Itu bukannya ye jun?” seorang cewek histeris berteriak. Oppapun segera menarikku dan berlari, sedangkan di belakang banyak yang mengejar kami. Aku menengok kebelakang “ whoaa,,begitu banyak yang mengejar kitaa,,memangnya aku berbuat kesalahan apaa...!!!!!” teriakku


“ya! Kau diam saja, tutupi wajahmu, jangan sampai ada kamera yang menangkap gambarmu,,”


Akhirnya kami berhasil bersembunyi dan lolos dari kerumunan itu, oppa sekarang sedang mendekapku, nafasnya tersengal sengal, aku dapat merasakan hembusan nafasnya, aroma tubuhnya..”hah,,sepertinya mereka sudah pergi..”,aku menatap oppa, oppa kaget, sadar betapa dekatnya posisi kami sekarang, “ mianhe,,,” ia langsung melepaskanku dari dekapannya.


“ti,,tidak apa,,apa,,”kataku sambil menunduk


“hmm,,ayo kita pulang dan melanjutkan misi kita” ujarnya dengan mengulurkan tangannya


“ne,,,” aku membalas uluran tangannya, kami jalan bergandengan sampai apartemen. Kenapa oppa menggandeng tanganku? Bukankah hatinya milik noona-nya itu? Apa aku punya sedikt harapan?.


***********


Rencana kami hari ini yaitu, pergi membeli bahan bahan ke supermarket lalu memasakknya berdua dirumah, dan masakan itu kami jadikan oleh oleh untuk berkunjung ke rumah mertuaku. Ya, omma dan appa. Kebetulan kakak ipar dan anaknya ada disana sekarang.


“ hahaha..omma pasti kaget merasakan hasil masakanku,,” ujar ye jun bangga


“ya! Menyetir saja dengan benar, padahal kau hanya memotong motong sayuran, mana potongannya aneh aneh lagi,,,” omelkuu


“ hei! Yang pentingkan aku sudah membantu!” serunya


“ya..ya..ya..gomawo JA.GI.YA!!!” seruku lebih keras, tapi kali ini ia tak membalas dengan teriakan yang lebih keras atau senyum sinisnya. Melainkan tersenyum lembut. Whoa,,aku merasa kehilangan setengah kesadarannku.


“ kau kenapa?” tanyanya heran. Aku hanya menggeleng geleng.

Piyonn pii~piyonn piii~..Tiba tiba hape ku berdering. Ternyata dari gongchan.


“ ne,,,” jawabku


“nan hee-ah,,bisakah sekarang kau membantuku? Nanti ada rapat 4,,jadi bisakah datang jam 4 nanti?”


“ahh,,baiklah gongchan..” jawabku. Ye jun menatapku heran karena mendengar kata kata gongchan.


“nee,,aku tunggu ya..” dan iapun menutup sambungan telpon


“gongchan?” tanyanya menyelidik. Aku mengangguk.


“ ada urusan apa dengannya?”


“aku ini bekerja pada gong chan,,,”


“mwo?” ye jun menghentikan mobilnya tiba tiba


“ya! Kenapa kau me rem mendadak? Kau ingin membenturkan kepalaku?!” teriakku


“bekerja?” tanyanya heran. Apa yang dipikirkan orang ini.


“iaa,,aku bekerja sebagai asistennyaa,,nanti jam 4 aku pergi kesana...” jawabku santai sambil memberi isyarat untuk maju. Dan alhasil sepanjang perjalanan kami hanya diam, oppa terlihat cemberut. Kenapa lagi anak itu?.
******

“ kau tunggu lah disini, aku masukkan mobil ke garasi dulu,,,” ucapnya sambil memberikan oleh oleh yang akan kami berikan. Akupun mengangguk dan turun dari mobil.


Tak lama oppa masuk ke garasi, aku melihat anak yang menatapku aneh dari balik pintu rumah.sepertinya anak sd. Aku melambaikan tanganku padanya. “ ddoboseyo..??” katanya


“aah,,annyonghaseyo,,lee nan hee imnida..” ujarku sambil tersenyum


“ommaa,,ada orang aneh didepan rumah kitaa!!!!” teriaknya.


