FF [ONESHOOT] RED HAIRED WIZARD BOY

Senin, 02 Januari 2012





minna! o genki desuka?



halo halooo~*guling guling

Backsound : pororo openin

sebelumnya selamat tahun baru yaaaaaaaah~~*basa basi

ehmm,,,eah,,eh,,,,*ceritanya spechless

maaf ya para readers-ku udah lama panda ngga nge-post FF, lama nunggu yah?*pede mampus*bakar panda*

gini,,,ada FF baru*setengah berbisik

Ceritanya gaje seperti biasa, trus masih kayak dulu, rencananya mau bikin romantic comedy, entah kenapa jadi FF lumayan galau?



aih~ yasudlah~

komen yah, like yah, kalo enggak silakan pulang hehehehe

Trus jangan di copy paste dengan nama author yang berbeda alias di plagiat*siapa yang mau yoh?



kekeke

lets check it guys~

btw, semua nama tempat hasil karangan panda doang xD fiktif

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SILENT READERS?

STOP HERE, JUST GET OUT

GO HOME~

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Title
Red haired wizard boy

Author 
Hashlin Panda

Cast
Sully aka choi Jin ri
Jay aka jeon ji hwan
Lee Tae min
DLL

Rating
PG 13+

GENRE
Romantic Comedy
Fantasy

Resume :
Apabila Seorang penyihir menikah dengan Non penyihir, maka kekuatannya akan hilang, karena itu Jinri bertekad untuk tidak akan jatuh cinta pada penyihir. Namun apa yang akan dilakukan kalo teman sekelasnya yang sangat berisik ikut ikutan bolos dengannya? Haruskah jinri yang notabene-nya pencintaan keheningan ini bersabar untuk selalu bersama dengan cowok ini sampai jam sekolah berakhir?.
_________________________________________________________________

Suasana stasiun pagi itu masih sibuk seperti biasanya. Padat dan penuh oleh orang orang yang akan pergi berkeja, sekolah ataupun keperluan lainnya. Disana, disebelah sebuah tiang stasiun terlihat seorang siswi yang dari tadi sibuk memperhatikan kereta kereta yang datang dan pergi sambil sekali sekali melihat jam tangannya. Dari penampilan, memang tidak ada yang membedakannya dengan siswi sekolah lainnya. Kemeja biru, blazzer putih, rok kotak kotak dengan dasi yang senada.

                Tiba tiba ia menganggukkan kepalanya seakan sedang menyetujui sesuatu setelah mengalami perdebatan panjang dalam dirinya. Iapun mulai melangkahkan kaki,tapi sesuatu menghentikan gerak langkahnya, tepatnya, sepatunya tak bisa digerakkan. Ia langsung menoleh, hanya orang yang sejenis dengannya lah yang bisa melakukan hal semacam  ini.  Dan, benar saja ia menemukan seorang cowo berambut merah yang berseragam sama dengannya hanya saja dalam versi cowok sedang tertawa tawa kecil.
Ia menatap cowok itu tajam. “ya, tolong cabut perkataanmu..”

“mworago?” ujar cowok itu dengan tangan didekat telinganya sambil berjalan menuju cewek itu itu.

“tolong cabut perkataanmu barusan, kau melanggar peraturan sekolah Pasal 2 ayat 11 Siswa tidak boleh menggunakan sihir untuk iseng dan kegiatan kegiatan yang dianggap tidak perlu lainnya” ujarnya pelan

“whoa,,aku hanya menolongmu choi jin ri-ssi,,kau menaiki kereta yang salah, ini kereta ke kangnam, harusnya kalau mau kesekolah kita naik kereta Byonggi kan?”

“aku memang mau naik kereta ini..” ujarnya datar

“mwo?kau mau bolos?????” seru jihwan sehingga semua orang disekitar mereka jadi memperhatikan, jihwan yang menyadari hal itu buru buru membungkuk dan meminta maaf pada orang orang. jinri pun memanfaatkan kelengahan jihwan dan menggunakan mantra lain untuk melepaskan sepatunya dari sihir jihwan dan melangkah kembali menuju pintu kereta.

“ya! Choi jin ri-ssi! Kau mau kemana?” soraknya ketika ia sadar jinri sudah melangkah pergi, dan mengejarnya hingga kedalam kereta.

“ya! Aku sudah memanggil- manggilmu! Kenapa terus berjalan seakan akan tidak mendengarku?” seru jihwan ketika berhasil meraih lengan jinri

“ya,,jeon ji hwan..kenapa kau jadi sok akrab begini?” tanyanya dengan muka yang biasa ia perlihatkankan, datar.

“mo..mo...mwo??? so..sok akrab katamu? Ya! Aku sudah berbaik hati padamu dan kau bilang aku sok akrab?”

“lepaskan aku,,aku tak kesekolah hari ini”

“mwo? Wae?!”

“bukan urusanmu..”

Kereta tujuan kagnam akan segera berangkat harap menjauh dari pintu masuk karena pintu akan segera ditutup.

“mwoyaaaa??? Keretanya mau berangkat?? Ya sudah kalau kau tak mau sekolah!aku pergi!” seru jihwan akhirnya dan berlari menuju pintu keluar. Jinri menghela nafas, akhirnya bocah berisik itu pergi juga. Jeon ji hwan adalah teman sekolahnya di DaeGuk high school, yah itu bukan sekolah biasa. DaeGuk high school adalah sekolah penyihir dimana semua anak anak keturunan penyihir bersekolah disana, tentu saja hal ini tak diketahui masyarakat umum. Masyarakat cuma tau kalau DaeGuk high school hanyalah salah satu dari ribuan sekolah lainnya yang ada di korea.

               Jinri melihat kesekeliling mencari tempat duduk yang kosong, ia menemukannya, dan segera duduk. Kemudian membuka tas-nya dan mengambil handphone, setelah menatap layar hape-nya sebentar, ia mencabut batrai hapenya dan menyimpannya kembali didalam tas.

Semua menyebalkan, aku capek dengan kehidupan aneh ini, aku ingin hidup normal. Batinnya sambil menatap siswa siswa sekolah lain yang juga ada didalam kereta itu.

“jinri-ah..” panggil seseorang, jinri-pun menoleh dan ternyata.,,

Bocah bodoh ini lagi. Batinnya, dan membuang muka. Jihwan hanya menatap jinri heran dan duduk disebelahnya.

“pintunya sudah tertutup sebelum aku mencapai pintu keluar..” ujarnya kemudian

Nikmatilah kebodohanmu itu

“terpaksa aku ikut bolos bersamamu.”

Itu karena kau sok sibuk mengurusi urusan orang lain

“aah,,kau tau?”

Tidak aku sama sekali tak ingin tau,

“absenku terancam, bulan lalu aku sudah dapat surat peringatan, kalau sekarang aku ketahuan bolos,, apa yang akan terjadi?!”

Tentu saja surat peringatan kedua bodoh

“GYAAH!! Kau tau apa yang akan omma ku lakukan jika menerima surat peringatan itu?”

“apa? Dia akan menyihirmu jadi kodok? Membuatmu melayang diudara?” tebak jinri asal

“aniyoo,,,DIA AKAN MEMBAKAR SEMUA ALBUM WONDER GIRL KU! KEMAREN SAJA IA MEMBAKAR POSTERNYA! DAN KAU TAU APA YANG LEBIH BURUK?” seru jihwan g nyante, jinri menatapnya aneh “ti,,tidak..”

“BISA BISA OMMA KU AKAN MEMBERIKAN ALBUM SNSD KE PEMULUNG!! KAU TAU BETAPA AKU MENCINTAI TIFANNY?? AKU TAK BISA MEMBAYANGKANNYAAA” jihwan terlihat semakin gila, jinri menempeleng kepala jihwan. “awww” rintihnya

“HENTIKAN,,kau membuatku malu! Bisakah kau duduk sedikit lebih jauh dariku?”

                Jihwan mem-pout-kan kan bibirnya sambil mengelus ngelus kepalanya. “aku akan ikut denganmu, kau tau? Sebaiknya kita turun dulu di stasiun berikutnya, dan menyusun beberapa rencana, berpergian tanpa tujuan begini ngga asik kan?” saran jihwan, jinri menatap jihwan, bener juga nih orang.

*******
                Akhirnya mereka turun di stasiun  Bapegeun. Mereka berdua duduk di sudut stasiun.

“ sekarang kau mau kemana?” tanya jihwan membuka pembicaraan

“kemana saja, asal bukan kesekolah dan pulang kerumah”

“lalu kema----..” pembicaraan jihwan terputus karena tiba tiba hapenya berdering.

Girls generation make you feels the heat----“ne, dobosseo~”

 “ya! Jihwan-an,, apa yang kau lakukan? Sebentar lagi kelas akan dimulai!” ujar taemin diseberang setengah berbisik, sepertinya seonsenim sudah masuk.

“aaaa,,,”jihwan menatap jinri dengan tatapan apa yang harus kukatakan. Dan jinri membalasnya dengan tatapan awas saja kalau kau bermulut besar. Jihwan menelan ludah.

“aku,,aku sedang sakit taemin-ah..uhukk uhukk,,,tadi pagi,,hukk,,kepalaku tiba tiba pusing,,uhuuk..”

“sakit..? sampai beberapa detik yang lalu kau terdengar sehat sehat saja...”

“a,,ani,,aku benar benar,,uhukk uhuk sakit tauu...sekarang aku dikamar dan sedang berselimut”

Nig nong ning, kereta jurusan haryu segera berangkat, mohon para penumpang berhati hati dengan pintu masuk krena akan segera ditutup

Jihwan dan jinri  kompak saling menatap saling. “yaaaa! Jihwan-ah! Apa kau benar benar berada dalam selimut dikamarmuuu!!!!!!” sorak taemin pelan(?)*ada guru soalnya. Jihwan kembali mendekatkan telinganya ke handphone-nya. “mian taemin-ah,,,tapi tolong kau katakan pada seongsenim kalo aku sakit ya.gomapta.annyong.” tukasnya cepat dan segera memutuskan sambungan

“Pabboya!!!” seru jinri  “cepat matikan hapemu!”

                Jihwan menurut dan mematikan hape-nya seraya tersenyum kikuk pada Jinri. 

“fiuuh,,ha..hampir saja yah..” sebenarnya bukan hampir tapi sudah

“cih”

“jadi mau kemana..?” tanya jihwan lagi seraya menyimpan hape di blazzer-nya

“kesinikan hapemu, biar aku yang menyimpannya, aku tak mau mengambil resiko kalau nanti nanti kau mengadu” ujar jinri seraya menyodorkan telapak tangannya ke arah jihwan

“ara ara...cih” jihwanpun mengeluarkan hape-nya dari blazer dan memberikannya kepada jinri rela tak rela. Banyakan ngga relanya sih.