“ mwo? Anni,,anni,,aku bukan orang aneh...” seruku sambil mengibas ngibaskan tanganku.tak lama kemudian datang seorang ibu ibu muda. Iapun menatapku heran, dan berkata “ nan hee kah?”. Akupun mengangguk “ annonghaseyo,,”. “ ada apa ribut ribut” ye jun muncul dibelakangku.


“ajusshi!!!” seru anak itu girang, ia langsung berlari dan memeluk ye jun. “min ji-ah,,kapan kau datang?” tanya ye jun sambil membelai rambut anak itu.


“ah,,nan hee-ah,,perkenalkan ini keponakan kita park minji,,,dan itu noona,,ye jin noona, ah kalau kau memanggilnya ye jin onnie...” jelas ye jun padaku. Dia seakan tau keadaanku yang sedang bingung sekarang.


“annyonghaseyo,,,ayo semua masuklah..” ajak ye jin onnie


“ omo~..ye jun-ah,,,nan hee-ah,,,” seru omma ketika melihat kami berdua


“omma,,,” seruku, dan omma langsung memelukku


“ya, uri nan hee tambah kurus saja,,,” komentar appa, “ anniyo appa...” jawabku.


Sekarang kami berada di meja makan, ya ini waktunya makan siang. Makanan buatan aku dan ye jun oppa juga ikut dihidangkan.


“ ya,potongan sayur apa ini?” tanya appa


“ itu hasil dari ye jun oppa..” kataku


“ya! kau tak perlu memberitahu orang orang..” serunya


“wah,,,istri ye jun benar benar kyopta,,,,” puji ye jin onnie, akupun tersipu malu malu “ah,,onnie,,”.sedangkan ye jun hanya tetap berkonsentrasi makan, seperti biasa.


“ ajjushi lebih cantik dari ahjumma...” kata min ji membanggakan ajusshinya. Yang lainnya tertawa dan akupun ikut tertawa garing.


“ ya, aku tidak akan bahagia kau memanggilku cantik minji-ah,,aku ini tampan dan cool tau...” ujar oppa, sambil memberhentikan makannya sejenak.


“oh ya,,,? Aku masih mengira kau adik perempuanku ye jun-ssi...” goda onnie


“ya! Kau mau kulempar dengan tahu goreng??!” teriak ye jun


“ memangnya aku rubah!!..” balas onnie


“ya, kalian diamlah,,jangan bertengkar disaat makan..” omel appa


“ nan hee-ah,,kkenapa diam saja..? biasanya kau banyak bicara...kau sakit?” tanya omma


“ah,,tidak omma,,Cuma,,rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan suasana makan yang ramai seperti ini..” ujarku


“aah,,pasti membosankan makan berdua saja dengan ye jun ya,,dia kalau sudah makan tak memperhatikan sekelilingnya..” sindir omma


“ ah, tidak kok omma..” jawabku


“ mana mungkin dia bisa bosan makan bersama orang yang tampan ini” ledek ye jun, akupun mencubit pinggangnya diam diam. “ ya!!” teriaknya. Aku benar benar bahagia ditengah keluarga ini, begitu ramai dan menyenangkan, aku jadi kangen dengan keluargaku yang dikampung.


***********


Karena kamarku yang dulu ditempati oleh ye jin onnie, jadi mau tak mau aku ditempatkan di kamar ye jun oppa. Yah, walaupun kamar kosong kami pasti akan tetap ditempatkan disatu kamar. Ketika membuka pintu kamar aku dan oppa kaget sekali. Semuanya sangat berbeda dengan kamar ye jun oppa yang dulu, sudah dihias dengan sangat cantik dan sangat aneh menurutku.

“ommaa!!!apa apaan ini!!” teriak ye jun


“aah,,semoga kalian suka..!!!!” sorak omma dari bawah


“aigoo,,apa ini..? benar benar sudah berubah..” ujarku sambil melihat lihat. Sedangkan oppa memukulkan telapak tangannya ke dahinya.


“whaoo,,terlihat empuk..” akupun segera berlari dan menelungkup di kasur,,”ah..nyamannya...”


“hmm,,ternyata memang nyaman..”