“ehm,,jadi mau kemana?” ia mengulangi pertanyaaannya

“kesuatu tempat...” jawab jinri asal

“ tempat yang mana?”

“mollayoo”

                Jihwan mendesah, kenapa ia bernasib begini, berniat menolong malah ikut ikutan ketiban sial, mana yang ditolong ngga tau terimakasi dan sama sekali tak ramah pula.

“bagaimana kalo ke lotte word?”

“aku tak ada uang sebanyak itu” anak ini gila

“kalau ke gungsam tower*ngarang, author g inget namanya,ekekeke*,,? Disana romantis sekali, memasang gembok disana, me---“

“apanya yang romantis dari memasang gembok? Lagian aku tak mau pergi ketempat romantis bersama mu” potong jinri. Lagi lagi jihwan mem-poutkan bibirnya.

“haeeh,,aku juga tak bisa mengajakmu ke dance studio, jika ibuku menyadari aku pergi membolos ia pasti akan mencari kesana..” jihwan terlihat berpikir keras, “ah!” ia menepukkan tangannya

“bagaimana kalo kita ke gyungsam park? Hari ini ada konser outdoor! Lumayankan bisa nonton pertunjukan!”  usul jihwan dengan pose telunjuknya.

“baiklah,,” ujar so ra yang sudah capek mendengar ide ide gila ji hwan

*********

JINRI POV

“kalian dari sekolah mana? Kenapa jam segini sudah keluyuran?” tanya security ketika mereka baru sampai di pintu masuk konser

“aah,,itu,,itu..” bagaimana ini batinku

“ajussi,,,” panggil jihwan

“mwo? Apapun alasan kalian aku tak akan mengizinkan”

“konser yang seharusnya kuhadiri, itu yang tak kita sepakati, tapi untuk perubahan yang berarti kau memihakku hari ini” ujar jihwan seraya memutar mutarkan telunjukknya ke arah ajussi, ajussi itu pun jadi terlihat aneh.

“ heyy,,kalian masih muda!! Pergilah bersenang senang!!” serunya sambil mempersilakan kedua anak itu masuk. Tanpa kuperintahkan mulutku-pun menganga , dan menatap geram ke arah jihwan. Ia Cuma nyengir kuda dan menarikku ke arena konser.

“yaaa!!! Jihwan-ah!! Apa yang kau lakukan? Barusan itu kau melanggar pasal 3 ayat 2! Siswa dilarang meggunakan sihir kepada makhluk sipil tanpa alasan yang mendesak!!!”

“heeh? Hal barusan kan kejadian yang mendesak jinri-ah...” balasnya dengan senyuman manis, eh? Senyuman manis? Maksudku,,senyuman bodoh.

                Hari ini entah kenapa aku merasa tak ingin kesekolah. Aku bosan dengan lingkungan yang itu itu saja, Hal yang aneh bagi orang lain, namun hal yang biasa bagi kami. Buku yang melayang diudara, papan tulis yang sudah tertulis tanpa harus menulisnya dari kapur atau spidol, Guru guru yang datang dengan teleport ke kelas, Guru guru yang dapat membaca apa yang dipikirkan murid muridnya, dan hal hal ajaib yang tak ada disekolah lainnya.

                Terkadang aku iri, bukan. Aku selalu iri melihat siswa yang dapat bersekolah normal. Kenapa orang tua ku adalah penyihir? Sehingga mau tak mau bakat sihir ini sudah ada padaku sejak lahir. Aku tidak suka ini, aku tidak berbakat. Ketika yang lain dapat berhasil dengan mantra mantranya hanya dalam satu kali percobaan, aku harus mengulangnya berkali kali. Aku harus berusaha ribuan lebih keras dari teman teman lainnya.

                Keahlianku hanyalah di pelajaran tertulis, tapi ketika praktek, aku tak ada apa apanya. Karena itu, aku merasa aku akan lebih cocok belajar disekolah yang biasa, aku tidak seperti jihwan dan yang lainnya, walaupun jihwan sering bolos, melanggar banyak peraturan salah satunya dengan mewarnai rambutnya menjadi merah, ataupun tertidur ditengah pelajaran, ia dapat melakukan berbagai macam sihir hanya dengan memikirkannya saja, seperti tadi. Dengan mudahnya ia menyihir security itu sehingga sekarang kami disini, menonton konser yang sangat diinginkannya.

“whoaa,,,jinri-ah! Lihaaat!!!!” serunya seraya menyodorkan selembar kertas tepat ke muka ku.

“apa apaan ini,,” keluhku sambil mengambil lembaran itu

“lihat! Ada 2Ne1!” serunya dan menunjuk nunjuk tulisan 2NE1 yang ada di list performer hari ini, aku menatapnya heran.

“bukannya kau suka WG dan SNSD?” tanyaku

“bicara apa kau? Sebagai lelaki Tentu saja aku suka semua girlband hahahaha xD” 

T_T” anak ini terlalu aneh, apa keputusanku untuk bolos hari ini adalah salah besar?

*******
                “hei jihwan, apa saja Mantra tingkat tinggi yang sudah kau ketahui?” Sekarang kami berada di cafe dekat gyungsam park, Tiba tiba jihwan mengajakku pulang walaupun konsernya belum selesai. Bahkan 2NE1 yang dinantikannya masih belum perform. Tapi baguslah,  Aku tidak tahan mendengar sorakan sorakan riuh dan musik yang sangat besar itu, apa lagi orang yang disebelahku berisik sekali, siapa lagi kalo bukan jihwan. Dan aku juga malas menanyakan alasannya, kenapa ia mengajakku pulang?.

“eh? Ini pertama kalinya kau menanyakanku!” ujarnya heran

“haaaa?” ujarku lebih heran lagi, anak ini suka memperhatikan hal hal yang tak penting.

“erm,,maksudmu seperti sihir waktu? Atau melayang?” ia malah balik bertanya, akupun mengangguk.

“a,,ani,,aku belum bisa..mana mungkin aku bisa,,haha,,kau tau kan bagaimana aku dikelas, yang bisa kulakukan hanya mantra mantra dasar elemen bumi, sperti air, api dan udara..hehehe” lanjutnya

                Ia terlihat sedikit aneh, aku menatapnya curiga.

“hei,,kau tidak sedang membaca pikiranku kan?” tanyanya panik

Aku menggeleng “aku tidak bisa membaca pikiran, aku sama sepertimu,,, aku Cuma menguasai mantra mantra elemen dasar, mungkin lebih payah darimu,,karena itu..”

“karena itu?”

“karena itu aku merasa tak cocok berada disana..” lirihku dan menunduk dalam, kenapa aku begitu lemah?. tiba tiba tangannya menyentuh kepalaku.

“semua akan baik baik saja..” ucapnya sambil tersenyum, aku menatap mata jihwan. Walaupun matanya lebih kecil dariku, tapi terlihat sangat..indah

“kau tau? Saat ini Dirumah, yang bisa sihir hanya aku saja..” ujarnya seraya menyenderkan badannya kekursi

“eoh? Kenapa?”

“Jika seorang penyihir menikah dengan manusia yang tak punya bakat sihir maka ia harus menyerahkan kekuatannya..” lirihnya seraya mengalihkan pandangan keluar jendela

 “dan kekuatan sihirnya akan turun pada anak pertamanya..” lanjutnya, aku mengangguk, hal ini sudah dipelajari sejak SD dulu.

“dan jika penyihir menikah dengan sesama penyihir, semua anaknya akan memiliki bakat sihirkan?”

Ia mengangguk lagi”ommaku sudah menyerahkan kekuatan sihirnya  demi cintanya bkepada appa,,sehingga kekuatan sihir omma berpindah kepadaku, anak pertama mereka,,” ia tersenyum

“benarkah? Whoaa,,romantis sekali..”

Jihwan tersenyum lagi” benarkan? Omma ku benar benar hebat! Kecuali dengan hobby-nya yang suka memusnahkan barang barang koleksiku”

“jihwan-ah...”

“erm?”

“aku,,,apa suatu saat nanti, jika aku menikah dengan manusia apa kekuatan sihirku bisa hilang?” tanyaku sambil tertunduk, entah kenapa aku tak sanggup bertanya  jika menatap matanya langsung

Jihwan tak berkata apa apa, akupun mengangkat kepalaku. “kenapa diam saja?” tanyaku kesal

“apa kau begitu tak menyukai kekuatan sihir yang ada pada dirimu?” jihwan menatapku dengan tatapan tajam, aku tak pernah melihat mukanya yang seperti ini

“aah,,sebenarnya aku..aku,,benci kekuatan ini..aku ingin hidup normal,,” aku kembali menunduk

“aku ingin sepperti siswa lainnya, aku payah dalam sihir! Aku tidak bisa menggunakan mantra dengan cepat, aku---”

“kau tidak akan jatuh cinta pada penyihir?” potong jihwan

Aku menggeleng, aku ingin hidup normal, dan itu adalah satu satunya cara untuk lepas dari belengu kekuatan ini.

“lucu sekali, jadi kau akan menikah dengan non penyihir meskipun kau tak mencintainya? Yang penting kekuatanmu hilang?”

“itu,,aku...”

“ahhh....duduk duduk begini hanya akan membuang waktu, bagaimana kita mengunjungi tempat lain? Jam sekolah masih lama looh..” katanya seraya merenggangkan tangannya

“eoh? Ba,,baiklah,,” anak ini sungguh tak dapat ditebak, dan entah kenapa saat ini aku sangat menginginkan kekuatan untuk membaca pikiran.

******

“aih,,lihatlah,,langit mendung, sepertinya akan turun hujan,,,” keluh jihwan seraya mendongakkan kepalanya kearah langit

“erm,,” aku tidak peduli akan hujan atau tidak, aku melihat Penjual aksesoris dipinggiran jalan. Dan mataku menangkap Sebuah cincin yang sangat lucu. Wah,,lucunya..batinku. Tapi ku urungkan niatku untuk membelinya, bahkan mendekati penjual aksesoris itu. Tidak tau kenapa, hanya malas aja.

                Tiba tiba jihwan –yang dari tadi berjalan didepanku—melangkah menuju penjual aksesoris itu, dan jongkok seraya memperhatikan barang barang yang dijual. Aku mengikutinya, “ada apa?” tanyaku heran

“kau suka itu?” tanyanya sambil menunjuk sebuah cincin, dan itu adalah cincin yang dari tadi menyita perhatianku. Aku menatapnya heran, tanpa sedikitpun menunjukkan ekspresi betapa sukanya aku pada cincin itu, yah, itulah keahlianku, berpura pura.

“memangnya kenapa?” ujarku datar, jihwan tersenyum.

“ajussi,,ini berapa?” tanyanya seraya mengacungkan barang yang ia maksud

“aah,,itu cincin couple,,kau mau membelikan pacarmu ya?” goda ajussi itu seraya melemparkan pandangan usil padaku, akupun bergidik.

“bukan!” tukasku cepat

“ajussi,,aku mau yang ini” kata jihwan seraya menyodorkan beberapa lembar uang, ajussi itupun tersenyum.

“mana tanganmu?” jihwan berdiri dari jongkoknya

“buat apa?”

                Ia pun meraih paksa tanganku,Dan memasangkan cincin itu ketanganku. Tanganku yang di sentuhnya terasa panas, sangat panas, sehingga, ketika ia selesai memasangkan cincin dijariku, aku menarik tanganku secepat mungkin. Seperti biasa ia hanya menatapku heran.

“kau mau mesangkannya untukku?”

“...”

“tidak? Ya sudah kupasang sendiri saja,,” ujarnya sambil menyematkan cincin itu ke jarinya sambil tertawa

“wah,,pas ternyata..”

                Senyumnya, entah sejak kapan senyuman itu bisa menenggelamkanku. Ketika melihat ia tersenyum, dunia disekelilingku menjadi buram, yang terlihat Cuma,,,jihwan yang berambut merah dan sedang tersenyum bodoh sambil memandangi cincin couple yang ia pasang sendiri.

                Ia mengalihkan pandangannya pada ku. Deg. “ayo jalan...” katanya lagi, aku mengangguk pelan dan membiarkan ia berjalan didepanku.

                Aku menatap tanganku, menatap Cincin yang barusan ia pasangkan, dan belikan. Kenapa ia bisa tahu? Apakah kami punya selera yang sama, tidak tau, tapi Sudut bibirku terangkat, tersenyum. Sudah lama aku tak merasa bahagia seperti ini.

“yaaaa! Ayoo,,kenapa lambat sekali?” seru jihwan yang ternyata sudah jauh didepan.

********

“terima ini pabooo!!!!!!” sorak jihwan seraya memercikkan air laut padaku. Cuh, asin!.

“yaaaaaa!!!!!! Juggulle???” teriakku seraya membalasnya

“hahahahahahaha” ia tertawa, akupun menatapnya sebal.

“apa begitu menyenangkan melihat orang sengsara haaah?” aku kembali memercikkan air padanya, iapun berlari, tentu saja aku mengejarnya, aku  berhasil meraih tangannya, Tapi sialnya aku tak dapat menjaga keseimbanganku sehingga terjatuh, Bersama jihwan. Ya, bersama jihwan.

                Aku tak sempat berteriak karena air laut yang asin keburu masuk kemulutku, bahkan ternggorokanku. Wueeehk. Tubuhku menindih jihwan. Wajahnya sangat dekat. Aku merasakan waktu berhenti untuk beberapa saat. Dengan segera ia menegakkan badannya dan menyingkirkan ku dari tubuhnya.

“YA! Kenapa kau tak cepat menyingkir! Aku nyaris tenggelam tau! Wueeeekh,,aku meminum banyak air asiin...” soraknya seraya meludah ludahkan air asin yang terlanjur memenuhi mulutnya.

“ya! AKU JUGA TAU!” protesku tak mau kalah, ia masih sibuk dengan kegiatan “menetralkan” lidahnya. Aku mem-poutkan bibirku, dan beranjak berdiri. Kemudian aku mengulurkan tangannya, Ia menatapku, dan aku berusaha balas menatapnya, Datar. Jihwan tersenyum dan menyambut tanganku lalu berdiri.

“lihat,,kau memakan rambutmu..kekeke”  ia menyingkirkan rambut yang secara tak sadar menempel didekat bibirku. Lagi lagi sensasi panas itu terasa lagi, namun kali ini pada  bagian pipi yang tersentuh oleh tangannya . Dan seandainya jika rambutku juga bisa merasakan sesuatu, mungkin panasnya juga akan sampai kesana.

“hehehehe..”

                Aku menatapnya, Rambutnya yang merah itu basah, Tapi terlihat sangat berkilau diterpa matahari seperti ini.

“hua...hu...huachiiiimmmmm!!!!!” tiba tiba aku bersin, tanganku segera menutup mulutku, kulihat lagi orang itu. tentu saja ia tertawa, ia mengacak ngacak rambutku.

“hahahaa...ternyata pergi ke pantai saat musim gugur merupakan ide yang buruk yah,,,”

“tentu saja, dan ide ini adalah idemu..”

“haha..” ia masih tertawa,

“bagaimana aku akan pulang basah basah dan kotor begini? Ketauan bolos-nya kan?” keluhku ketika kami memutuskan keluar dari “air”, sekarang kami duduk dipasir pantai.

“hei,,kenapa pikiranmu begitu kuno?” Jihwan kembali memutar-mutar telunjuknya, dan ajaib, bajuKu mengering. Well, sebenarnyanya ini bukan hal ajaib bagi kami, entah kenapa, aku lupa kalau dia dan aku adalah penyihir.

                Kali ini ia memutar mutar telunjukknya dan mengeringkan dirinya. Ayunan tangannya ketika menebar sihir terlihat sangat indah dan cantik. Aku,,apakah aku juga ikut tersihir olehmu jeon jihwan?.

“kenapa? Tak ada lagi kata kata, hei kau melanggar peraturan pasal sekian ayat sekian?” Ledeknya seraya menirukan gayaku yang sebenarnya sangat tidak mirip itu

“ya! Kau menyebalkan!” aku memukul bahunya, tidak terlalu keras.

“aww,,” rintihnya, tapi tetap dengan tawanya. Dan merebahkankan tubuhnya dipasar pantai yang lembut.

“hei?”

“biarkan aku berbaring sebentar..masih ada 2 jam lagi sebelum pulang sekolah” ujarnya dengan mata yang terpejam. Aku menatapnya, 2 jam lagi, 2 jam lagi waktuku bersama orang ini. Dan besok, semua akan berjalan normal kembali, pergi sekolah, dan hanya saling berbicara saat benar benar perlu.

Aku mengalihkan pandangan ke laut, memeluk lututku, andaikan aku Bisa menyihir Waktu, aku akan menghentikan waktu saat ini, atau mengulang beberapa jam sebelumnya, menghabiskan waktu yang lebih banyak dengan orang ini.

Ya? Apa yang kupikirkan? Kenapa aku berkhayal sedemikian jauhnya? Aku memukul jidatku pelan. Ini hanya sihir.Ya, pasti, Pasti aku sudah tersihir oleh penyihir berambut merah yang bernama jeon ji hwan ini. Tidak boleh,, AKU TIDAK BOLEH TERMAKAN SIHIRNYA!.

Aku menatap wajah tidurnya, terlihat begitu tenang, damai dan aku menyukai orang ini. Tuhan,,bukankah aku sudah berjanji untuk tidak jatuh cinta pada penyihir? Tapi kenapa? Kenapa sekarang aku malah merasakan sensasi aneh pada penyihir berambut merah aneh dan bodoh seperti dia?.

Jihwan mendesah dalam tidurnya, dan memeluk tubuhnya dengan tangannya, sepertinya anak ini kedinginan. Tanpa ku komando, tanganku melepaskan blazzer yang sebenarnya adalah satu satunya pertahananku dari dinginnya angin musim gugur Dan menyelimutkan padanya, ia tersenyum dalam tidurnya.

“ya,,sihir apa yang sudah kau berikan kepadaku pabo?” gumamku pelan

**********

Author POV

                Jinri langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhku ke kasur ketika sampai dirumah. Dipendarkannya pandangannya keseluruh kamar. Tak ada yang berubah, masih ada buku buku yang bertumpukan diatas meja belajar, Rak rak penuh buku,  Baju yang terlipat rapi dalam lemari yang entah kenapa terbuka, semua rapi, tak ada yang berubah.

                Yang berubah itu adalah hidupnya, hari ini, untuk pertama kalinya—sejak ia masuk SD dulu—pergi membolos dengan seorang cowok, pergi berkeliaran ketika murid lain serius belajar disekolah. Jinri terkekeh kecil.

“how can i did something bad with that Red haired wizard guy?”

                Jinri menggapai boneka pikachu-nya dan memeluknya, menenggelamkan wajah nya di bantalan pikachu yang empuk itu. cewek itu tak henti hentinya tersenyum sejak masuk kamar tadi. Tiba tiba ia ingat akan sesuatu.

HANDPHONE JIHWAN! AKU LUPA MENGEMBALIKAN HANDPHONE JIHWAN! Pekiknya dalam hati, dengan segera ia menyambar tas dan mengacak-ngacak isinya. Ini dia, Hape jihwan yang tadi ditahannya untuk jaga jaga ia tidak akan mengadu.
“haruskah aku mengembalikannya sekarang?” gumamnya seraya membuka flip hape jihwan dan menghidupkannya. Rasa penasaran menggerogotinya sehingga ia tak bisa menahan tangannya untuk menjelajah Hape jihwan.

PERTAMA MP3 NYA

                Ternyata di hape jihwan ada banyak sekali MP3, lagu lagu girl band tentunya, lagu lagu barat, jepang, dan sedikit sekali lagi Boyband. Dasar maniak girl band.
PENJELAJAHAN BERLANJUT PADA KOLEKSI FOTO-NYA

                Tidak ada begitu banyak foto, yang ada hanya Fotonya bersama teman temannya, pemandangan  dan hal hal yang tak penting lainnya, kemudian beberapa selca dirinya. Aku-pun berinisiatif untuk mentransferkan foto foto itu ke hape-ku.

Drrt,,,girls generation make you feel the heat~ hape jihwan berbunyi

Dilayarnya tertera nama Park chae rin, ia menatap bimbang layar hape tersebut.

“angkat atau ngga ya?” seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal, kemudian ia mengangguk mantap dan memutuskan untuk menerima telefon tersebut.

“ne,,dobosseo..”

“ya! OPPA! Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?” seru seorang cewek di seberang

“mi,,mianhe,,jihwan-----“

“eh? Ini siapa?” potongnya

“aku,,aku temannya, tadi aku tidak sengaja membawa hapenya, sebentar lagi aku akan menggembalikannya, jadi, lebih baik nanti saja telpon lagi” ujar Jinri seramah mungkin

“aah,,ba,,baiklah..”

“i..iya..”

Keadaan hening sesaat

“kau,,kau siapa jihwan? Pacarnya?” tanya cewe itu ragu ragu

“eoh?” pacar? “bu,,,bukan!” tukasnya cepat, “kami hanya berteman” Lanjutnya lagi

“benarkaah??” cewe itu terdengar girang, Jinri mengangguk, walaupun yakin cewe itu pasti tak akan bisa melihat ia mengangguk sekarang.