“omo~ kenapa oppa juga berbaring?” seruku sambil duduk


“ya! Ini kasurku,,kenapa aku tidak boleh berbaring disini?”


“iya si,,,tapi...”


“hah, kau selalu memusingkan hal hal kecil, sudah lah tidur saja, tidur siang,, aku tak kan menyentuhmu...” oppa menarik tanganku


“lihat,,jarak diantara kita jauhpun,,” tambah oppa, dan ia mulai memejamkan matanya, aku menatap oppa.


“ nanti bangunkan aku sebelum jam 4 ya,,,” kataku pelan, oppapun mengangguk. Wajah oppa saat tidur sangat tampan tapi cantik, tak lama akupun tertidur.


******


Ye jun terbangun, dan ia kaget melihat wajah nanhee yang sedang tertidur tepat dihadapannya . Lalu ia ingat janjinya pada nan hee, yaitu membangunkan nan hee sebelum jam 4. Ia melihat jam. Jam 3.47. haruskah kubangunkan dia?. Ye jun menatap nan hee lembut. Sebentar lagi saja biarkan aku melihat wajahmu yang sedang tertidur.ketika ye jun hendak menyentuh rambut nan hee, terdengar bunyi pintu, yang menandakan ada seseorang yang datang. Dan ye jun pun dengan segera berpura pura tidur.


“ajusshi...?” terdengar suara dari pintu. Argh min ji-ah. “ aku masuk ya,,” tambahnya. “omo, ajusshi sedang tidur?” ujarnya pelan. Karena suara itu nan heepun membuka matanya. Ia duduk dan belum bangun sepenuhnya. “min ji-ah?” ujar nan hee pelan.


“ whoa,,apakah aku membangunkanmu..?” tanya minji. Nan hee menggeleng. Dan melihat jam. “mwo? 3.54??? aku telat...!!!!” iamemandang kesal ye jun yang masih berpura pura tidur. “sebaiknya aku cepat....” iapun bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi yang terletak diluar kamar. “ ahjuma mau kemana? “ tanya min ji yang dari tadi heran memperhatikan tingkah laku nan hee yang aneh.


“ aku ada pekerjaan jam 4 ini...” serunya panik. “ermm,,ada apa?” ujar ye jun pura pura baru bangun. “ ye jun oppa,,aku pergi dulu,,byee,,,,,” diapun segera keluar berlari. Ye jun hanya bisa geleng geleng melihat tingkahlaku istrinya.


*********



Mc : jin young-ah,,diantara para namja namja yang tampan ini siapakah favoritemu?




JY : errmm,,faforite saya,,ye jun-ssi




YJ : gamsahamnida




Mc : ya, uri ye jun-ssi benar benar menjadi favorite para wanita...saya dengar soo kyung juga menyukai ye jun? Kalian pernah berperan menjadi sepasang kekasih di MV.a connect3 kan?




(diputar klip adegan mv mereka)




SK : nee,,saya berpikir ye jun oppa benar benar tampan, dan beruntung sekali bisa bekerja sama dengan ye jun oppa


KLIK


“ ya! Nan hee-ah..kenapa kau matikan!..” teriak ji yeon, ia berusaha merebut remote dariku dan menghidupkannya kembali


“ aku tidak suka melihat yoeja yoeja genit seperti itu..” omelku


“aah,,uri nan hee cemburu...” goda hyemi


“ aku tidak cemburu,,,” bantahku


“ nan hee-ah,,ye jun oppa mu itu di gilai oleh para wanita...kau harus menjaganya dari wanita wanita genit itu..kami akan membantumu....” ujar ji yeon bersemangat


“aku tau..aku tau,,,tapi dalam rangka apa kalian bermain dirumahku dihari libur begini? Mana ngga bilang bilang lagi,,untung aku ada dirumah....” omelku lagi


“mianhe,,kami Cuma mau bersilahturahmi,,” alasan hye mi. Padahal alasan utamanya biar bertemu ye jun oppa.