“syukurlah,,tadi aku sempat khawatir,,hehehehe..aku sangat menyukai jihwan-oppa, Ia namja chingu ku, tapi beberapa bulan yang lalu kami putus...” cewe itu mulai bercerita, jantung jinri berdegup, seperti ada batu yang tiba tiba menghantam dadanya.

Namja chingu
Namja chingu
Namja chingu

Entah kenapa kata kata itu bergema di kepala jinri

“aku sadar aku salah, aku ingin memintanya kembali, aku benar benar ingin oppa kembali padaku...erm,,dan kau tidak menyukainya kan?”

Jinri menelan ludah, tenggorokannya tercekat.

“ah,,maaf,,aku menanyakan hal yang bukan bukan,,aku hanya---“

“tidak, aku tidak menyukainya” tukas jinri cepat

“ah,,begitu?,,erm,,kalau begitu,,annyeong”

Cewe itu memutuskan panggilannya

                Jinri merebahkan kembali tubuhnya dikasur. Satu hari ini, satu hari ini begitu banyak hal yang terjadi. Hanya karena ia ingin melarikan diri dari kehidupannya yang begitu  kaku.

Bolos dengan menaiki kereta dengan arah yang berlawanan dengan sekolah

Bertemu jihwan teman sekelasnya, yang pada awalnya mencegahnya untuk bolos, tapi karena kebodohannya ia malah ikutan bolos walau tak ingin.

Nonton konser, Beli cincin couple, Ke pantai. Begitu banyak hal yang terjadi diluar kebiasaanku, diluar dugaanku, disaat aku menyadari aku mulai menyukainya, aku malah mendapatkan telefon dari manta yeoja chingu-nya.

“Heuuh,,skenario hidupku terlalu aneh” gumamnya seraya mendesah, sebenernya ia ingin stay cool like usual,,tapi,,bulir bulir bening berjatuhan dari sudut matanya.
“hiks hiks hiks”

**********

Jihwan POV

                Aku baru menyadari Hape-ku ada pada anak itu ketika hendak menelpon taemin, Aku menelponnya, dan setuju untuk bertemu ditaman. Setelah menunggu beberapa menit di bangku taman, akhirnya ia datang. Wajahnya terlihat murung, well, dia memang selalu murung.

“hai..” sapa ku ramah, ia hanya tersenyum kecil dan menyodorkan hape-ku

“gomapta Jinri-ah...” ujarku seraya mengambil hapeku, kemudian mengotak-ngatiknya untuk menelpon taemin. untuk menanyakan  sekolah. Sekaligus meminta bantuannya untuk mengamankan koleksi GB-ku, mumpung omma belum tau, aku harus mengungsikan koleksi ku yang tercinta ini. Semua kumasukkan dalam tas yang ku bawa.

“kenapa berdiri dengan tatapan horor begitu? Ayo duduk disini..” ujarku sambil menepuk nepuk bangku disebelahku, ia masih menatapku datar.

Tinuut,,,tinutt...achk,,kenapa tidak diangkat? Apa dia sedang ditoilet?

                Akupun mulai resah melihat si jinri yang masih berdiri mematung begitu, dengan tatapan datarnya. “ya,,apa tidak pegal? Duduklah,,kau ambeien? Ato ada bisul di pantatmu?” canda ku, oke sebenarnya ini adalah candaan sesama namja, bukan yeoja dengan namja seperti ini. Ia hanya diam menanggapinya.

“tadi itu menyenangkan ya,,apa kau ketauan? Kalo aku sejauh ini masih aman, tapi lihat, benda benda berhargaku sudah ku bawa semua, rencananya mau ku ungsi-kan kerumah taemin, tapi dari tadi si pabo ini tak menjawab telponku” ujarku kesal

                Mulutnya menganga setengah senti, aku menatapnya. Dan tulisan melayangpun mengambang diudara.

                                Eoh? Jadi dia menelpon taemin? Bukan cewek itu?

                Aku menyeringitkan keningku. He? Apa yang anak itu pikirkan? Cewe itu? cewe yang mana?. Sekarang tanpa kupersilakan ia sudah duduk disampingku.

“tadi,,ada cewe yang menelponmu, maaf kuangkat, tapi tadi sudah kubilang untuk melepon nanti kok,,” jelasnya kemudian, aku menatapnya heran, entah sudah berapa kali aku menatapnya seperti itu hari ini. apakah ini yang yang membuatmu Muram begitu?.

“hmmph” aku menahan tawa, Jinri menatapku aneh.

“wae?”

“tidak,,,hanya saja,,kau itu lucu sekali ya...”

Ia hanya menatapku dalam diam.

“gawat, kalau melihat wajahnyanya sedekat ini aku bisa masti” lirihku sambil membaca pikirannya

“eoh?”  matanya terbelalak kaget

Aku tersenyum, mungkin sudah saatnya ia tahu semua ini, siapa aku.

“kau..kau membaca pikiranku? Kau bisa membaca pikiran?” tanya masih dengan ekspresi kagetnya tadi

Aku mengangguk

“jadi,,,,” dia terdiam sejenak

“dari tadi,,kau..membaca pikiranku?” ia menatapku kecewa

                Pertanyaannya barusan entah kenapa menohok jantungku, tatapan kecewa-nya, tatapannya yang terlihat sangat kecewa kepadaku. Aku---

“jahat” ucapnya tertahan membuyarkan lamunanku

“mianhe,,aku tak bermaksud--“

                Wajahnya terlihat memerah dan ia meletakkan kedua telapak tangannya dipipi.”jihwan ah, mulai besok kita tak usah berbicara lagi, dan anggap saja kejadian hari ini tak ada”

“tapi---“ aku menatapnya

“hentikan! Dan jangan pernah membaca pikiranku lagi!” serunya dan beranjak pergi, semakin lama langkahnya semakin cepat dan berlari kemudian hilang digelap malam.

                Aku tidak bisa mengejarnya, yah. Salah satu alasannya karena ia sudah menyihir sepatuku agar tak bisa di gerakkan. Dan alasan yang paling utama adalah, tanpa disihirpun kakiku tak bisa digerakkan. Aku,,aku tidak ingin melihat wajah kecewanya, aku tidak suka melihatnya menangis, aku tidak suka...

                Aku melangkahkan kaki ku dari taman itu, duduk bermenung dimalam musim gugur adalah ide buruk. Aku memutuskan untuk pulang saja, atau ke rumah taemin dulu, untuk me-ungsikan semua ini. Disepanjang perjalanan aku tak berhenti memikirkannya.

                Satu hari ini aku sudah berusaha membuatnya tersenyum, membawanya ketempat yang menurutku akan menyenangkannya, membaca pikirannya agar aku bisa melakukan apa yang dia inginkan. Aku tidak tau sejak kapan aku peduli padanya. Ia Cuma teman sekelasku, teman sekolah yang awalnya hanya ingin ku tolong karena kukira menaiki kereta yang salah.

                Sebenarnya, tadi pagi aku bisa saja keluar dari kereta itu dan pergi kesekolah. Tapi, entah kenapa anak itu terlihat kesepian, aku kasihan padanya, awalnya rasa itu hanya perasaan simpati saja, awalnya perasaan itu hanya rasa kasihan saja, AWALNYA.

                Tapi semakin lama dengannya, aku ingin membuat ia bahagia, tersenyum dan tertawa. Ketika konser tadi, aku membaca pikirannya,

                “Disini berisik sekali, telingaku tidak kuat dengan suara keras seperti ini, jika kutempelkan tanganku ke telinga, jihwan akan tersinggung. Padahal, jihwan sudah bersusah meluangkan waktunya untuk menemaniku.”

                Dari situlah aku tau, ia bukan seperti apa yang terlihat. Sinis, dingin, pendiam, dan egois. Tapi dia sebenarnya adalah anak yang berhati lembut, tapi tak tau bagaimana meng-ekspresikan perasaannya. Aku mulai memperhatikannya, membaca satu persatu pikirannya yang sangat berbeda dengan ekspresinya yang datar.

                Aku marah ketika ia mengatakan penyihir bukanlah tipenya, aku tersenyum ketika membaca pikirannya yang sebenarnya juga selalu tersenyum padaku, aku membelikan apa yang ia inginkan meskipun ia tak akan pernah mengatakannya. Dan aku bersemu merah setiap mendengar teriakan ‘suka’ dari hatinya.

                Aku menatap cincin couple yang kupasang sendiri.

“cincin murahan seharga 3000 won tidak akan tahan lama, sebentar lagi juga karatan” gumamku seraya tertawa miris

                Salahku juga, membaca pikiran orang seenaknya, tidak berkata jujur. Yah, klasik, yeoja tidak menyukai namja yang berbohong. Aku mendesah dan melayangkan pandanganku kelangit dimana hanya terlihat beberapa bintang dan bulan yang setengahnya saja.

“besok,,berbuat seperti tak terjadi apa apa? Bisakah?”

***********

JINRI POV

                Hari ini aku tidak menaiki kereta yang salah kesekolah, hari ini aku tidak keluyuran lagi ketika semua siswa sedang berada dikelas, hari ini aku masuk kelas, dan hari ini, tidak ada jihwan yang selalu tertawa disampingku. Sekarang, kami hanya teman sekelas yang hanya akan bersosialisasi ketika membutuhkan saja.

                Jihwan, si bocah pembaca pikiran itu. Dengan seenak perutnya membaca isi pikiranku yang penuh tentangnya. Bisa kau rasakan bagaimana perasaanku ketika mengetahui iorang yang kau sukai dapat mendengar semua perasaan mu padanya? Semua ungkapan sukamu padanya? Meskipun itu hanya dipikiranmu? Dan kau tak pernah berniat untuk memperlihatkannya. Pasti malu dan kesal sekali kan?.

                Tenang, yang kuperlukan hanyalah menghindari jihwan. Kebetulan jarak bangku kami cukup jauh. Sekali sekali aku menoleh ke arahnya, yah perasaan suka tak mungkin hilang dalam hitungan  detikkan?. Ternyata ia juga sedang menatapku, dan tersenyum tipis, senyum yang aku rindukan.

                Tiba tiba aku tersadar, dan segera berbalik, anak itu pasti sedang membaca pikiranku. Aku kembali menoleh dan menemukannya dengan ekspresi herannya yang kubalas dengan tatapan kesalku.

*******

“jinri-ah,,kenapa tumben sekali kau tidak masuk kemarin? Guru guru pada bingung loh..” tanya krystal ketika jam istirahat, sekarang kami sedang berjalan dilorong sekembalinya dari kantin.

“ehm,,itu,,aku tidak enak badan” alasanku,

 “sekarang sudah baikan?” tanyanya dengan nada cemas

“yup” ujarku seraya tersenyum, untung temanku yang satu ini bukan pembaca pikiran

“ah jihwan..” kata krystal tiba tiba, tentu saja hanya dengan mendengar nama namja itu jantungku, terasa sangat tidak baik. Nama orang itu, sungguh tidak baik bagi jantung.

                Krystal melihat ke luar jendela, yah kami di lantai 3 dan dibawah ada jihwan dan teman teman lainnya yang sedang bermain bola.

“kau tau? Jihwan kemarin membolos loh..ia ketahuan ketika di telfon taemin, si taemin lupa kalo guru kim bisa membaca pikiran” jelas krystal

                Aku hanya mengangguk angguk sok paham. Ya, aku tau, karena aku bersamanya kemarin. Dan ngomong ngomong sepertinya mulai sekarang aku membenci kata kata “pembaca pikiran”, “membaca pikiran” dan lain lain.

“krystal, aku ke toilet dulu yah..” ujarku seraya menyerahkan semua belanjaanku di kantin tadi,

“uhm,,”

“tolong bawakan kekelas ya..”

Krystal mengangguk, dan aku segera melesat.

*********

                Aku sudah sampai dilapangan sepak bola, dan memendarkan pandanganku. Tidak ada, aku tidak menemukannya. Dimana dia?.

“kau mencari jihwan” tanya seseorang tiba tiba, aku menoleh ke arah suara. Ternyata taemin.

“a..ani..aku Cuma mau lihat pertandingan, tapi sepertinya sudah selesai yah..ehehe” ujarku ngeles seraya menendang nendang pelan tanah dengan sepatuku.

“kkojimal~”

“eoh?”

“kalau mau mencari jihwan dia ada di kran” ujar taemin seraya menunjuk arah yang ia maksud. Disana terlihat jihwan sedang membersihkan sepatunya.

“sudah ku bilang aku tidak mencarinya”

Taemin tersenyum “jihwan tak bermaksud jahat, ia hanya ingin menyenangkanmu, ia sudah jujur, dan sekarang giliranmu, ia menunggumu!” nasehat taemin seraya mendorong pelan tubuhku ke arah keran, aku menoleh dan menatapnya, ia mengangguk dan bersorak Hwaithing!. 

Dan satu hal melintas dipikiranku, apa taemin juga bisa membaca pikiran?.

********

AUTHOR POV

                Pelan namun pasti, jinri melangkahkan kakinya menuju tempat jihwan berada. Jihwan terlihat serius membersihkan sepatunya yang kotor karena bermain bola tadi. Iseng mode : ON. Jinri mengayunkan tangannya dan membuat air keran lebih deras dari yang seharusnya sehingga membuat jihwan kaget.

“kekekekeke” jinri pun terkekeh, jihwan segera menoleh dan menatapnya sebal. Ia pun menggerakkan telunjuknya dan mengarahkan air kepada jinri.

“yaa!!!” sorak jinri yang basah kuyup

“kau sudah melanggar peraturan jinri-ah..”  ujar jihwan dengan kekehannya yang tak bisa ditahan lagi, jinri memajukan bibirnya. Dan mengehela napas.

“mianhe..” ujarnya lirih

“eh?” akhirnya jihwan berhenti tertawa gaje

“mian, aku sudah marah padamu kemarin, padahal kau sudah tulus menolongku..”

Hening, jihwan menatap jinri, sedangkan jinri menundukkan pandangannya meskipun ia tau sekarang jihwan sedang menatapnya.

“kau,,marah padaku?” tanyanya lagi

“ani, aku tak marah” tukas jihwan cepat, jinri mengangkat kepalanya dan tersenyum.

“gomawo,,erm,,aku sudah mengatakan semua yang ingin kukatakan sekarang aku pergi dulu yah” ujar jinri dan membalikkan badan, jihwan menahan tangannya. Jinri menoleh.

“benarkah sudah semuanya?” jihwan menatapnya dengan mata serius, ini kedua kalinya jihwan menatapnya seperti ini, pertama di cafe ketika ia mengatakan penyihir bukalah tipe-nya. Dan yang kedua adalah sekarang. Jinri memutar bola matanya,  dan kembali menghela nafas.

‘kau membaca pikiranku lagi” ujarnya pelan

“mian, aku tak bermaksud, semua muncul begitu saja tanpa ku inginkan” kata jihwan seraya melepaskan tangan jinri. Jinri menatap tangannya yang dilepas jihwan barusan, Tangan yang awalnya terasa hangat, berubah dingin menusuk ketika jihwan melepaskan genggamannya.

“eh, kau memakai cincin itu?” celoteh jihwan ketika menemukan cincin yang ia pasangkan kemarin masing bertengger di jari manis jinri. Jinri memperhatikan jari jari jihwan.

Dan kau tidak. Batinnya

“yah, aku memang tidak memakainya..” celetuk jihwan tiba tiba

“haih, aku bahkan lupa kalau kau bisa membaca pikiran” terus terang ini sangat menjengkelkan berhadapan dengan orang yang tau  semua yang kau pikirka, sedangkan kau tidak mengetahui apa yang orang itu pikirkan.

                Jihwan tersenyum simpul dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Mengambil dompet dan mengeluarkan sebuah cincin. Ia mengambil tangan jinri dan menyerahkan cincin itu ketelapak tangan jinri. Kemudian tersenyum, senyum yang selalu membuat mata sipitnya tak kelihatan.

                Jinri menatap jihwan heran. Apakah artinya ia ditolak? Oke, memang dia belum menyatakan perasaannya. Tapi tentu saja sipembaca pikiran ini sudah tau semua isi pikirannya, yang penuh dengan si pembaca pikiran itu.

“itu buka cincin couple jika yang memasangkannya adalah diriku sendiri” ujarnya tiba tiba, jinri menyipitkan matanya, tak mengerti apa yang jihwan maksudkan. Jihwan menyodorkan tangan kirinya.

“tak ada artinya kalau bukan kau yang memasangkannya untukku” lanjutnya, Jinri kaget, kemudian terkekeh.

“euhm?” ujarnya lagi sambil menaik-naikkan alisnya. Jinri memegang kepalanya yang sebetulnya tak sakit itu. Dan menatap jihwan malu malu seperti anak SD yang baru ketemu kecengan-nya.

“tapi bagaimana dengan park chae rin?”

“eoh? Ada apa dengan park chae rin?”

“bukankah dia mantan pacarmu? Ia berkata kalau ia ingin kembali padamu”

“eoh? Aku tak pernah berpacaran sebelumnya, itu hanya cewek yang sering mengangguku, kau tau kan kalau aku ini lumayan terkenal..” ujar jihwan sok bangga,

“benarkah?” tanya jinri dengan tatapan menyelidik

“aku bersumpah!” katanya seraya mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya. jinri memukul bahu jihwan pelan.

“dasar” lirihnya

                Jinri pun meraih tangan jihwan dan menyematkan cincin couple itu ke jari manis jihwan, ia menatap jihwan, mata kecil yang begitu indah, yang membuatnya sakit kepala dalam beberapa jam kebelakang. Jihwan tersenyum, mengenggam lengan kanan jinri dan mendekatkan wajahnya, jinri pun  memejamkan matanya, dan,,,kalian pasti tau apa yang akan terjadikan? (hehe)

                “jhoayo..” ujar jinri pelan

                “eo, ara, na do, jhoaseumnida” balas jihwan dan menciumnya kembali.

                Dan akhirnya si penyihirpun mendapatkan pasangan yang juga penyihir, plus pembaca pikiran. Mungkin cita cita-nya untuk menjadi non-penyihir tidak akan kesampaian. Bahkan sekarang ia bersyukur, ia adalah penyihir. Karena kalau ia bukan penyihir , ia tak akan bertemu dengan jihwan disekolah penyihir ini. Yah, penyihir berambut merah.

“tapi ini cincin murahan, bentar lagi bakal karatan, suatu hari nanti akan ku belikan kau yang lebih mahal” ujar jihwan. Jinri tersenyum dan mengangguk.

“bagiku tak masalah mau barang murahan atau mahal, asalkan darimu, aku suka. Dan juga cincin ini menyimpan banyak kenangan, hehe”

Jihwan tersenyum, dan mengacak-ngacak rambut jinri.

Tak perlu kau katakan aku sudah tau
Bahkan tanpa kemampuan membaca pikiran inipun, aku sudah dapat menebak pikiranmu
Karena,
Na neun saranghamnida
********
END 02/01/2011



nah gimana? dikomen yaa...di like yaaah,,

panda udah berusaha meminimalisasi typo:)

untuk bakornya salah2 dikit gpp ye,,,kekekeke



gomapta (_ _)*bow 90 degrees



(^o^) sampai ketemu di FF berikutnya,,,*semoga panda kebajiran ide kekeke


















[oneshoot] CHAOS IN DA LIFT

Selasa, 13 Desember 2011

                
moshi moshi readers~
Panda punya FF baru lagi nih...
genre-nya lain banget dari yang biasanya aku bikin*tau deh kesambet dimana dapet ide beginian
nah masalahnya panda juga heran nih genre-nya apaan yah? angst bukan, misteri gak pantes apalagi thriller,,jadi genrenya terserah aja deh XDD

Warning :: ini cuma karangan panda aja, ngga ada maksud apapun dibalik semuanya, ingat cuma HAYALAN. Jangan ampe jadi kenyataan deh XD. Dan Jangan nge-bash yaaaa...jebal..hehe
---------------------------------------------------------------------------------------------
DONT BE A SILENT READERS PLEASE
SIDERS DILARANG MASUK
---------------------------------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------------------------------
Title : CHAOS IN DA LIFT
Author : HashlinPanda
Genre : Antara angst, Mistery, Thriller tau dah XD terserah
Cast :     - Han Sae Kyung (OC)
               - Karam a.k.a Park hyunchul/park deokjin (DGNA)
                - Mika a.k.a Lee su hoon (DGNA)
                - woo Hyunmin (DGNA)
                - Lee injun (DGNA)
                - Jay a.k.a Jihwan (DGNA)
                - dll


---------------------------------------------------------------------------------------------

SaeKyung POV

Tampan, bersuara seperti malaikat, menari dengan lincah, kepribadian menarik, ia sempurna. Aku tau, didunia ini tak ada manusia yang sempurna, namun bagiku, dia sudah cukup sempurna. Aku mencintai segala hal tentangnya, sisi baiknya ataupun sisi jeleknya. Aku ingin memilikinya, ia adalah milikku dan tak ada seorangpun yang boleh mengambilnya dari sisiku.

                Tapi, kejadian itu, membuatku membencinya setengah mati. Dia mengkhianatiku! Aku mebencinya! Sangat membencinya! Ingin rasanya aku membunuhnya! Aku sangat mencintainya dan terbawa kedalam dunia mimpi, ketika sadar, Dunia nyataku sudah begitu berantakan. Semua karena dia! Aku harus membunuhnya!