“ tapi sayang sekali, ye jun oppa kalian sekarang tidak dirumah, dia sedang pergi syuting film..” kataku


“ hmm sayang sekali, tapi tak apa lah,,aku masih bisa merasakan kehadiran ye jun-nim,,ahh,,foto pernikahan kalian bagus sekali....” ujar hye mi, dan ji yeon menganguk. Aku hanya bisa tersenyum simpul.


“ya, di film yang ye jun-nim main ada gongchan juga kan? Apa ye jun-nim tau kalau kau jadi asistennya gongcham?” tanya ji yeon tiba tiba. Aku mengangguk.


“apa dia marah?” tanya ji yeon lagi


“ dia selalu marah padaku, kalau dia tak marah baru aku heran,,orang sakit jiwa begitu...” gerutuku


Ji yeon dan hyemi hanya bisa geleng geleng kepala.


**********


“ annyonghaseyo yorobeun..” sapa gongchan pada semua staf, para stafpun membalas salam gongchan. Sedangkan aku mengikuti gong chan dan tersenyum pada staf staf tersebut. Setelah duduk, aku memberi gongchan minum.


“ gomawo,,”katanya sambil tersenyum, aku membalas senyumannya.


“ hari ini aku syuting sampai subuh, kau pulang saja duluan nanti ya,,,” ujar gongchan


“mana bisa begitu gongchan,,aku harus bekerja dengan baikkan..” balasku bersemangat


“ tidak usah, ,tidak baik seorang cewek tak pulang kerumah,,,” ujarnya penuh pengertian. Ya! Gong chan begitu baik


“ anni,,,aku aku akan menemanimu sampai syuting berakhir,,sekarangkan akhir pekan, jadi tak ada kuliah,,kumohon,,biarkan aku bekerja dengan full!!!” mohonku sambil mengatupkan ke dua tanganku


“ baik lah....gomawo nan hee-ah..” ucapnya sambil mengacak ngacak rambutku.


“ehm,,,” sebuah suara mengagetkan kami


“ mohon bantuan dan kerja samanya dalam film ini hyung..” ucap ye jun oppa ramah sembari membungkuk


“ne, mohon bantuan dan kerja sama mu juga ye jun-ah” balas gong chan, oppa tersenyum. Lalu ketika menatapku ia menatap sinis.


“ ye jun-ah,,giliranmu,,,” seru salah satu staf


“ ne!!” balas oppa, setelah pamit oppa langsung berlari ke lokasi.


Aku memperhatikannya dari jauh. Setelah dipoles, oppa mulai bersiap siap untuk scene-nya. Whoaa,,adegan hujan...oppa akan basah basah kah?.


“menurut skenario, disana ye jun akan mengejar si cewe yang selalu menghindar darinya, disana ye jun menanyakan apa penyebab si cewe selama ini menjauhinya..adegan ini sangat penting,,karena rencananya ini adalah adegan pembuka....” gong chan menjelaskan situasi. Aku mengagguk ngangguk tanda mengerti tanpa melepaskan pandanganku dari ye jun oppa.


“itu kenapa?” tanyaku, melihat para staff mendekati ye jun, “ hmm,sepertinya ye jun membuat kesalahan..” gumam gongchan. Oppa terlihat berkali kali membungkuk minta maaf pada orang orang sekitarnya dan tetap tersenyum. Baru kali ini aku melihat oppa seperti itu, benar benar berusaha.


Setelah beberapa kali take, akhirnya giliran oppa selesai juga, terlihat senyum puas diwajahnya. “hmm,,sebentar lagi giliranku,,aku kesana dulu ya,,” ujar gongchan.


Akupun memutuskan untuk mencari oppa, setelah bertanya pada beberapa staf, mereka mengatakan oppa tadi menuju belakang gedung. Dan akhirnya aku menemukan oppa sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“oppa..” panggilku, ia menoleh dan tersenyum, aku membalas senyumnya dan duduk disebelahnya.


“apa yang kau lakukan?” tanyaku


“berjemur mataharii,, untuk menghangatkan badanku..” jawabnya. Aku ingin memberika coklat panas yang aku beli barusan, tapi aku melihat kaleng kopi disebelah oppa. Aku jadi ragu menyerahkannya.


“apa itu untukku?” tanyanya sambil mengambil kaleng itu dari tanganku


“ gomawo jagiya..” ujarnya, aku tersenyum.