                Seperti kata orang, karena perasaan cinta yang begitu besar ini, aku tak mampu melukaimu bahkan seujung kuku-pun, aku ingin membunuhmu, namun ku tak sanggup. Hingga suatu hari aku melihat seseorang. Seseorang yang terlihat mirip denganmu, ia terlihat seperti adikmu tapi ia bukan adikmu, sama sekali tak ada hubungannya denganmu. Dia memiliki profesi yang sama denganmu. Akhirnya aku berpikir, apakah dengan membunuh orang yang berwajah mirip denganmu akan melepaskanku dari rasa sesak dan sakit ini?.

**********

Author POV

“hyung kau sudah bangun?” tanya jay setengah tidur ketika menemukan karam pagi pagi udah sibuk didapur.

“ne, aku sedang memanaskan sup untuk sarapan” jawab karam

“ tak usah repot repot hyung, kau kan baru tidur jam 4 tadi,,”

“gwenchana,,ini kan tugasku, kalau tidak siapa yang akan mengerjakannya? Lagian aku suka kok dengan tugas ini..” pinta karam yang sedang sibuk mengatur api kompor. Jay menatap hyung-nya seperti ‘kenapa ada orang yangterlalu baik seperti dia?’.

“kalau begitu biarku bantu” ujar jay tiba tiba seraya meregangkan badannya yang kaku sehabis bangun tidur. Karam tersenyum kecil kemudian berkata “gomawo..”

“hei hei hei.. masih adakah pakaian kotor? Aku mau nyuci nih..” ujar injun yang tiba tiba nongol

“ disiniii,,kau menanyakan orang lain padahal banyak pakaian kotor bertumpuk dikamarmu” sorak hyunmin dari  kejauhan, sepertinya ia sedang berada dikamar yang ditempati injun dan jay.

“pasti itu punyanya jay..” keluh injun sambil menatap sinis jay, sedangkan jay hanya tertawa tawa melihat injun yang pagi pagi sudah kesal.

                Dan si leader, Mika. Cuma bisa geleng geleng melihat kelakuan dongsaeng donsaeng absurdnya sambil menonton tv.

“hyung kenapa menonton tv yang mati sambil tersenyum senyum begitu? Lebih baik bantu aku beres beres..” protes hyunmin yang sudah memegang penyedot debu ditangannya.

“ne ne ne...” balas mika dan beranjak dari tempat duduknya.

*********

                Hari ini mereka akan menghadiri sebuah acara di CBS, jadi sekarang mereka harus pergi untuk rehearsal. Musim dingin kali ini sangat menusuk tulang, sehingga ketika turun dari mobil mereka segera berlari menuju gedung CBS yang hangat.

“mana menejer hyung?” tanya jay yang menyadari ketidak hadiran menejer mereka ketika berhasil mencapai gedung CBS. Hyunmin hanya mengangkat bahu pertanda tak tau. Kemudian mika menunjuk kesuatu arah. Dan pandangan mereka langsung tertuju pada arah yang ditunjuk mika.

“hyung sedang menelpon siapa? Kenapa dia mentelantarkan kita?” protes injun

“ya sudah lebih baik kita duluan aja ke waiting room” saran karam

“tapi...bukankah harusnya kita menunggunya dulu?” ujar jay ragu

“tidak apa apa, lebih baik kita sedikit mengerjainya kan?” bisik hyunmin jail disusul anggukan karam.

“baiklah! Sepertinya menarik!” ujar jay yang dengan gampangnya setuju kalo sudah diajak bermain, dengan mengendap ngendap mereka pun menuju lift, sebelum lift tertutup ada seorang cewe berambut panjang yang masuk. Wajahnya tak terlihat jelas karena ketutupan rambut.

“hei ngomong ngomong tadi menejer hyung menelpon siapa? Kok senyum senyum begitu?” tanya injun yang rupanya masih penasaran.

“dia menelpon salah satu noona cordi..” jawab hyunmin ngasal

“sepertinya itu pacar menejer-hyung” timpal karam dengan senyum usilnya

“mworago???” seru duo maknae itu serempak

“hyung benarkah itu?” jay beralih bertanya pada mika, karam terkekeh melihat maknae yang satu ini, ia sangat gampang terpancing.

“iyaa,,hyung sudah cerita padaku..” ujar mika yang membuat rasa penasaran mereka bertambah.

“ya! Ayo ceritakan! Aku tak suka penasaran!” seru injun yang mulai kesal melihat para hyung yang sok main rahasia rahasia begitu. Hyunmin menepuk bahu injun pelan dan menunjuk cewe berambut panjang tadi dengan pandangan matanya. Injunpun mengerti arti tatapan hyunmin tadi. Yaitu, ada oang lain di lift ini jadi tak boleh ngomong sembarangnya.

“ara ara...” ujar injun menahan kesal,

“karam-ssi?” panggil cewe itu tiba tiba. Mreka semua langsung menoleh pada gadis yang dari tadi ada dibelakang mereka*padahal yang dipanggil karam doang XD.

“bisa bantu aku?” mohonnya dengan wajah yang kesusahan

“ada apa agassi?” tanya karam, ia memberikan isyarat dengan tangannya agar karam mendekat, sepertinya ia ingin membisikkan sesuatu. Karam dan memberdeul yang lain menatap cewe itu heran, dan akhirnya karam memutuskan untuk memenuhi  permintaan cewe itu karena kasihan, dan datang mendekat.

                Tiba tiba, cewek itu menendang perut karam dengan lututnya kemudian dengan sigap mengunci leher karam dengan lengannya sehingga karam terjerat. Dan ia berusaha melepaskan diri.

“YA! APA APAAN---“ teriakan hyunmin terhenti karena cewek itu mengeluarkan sesuatu dari tas tangannya. Sesuatu yang sangat berbahaya. Sebuah pistol.

“mundur kalian semua, atau kepala orang ini akan kuledakkan!” seru cewe itu seraya mengarahkan pistol itu kekepala karam, sehingga usaha melepaskan diri karam terhenti, begitu pula denga gerak para member yang sudah mengambil ancang ancang untuk menyingkirkan cewe itu dari karam.

“agassi,,apa yang kau lakukan?” rintih karam

“kau diam saja! LEBIH BAIK KAU MATI JAE JONG OPPA!!” teriak cewe itu

“ya! Dia itu park hyunchul! Bukan kim jaejong! Tak bisakah kau membedakannya?” seru hyunmin

“DIIIIAAAAAM!” teriak cewe itu lagi “ATAU KULEDAKKAN KEPALAMU!” ancamnya sambil menatap tajam dan mengarahkan pistol kearah hyunmin.  Hyunminpun menutup mulutnya.

“agassi,,semua bisa kita selesaikan baik baik, jadi ku mohon tenanglah dan singkirkan benda berbahaya itu..” bujuk injun

“ne, mari kita bicarakan baik baik sambil makan ice cream” tambah jay

“AKU TAK BUTUH ITU! tekadku sudah bulat untuk membunuh orang ini! Ia harus membayar segalanya!” ujarnya sambil menempelkan ujung pistol kekepala karam. Karam terlihat sangat pucat dan tak berani untuk bergerak lagi.

“agassi..kumohon,,lepaskan hyunchul..dia tak punya salah apa apa padamu, dia bukan orang yang kau maksud..” ujar mika memohon

“dengarkan aku” pinta cewe itu tanpa mengacuhkan permohonan mika

“sebentar lagi kita akan sampai dilantai tujuan kalian, keluarlah dengan tenang, tinggalkan aku berdua dengan orang ini” Perintahnya

“YA!!!” seru hyunmin

“sudah hampir sampai,,cepat keluar!” seru cewe itu dengan tatapan seram dan semakin menempelkan senjata api itu kekepala karam.

“kalian,,keluarlah...” pinta karam lemah

“pergilah,,,aku tak apa..” lanjutnya seraya tersenyum lemah.

“ayo kita keluar” ujar mika tiba tiba dan menarik para dongsaeng-nya keluar lift.

“hyung!!!” kenapa tiba tiba?” tanya hyunmin, tapi tangan mika sudah terlanjur menariknya kluar dari lift tersebut, perlahan lahan lift tersebut mulai tertutup.

“deokjin-ah! Kami pasti menyelamatkanmu! Bertahanlah! Seru mika sesaat sebelum pintu lift benar benar tertutup yang dibalas dengan senyum pasrah karam.

“hyung! Apa yang kau lakukan!” seru injun, air mata mereka tak dapat tertahan lagi melihat karam yang nyawanya terancam begitu.

“jay,,injun,,segera menuju ke sekuriti, aku yakin mereka juga sudah menyadari hal ini karena tadi kulihat didalam lift ada cctv, aku dan hyunmin akan ke atap,,menyusul karam, semoga saja kita bisa mengahalangi mereka, cepat jika kalian tak ingin kehilangan Hyunchul!” komando mika, dengan segera merekapun memencar menuju tujuan mereka masing masig.

“tunggu!” tiba tiba sebuah suara menghentikan langkah mereka, team rescue dan polisi dengan peralatan lengkap.

********

“ah akhirnya teman temanmu yang berisik keluar juga” sambil melepaskan lengannya yang dari tadi menahan leher karam dan mencampakka tubuh namja yang sudah lemas karena lehernya dicengkram begitu itu dengan kasar tanpa melepaskan arahan pistol kearahnya.

“sekarang kita menuju lantai paling atas jaejong oppa,,” ucapnya manis namun dengan tatapan menyeramkan. Karam tak membantah lagi, karena ia tau percuma saja menjelaskan bahwa ia bukanlah jaejong kepada yeoja yang kalap ini.

********

                Sesampainya diatap, cwe itu menghentikan langkahnya. Karam yang berjalan didepannya heran dan menoleh kebelakang.

“nah,,mulai dari sini kuminta kau untuk mengakhiri hidupmu sendiri untuk menebus semuanya..” ujarnya dengan tatapan datar

“eh?”

“naiklah kepagar pembatas itu dan lompatlah kebawah, aku akan memperhatikanmu dari sini” ujarnya lagi.

                Karam berjalan pelan menuju pagar pembatas gedung 47 lantai itu dengan pistol yang selalu siap menembaknya kapan saja. Sebenarnya ia bisa saja merebut pistol itu dari cewe tersebut, hanya saja ia merasa, pasti ada jalan yang lebih baik tanpa ada yang terluka.

“naiklah kepagar pembatas itu” perintahnya, karam mengikuti perkataan cewe itu, dan ketika ia melihat kebawah, ia tersenyum kecil.

“agassi,,kenapa kau ingin membunuhku?” tanyanya tiba tiba

“apa? Kau masih berani bertanya?”

“ kenapa kau ingin membunuh aku yang baru kau temui hari ini?” tanya karam lagi dengan volume yang lebih tinggi

“karena kau sudah mengkhianati ku kim jae jong! Kau adalah milikku!!! Tak ada satupun yang boleh memilikimu selain aku! Jika aku tak bisa mendapatkanmu maka lebih baik kau mati saja! Agar kau tak jadi milik siapa siapa!” teriak cewe itu histeris dengan air mata.

                Karam hanya diam. Sekarang ia berada diatas pagar pembatas yang kira kira berjarak 10 meter dari cewe itu yang masih menodongkan pistolnya.

“aku mengerti, tapi yang tak ku mengerti kenapa harus aku? Aku tak ada hubungannya dengan orang kau cari! Aku bukanlah orang yang kau cari! Aku park hyunchul bukan kim jaejong!”

“HAHAHAHA..” tawa cewe itu seperti setan

“apa tak boleh membunuh orang yang berwajah mirip dengannya? Cintaku padanya sudah terlalu besar sehingga aku tak berani menyakitinya seedikitpun, jadi biarkan aku membunuh semua orang yang berwajah sama dengannya untuk melepaskan rasa sakit hati ini!”

“apapun alasanmu untuk membunuh orang itu sama sekali tak benar agassi, dan kau tau? Didunia ini ada 7 orang yang berwajah sama, jika kau membunuhku sekarang, masih ada 6 manusia lagi yang berwajah seperti ini termasuk orang yang kau maksud!” cewe itu hanya diam mendengar perkataan karam barusan.

“apakah dengan mmembunuh kau akan berbahagia agassi? Erm,,siapa namamu?” tanya karam dengan senyum lemah seraya menoleh kebelakang tempat cewe itu berdiri.

“aku? Aku han sae kyung”

“saekyung-ssi, kau boleh menganggap seorang idol itu sempurna, tapi kau pun harus ingat mereka juga manusia sepertimu, seperti kita semua, mereka punya orang yang dicintai, keluarga, kehidupan pribadi, mereka punya waktu dimana tak bisa tersenyum sama sekali, waktu dimana mereka ingin sendirian, walaupun bgitu mereka, kami, berusaha terlihat sempurna didepan para fans dan selalu tersenyum, kau harus mengerti itu” urai karam panjang

Cewe itu terdiam, dan karam melanjutkan perkataannya. “jika ia sudah menemukan orang yang dicintainya, maka berbahagialah untuknya, jangan seperti ini, kau malahingin membunuhku yang sama sekali tak memiliki keterlibatan akan semua itu..”

“diaaaaam!!” teriak cewe itu sambil menutup kedua telinga denga telapak tangannya. Karam mentap cewe itu sendu. Kasian sekali anak itu, sepertinya beban hidupnya sangat berat, ia seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak, segera.

                Ia menolehkan pandangannya ke bawah dan menghela nafas. “ baiklah kalau itu yang kau inginkan, aku akan melompat” ujarnya tiba tiba

“semoga berbahagia nona saekyung” ujarnya dengan senyum dan terjun kebawah.

                Untuk beberapa detik cewe itu terdiam menyaksikan karam yang melompat dari ketinggian ini, pistolnyapun jatuh dari genggaman.

“jae,,h,,HYUNCHUL-ssi!!!!!” teriaknya kemudian dan berlari menuju pagar pembatas tempat karam melompat tadi. Ia melayangkan pandangannya kebawah, disana sudah ada karam, dibawah sana sudah ada karam.

                Ia mendarat disebuah balon besar yang sudah disiapkan oleh rescue team. Lututnya terasa lemah sehingga tak mampu lagi menahan tubuhnya lagi dan tertunduk lemas. Tiba tiba ada yang mengenggam lengannya kemudian memborgol tangannya dengan cepat.

“menyerahlah nona, hentikan lah permainan yang berbahaya ini, dan kau harus mempertanggung jawabkan kekacauan yang sudah kau timbulkan” ucap polisi itu. saekyung Cuma bisa menyerah, ia tak punya tenaga lagi untuk melawan dan iapun digiring poilisi. Sekilas ia melihat hyunmin dan mika yang juga ada disana menatapnya dengan penuh amarah.

*******

                Walaupun mendarat dengan selamat, karam masih belum membuka matanya. Para dokter berkata penyebabnya adalah dikarenakan shock jatuh dari ketiggian segitu. Mereka sangat bersyukur  karam masih hidup sampai sekarang. Para member hening, tenggelam dalam pikirannya masih masing seraya menatap karam yang terbaring diranjang rumah sakit.

                Perlahan lahan jari jari karam bergerak. “hyung!” sorak jay seraya menunjuk jari jari tangan kiri karam yang bergerak, sehingga semua mata tertuju kesana.

“apa yang kalian lakukan?” tanya karam yang sudah sadar

“karam-ah!”

“hyung!”

“kau sudah sadar?” tanya mereka serempak, karampun terkekeh dan mengangguk pelan. Mereka semua tersenyum lega dan berhambur memeluk karam.

“kau tak apa apa?” tanya mika

“gwenchana,,aku hanya kaget” jawabnya

“ya, kau sangat hebat dapat mengulur waktu sampai tim rescue benar benar siap” puji hyunmin, karam tersenyum kecil.

“apa saja yang kau bicarakana dengan agassi itu hyung?” tanya injun yang selalu penasaran pada hal hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

“yah,,aku hanya mengatakan apa yang inginku katakan” jawabnya sambil menatap jay yang ternyata tak ikut adegan teletubbies mereka.

“kau kenapa?” tanya karam, jay tertunduk.

“ aku,,aku kira,,aku akan kehilangan hyung untuk selamanya..” ujarnya dengan air mata yang sepertinya dari tadi ditahannya

“ya! Jihwan-ah! Kau menangis? Walaupu perlahan lahan kau sudah tumbuh dewasa tapi kau tetap saja seorang maknae ya~” ledek injun, padahal tadi ia juga menangis.

“ya!” bela karam, “ kemarilah,,hyung-mu ini belum pergi kok..aku masih belum ingin meninggalkan kalian” ujarnya sambil tersenyum selebar yang ia bisa untuk membuntikan bahwa sekarang ia baik baik saja. Jay terdiam dan kemudian langsung berhambur kepelukan mereka.

“terimakasih sudah mengkhawatirkan dan menyelamatkanku member, saranghae~” ujar karam yang akhirnya juga menitikkan air mata.

**********
BREAKING NEWS
                Kemarin gedung stasiun televisi CBS dikejutkan dengan adanya penyanderaan dan rencana pembunuhan member group Dae Guk Nam Ah. Penculik seorang gadis, bernama han sae kyung(24). Ia adalah seorang penggemar fanatik jaejong yang kecewa karena baru baru ini jaejong mengumumkan rencananya untuk menikah.
                Awalnya ia menyandera semua member DGNA yang saat itu tengah berada di dalam  lift gedung CBS untuk syuting Cinkingayo. Penyandera menggunakan pistol untuk meyandera para member, dan akhirnya memebebaskan 4 member yang lain mika(21), hyunmin(20), injun(19), jay(17), kecuali karam (20), karena ia karam lah yang menjadi targetnya.
                Beruntung team rescue cepat bergerak karena melihat semuanya dari CCTV yang terpasang pada lift. Karam melompat dari lantai 47 dengan selamat karena adanya balon yang sudah dipersiapkan oleh team rescue. Ia hanya pingsan karena shock.Karena adanya peristiwa penculikan ini, kegiatan penyiaran cinkigayo hari ini dibatalkan.

-END 13122011-

nah,,gimana gimana?
menurut kalian genrenya apaan sih?kekekeke
nah aku tunggu komennya yaaah ^_______^
alasanku nge-share FF biar tau pendapat orang tentang FF-ku biar bisa lebih baik lagi kedepannya^^

PS : DGNA's n Cassie aku tak punya maksud apa apa bilang karam "mirip" sama jaejong, cuma sebatas bahan cerita aja kok ^__^v

komen yah? komen ya? komeeeeen!!!*maksa*tendang panda

Gamsa! udah nyempatin baca FF gaje panda ini:)




FF oneshoot SECOND TRY

Sabtu, 19 November 2011

Halooooo~~~~~ setelah sekian lama hiatus akhirnya saya nge-post juga dan bikin FF*yeeeee
Ini After story FF aku yang sebelumnya, yang PRECIOUS MATE itu loh,,inget ngga?*hening
kalau ngga ingat silakan di check^^hohoho

Nah, ini ceritanya si injun setelah hatinya patah remuk redam oleh jiyeon sahabatnya sendiri
kan kesian juga si injun ngga dikasi pasangan yah?
nah nah nah... gimana ya ceritanyaa
check this guys!!!


DONT COPY
DONT BE A SILENT READERS

ps : kesamaan nama tokoh, tempat, situasi dan lain lain tidak memiliki unsur kesengajaan karena semuanya murni dari alam bawah sadar alias hayalan author sendiri, gamsa:)




Title : Second Try

Author : Haslin Panda

Cast

Lee in jun

Nanami abe

Kim hye mi

Park ji yeon

Woo hyunmin

Other cast


*******

Suasana bus sekarang kasak kusuk, pak guru terlihat sangat panik sesekali melihat jam dan sesekali meihat kearah gerbang. Menurutku wajar saja pak guru panik begitu, bis pertama dan kedua sudah berangkat 10 menit yang lalu. Sedangkan bis kami masih saja terparkir dihalaman sekolah.

Yah, karena ada seorang murid yang mengaku kesiangan, jadi untuk bus ketiga yang kunaiki ini terpaksa harus menunggu kedatangan anak itu.

“siapa yang telat sih...” gumamku kesal

“nana tidak tau siapa yang telat?” ujar hyemi dari belakang.

“memang siapa” tanyaku seraya menoleh kebelakang

“nanti juga kau akan tau..” katanya sambil tersenyum usil

“ya! Kenapa begitu,,lagipula kenapa kau biarkan aku duduk sendiri disini?” seruku

“nana-ah..biarkan pas study tour ini aku bersama pacarku yang tampan ini!” ucap hyemi sambil menunjuk cowo yang sedang duduk disebelahnya. Aku hanya memanyunkan bibirku dan mengarahkan pandangan kejendela mobil.

Dari kejauhan aku melihat seseorang yang berlari ke arah bus. Ia melambai lambaikan tangannya. Semua siswa yang diatas bus mengalihkan pandangan mereka ke arah jendela. Akhirnya orang yang telah menunda keberangkatan kami datang juga. Dan dia adalah LEE IN JOON??!.