“lihatlah rambutmu begitu basah” kataku sambil mengambil handuk dari tangannya dan membantunya mengeringkan rambutnya. Oppa menatapku, tapi aku bersikap pura pura tidak tahu saja.


“kala kau terlalu dekat nanti ku cium loh..” godanya, reflek akupun menjauh.

“ ya !kau jangan bercanda! “ seruku. Ternyata oppa tidak bercanda, Dia menciumku.Aku kaget, aku tak tau seperti apa mukaku terlihat sekarang.


“kenapa kau menciumku lagi?” tanyaku. Oppa hanya diam, lalu berkata” berhentilah bekerja dengan orang itu...”


“ kenapa aku harus berhenti? Aku belum mau berhenti..” jawabku


“pokoknya berhentilah,,aku tak suka melihat kau dekat dekat dengannya, bagaimanapun kaukan istriku..!" teriaknya


“aku tau, aku akan berhenti, tapi tak sekarang!!!” teriakku dan berlalu pergi. Apa apaan orang ini, semua tingkah lakunya hanya berdasarkan sudut pandangnya, tidak memperhatikan orang disekelilingnya, dasar park ye jun egois!!.


“ tidak bisa,,,aku harus tetap bersemangat,,semangat nan hee,,hanya tinggal bebrapa hari lagii...” sugestiku pada diri sendiri.


Tanpa disadari ada yang memperhatikan dan mengambil gambar mereka berdua.


**********


“gongchan,,ini jaketmu,,,,,” ujar nan hee sambil menyodorkan jaket gong chan


“ gomawo nan hee-ah,,” ujar gongchan


“oh ya,,apa kau tak ngantuk? Sekarang sudah jam 12..” ujar gong chan lagi. Untung sekarang syutingnya di studio, kalau tidak pasti terasa sangat dingin.


“sedikit,,hehehe” kata nan hee sambil garuk garuk kepala


“ tidurlah sebentar,,,,sekarang juga lagi istirahat kok..” ujarnya sambil menyodorkan bantal dan selimut.


“ aku kesana dulu ya...” lanjutnya, dan akupun mengangguk. Sejujurnya aku merasa sangat ngantuk,,akupun menenggelamkan kepalaku dibantal. Kali ini aku tidur dimeja,,hah,,punggung jadi sedikit pegal kalau tidur sambil duduk begini. Tiba tiba ada tangan yang menepuk bahuku, akupun menoleh.


“ kau mengantuk..?” tanya oppa. Aku mengangguk.


“tidur dimobil saja,,” ujarnya sambil menarik tanganku


“ tidak usah, disini saja..” kataku mengantuk


“disinikan dingin bodoh! sudah lah tidur dimobil saja..” paksanya


“tidak mau,,disana aku Cuma sendirian” seruku, akhirnya oppa mengalah lalu duduk disampingku.


“apa yang oppa lakukan? Kalau terlihat orang lain bagaimana?” kataku sambil melanjutkan tidurku


“isshh,,dasar anak ini..” ujarnya kesal, akhirnya oppapun pergi.


***********


Sudah dua hari aku dilokasi syuting menemani gongchan. aku hanya pulang sebentar untuk mandi dan beristirahat. Tentu saja aku hanya pulang sendiri karena jadwal istirahat oppa berbeda denganku. Memang sangat melelahkan, tapi kelelahanku hilang jika melihat oppa. Kadang kadang jika pandangan kami bertemu oppa tersenyum padaku atau membentuk tangannya menjadi tanda peace. Melihat oppa begitu serius dan bersemangat bekerja aku juga harus bersemangat.


“nan hee-ah..sepertinya kau dekat ya dengan ye jun-ssi..” tanya seorang stylis bernama mi na.


“ah,,hanya perasaanmu saja mi na..aku,,aku fansnya..” alasanku. Menyedihkan sekali harus berbohong seperti ini. Mi na pun mengangguk. Menyedihkan sekali nasibku, padahal ye jun oppa suamiku, aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan, seperti fansnya, seperti orang lain.


***********




go!go!go!

next part!!!! 4 Part 1