(TRANS) DGNA_ CALLING YOU LYRICS

Sabtu, 05 November 2011

Calling You

Calling you
Calling you
꿈에서 눈을 뜨면
kkumeseo nuneul tteumyeon
가장 먼저 너에게 Calling you
gajang meonjeo neoege Calling you
Calling you
Calling you
천사처럼 착한 내 사랑
cheonsacheoreom chakhan nae sarang
내가 지켜줄게요
naega jikyeojulgeyo
키스 같은 너의 목소리
kiseu gateun neoui moksori
눈을 감고 들어요
nuneul gamgo deureoyo
잠시 슬펐던 우리 사랑은jamsi seulpeotdeon uri sarangeun
이제 없을 거에
ije eobseul geoeyo
사랑해요
saranghaeyo
슬퍼 말아요
seulpeo marayo
아름다운 두 눈에
areumdaun du nune
눈물 흘리지 마요
nunmul heulliji mayo
사랑해요
saranghaeyo
떠나지 마 가지마
tteonaji ma gajima
영원히 나를 믿어줘 너의 곁을 모두다
yeongwonhi nareul mideojwo neoui gyeoteul moduda
떠나고 혼자 남아도
tteonago honja namado
나는 너를 사랑해
naneun neoreul saranghae
산소 같은 너의 눈빛을 바라보고 있어요
sanso gateun neoui nunbicheul barabogo isseoyo
잠시 아팠던 우리 사랑은 이제 없을 거에요
jamsi apatdeon uri sarangeun ije eobseul geoeyo
사랑해요
saranghaeyo
슬퍼 말아요
seulpeo marayo
아름다운 두 눈에
areumdaun du nune
눈물 흘리지 마요
nunmul heulliji mayo
사랑해요
saranghaeyo
떠나지마 가지마
tteonajima gajima
영원히 나를 믿어줘 너의 곁을 모두다
yeongwonhi nareul mideojwo neoui gyeoteul moduda
떠나고 혼자 남아도
tteonago honja namado
나는 너를 사랑해
naneun neoreul saranghae
너를 생각하면 너도 나를 생각하죠 우린 언제나
neoreul saenggakhamyeon neodo nareul saenggakhajyo urin eonjena
모든걸 같이 느낄래요
modeungeol gachi neukkillaeyo
사랑하니까
saranghanikka
미안해요 슬퍼 말아요
mianhaeyo seulpeo marayo
네 곁에 내가 갈게요
ne gyeote naega galgeyo
혼자 두지 않을게요
honja duji anheulgeyo
사랑해요
saranghaeyo
떠나지마 가지마
tteonajima gajima
영원히 나를 믿어줘 너의 곁을 모두다
yeongwonhi nareul mideojwo neoui gyeoteul moduda
떠나고 혼자 남아도 나는 너를 사랑해
tteonago honja namado naneun neoreul saranghae
Calling you

Calling you – Translation
Karam:
Calling you
When I open my eyes in my dream
I am first calling you
Calling you
I will protect our kind love
similar to an angel
Injun:
I am listening to your voice
similar to a kiss
Our love, which was sad for a moment
won’t exist anymore
Mika:
I love you, don’t be sad
Don’t let your tears of your beautiful eyes drop
Hyunmin:
I love you
Don’t leave me, don’t go
Believe me for always
With everything you have
Karam:
Even if you leave me and I’ll stay alone
I will love you

Jay:
I keep looking to your eyes
such as an oxygen
Our love, which was painful for a moment
won’t exist anymore
Hyunmin:
I love you, Don’t be sad
Don’t let your tears of your beautiful eyes drop
Mika:
I love you
Don’t leave me, don’t go
Believe me for always
With everything you have
Karam:
Even if you leave me and I’ll stay alone
I will love you

Jay:
You think of me too
when I’m thinking of you
Injun:
We do always
Karam:
I want to feel everything together with you
Because I love you
Mika:
I’m sorry, don’t be sad
I will go next to you
I won’t let you alone
Hyunmin:
I love you
Don’t leave me, don’t go
Believe me for always
With everything you have
Karam:
Even if you leave me and I stay alone
I will love you

Calling you

HaslinPanda

Credits: Jiyoung @ StardustBoss
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS

(TRANS) DGNA- LADY LYRICS



바쁘단 핑계로 너를 멀리했어
bappeudan pinggyero neoreul meollihaesseo
핸드폰을 끄고 친구를 만났어
haendeuponeul kkeugo chingureul mannasseo
오늘 네 생일도 난 챙기지 못하고 baby
oneul ne saengildo nan chaenggiji motago baby
얼마나 네가 소중한 줄 모르고
eolmana nega sojunghan jul moreugo
Sorry


Sorry
바람피지 않을게
barampiji anheulge
Sorry
Sorry
술도 이제 끊을게
suldo ije kkeunheulge
Sorry
Sorry
너밖에 나는 없어 나를 떠나지마
neobakke naneun eobseo nareul tteonajima
You are my lady
You are my lady
나만의 lady
namanui lady
앞으로도 오래 더 오래 내 곁에 살아줘
apeurodo orae deo orae nae gyeote sarajwo
너 없인 안돼
neo eobsin andwae
죽어도 안돼
jugeodo andwae
눈물만 또 흘러 또 흘러 아무것도 못해
nunmulman tto heulleo tto heulleo amugeotdo motae
그러니까 제발 떠나지마
geureonikka jebal tteonajima
Sorry
Sorry
거짓말도 안 할게
geojitmaldo an halge
Sorry
Sorry
전화도 꼭 받을게
jeonhwado kkok badeulge
Sorry
Sorry
혼자 두지 않을게
honja duji anheulge
너는 내꺼니까
neoneun naekkeonikka
You are my lady
You are my lady
나만의 lady
namanui lady
앞으로도 오래 더 오래 내 곁에 살아줘
apeurodo orae deo orae nae gyeote sarajwo
너 없인 안돼
neo eobsin andwae
죽어도 안돼
jugeodo andwae
눈물만 또 흘러 또 흘러 아무것도 못해
nunmulman tto heulleo tto heulleo amugeotdo motae
그러니까 제발 떠나지마
geureonikka jebal tteonajima
네가 원한 건 다 고칠게
nega wonhan geon da gochilge
네가 싫은 건 어떻게든 다 바꿀게
nega sirheun geon eotteokedeun da bakkulge
무슨 말이든 좋아 나를 욕해도 좋아 떠나지마
museun marideun joha nareul yokhaedo joha tteonajima
You are my lady
You are my lady
You are my lady
You are my lady
영원한 lady
yeongwonhan lady
너를 위해 살래 난 살래 너 없인 못 살아
neoreul wihae sallae nan sallae neo eobsin mot sara
앞으로 오래
apeuro orae
끝까지 오래
kkeutkkaji orae
헤어지지 않게 꼭 오래 함께하기로 해 같이 있기로 해
heeojiji anke kkok orae hamkkehagiro hae gachi itgiro hae
그러니까 나를 떠나지마
geureonikka nareul tteonajima
…

Lady Translation

Jay:
I was distanced of you
as my excuse that I was busy
Injun:
I hung up the phone and met my friends
Karam:
I even don’t care for your bithtday today baby
I didn’t notice how precious you are

Mika:
Sorry
I won’t cheat on you
Hyunmin:
Sorry
I will stop drinking
Injun:
Sorry
You’re my only one
please don’t leave me

You are my Lady
my only Lady
Karam:
Please live by my side for a long time
for a longer time
All:
Without you, I can’t
Even though I die, I can’t
Mika:
My tears drop again and again
I can’t do anything
Injun:
So please don’t leave me

Mika:
Sorry
I won’t lie to you anymore
Hyunmin:
Sorry
I will always take your call
Karam:
Sorry
I won’t let you alone anymore
Because you are mine

You are my Lady
my only Lady
Injun:
Please live by my side for a long time
for a longer time
All:
Without you, I can’t
Even though I die, I can’t
Hyunmin:
My tears drop again and again
I can’t do anything
So please don’t leave me

Injun:
I will fix everything you want (fix everything)
I will change everything you don’t like (I will change)
Hyunmin:
No matter what you say, I like
Even though you insult me, I like
Don’t leave me
Yeah

You are my Lady…
You are my Lady
Permanent Lady
Karam:
I want to live for you, live for you
I can’t live without you
All:
For a long time from now on
Until the end from now on
Mika:
So that we don’t break off
for a long time
Let us do always together
Let us stay always together
Injun:
So please don’t leave me




HaslinPanda

Credits: Jiyoung @ StardustBoss
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS

(Indotrans) Dae Guk Nam Ah's Thanks to on Lady Album

Jumat, 04 November 2011

JAY


Akhirnya album single kami keluar.
Sebelum aku mengungkapkan mood-ku! Ada banyak orang yang bermunculan dipikiranku.
aku pikir President Kami di Open World Entertaiment , keluarga kami
dan juga orang tua kami yang selalu mendukung kita adalah alasan Album single 'Dae Guk Nam Ah" yang berharga dirilis sekali lagi.
Terima kasih banyak. Terima kasih kepada orang di sekitar juga.
Kami akan selalu bekerja keras dan menjadi grup yang selalu berkembang. Dae Guk Nam Ah fighting!!
Mika, Karam, Hyunmin, Injun aku mencintaimu ~! Aku juga mencintaimu para fans ~ ~!







MIKA

Pertama-tama, terima kasih kepada keluarga kami yang tercinta.
Dan presiden kita yang memimpin seperti hal-nya seorang ayah,
dan Open World Entertaiment kami!
Selalu terima kasih!
Aku akan menjadi Mika yang selalu bekerja keras dari Dae Guk Nam Ah.
Dan terima kasih, fans kami.




KARAM

Tuhan, Ayah, keluarga tercinta dan keluarga OpenWorld Ent,
Ayahnya Dae Guk Nam Ah Jang Woo Seok-presiden,
Aku selalu berterima kasih dan mencintai Anda.
Aku akan selalu mengagumi Jung Yun-ho, yang membuat saya memilih jalan saya sebagai penyanyi.
fans, terima kasih banyak. Kita akan menjadi Grup yang selalu berkembang Dae Guk Nam Ah.
Terima kasih.





HYUNMIN

Pertama-tama, terima kasih kepada keluarga yang melahirkan kami dan
selalu berdoa untuk kami. Dan terima kasih, kapten JangSeok-Woo presiden.
Seperti yang kalian ketahui , aku tidak bisa menulis semua di halaman yang singkat ini ㅠ
Terima kasih kepada semua orang yang mengetahui nama saya.Jangan sedih ㅠ ㅠ semuanya!
Saya akan menelepon Anda! Dan Para member!
aku merasa hidup dan nasibku untuk kalian! Aku mencintaimu! Aku juga mencintaimu penggemar!
terakhir , saya ingin berterima kasih pada yesus.





INJUN


Aku Sangat sangat berterima kasih kepada keluarga Tercinta kami,
keluarga OWENT kita dan Jang Seok-Woo presiden.
Terima kasih Youngmin Hyung untuk memberi kami lagu yang bagus.
Juga terima kasih, Yoon Myung-Sun sang komposer.
Kami akan selalu bekerja keras dan memberikan yang terbaik,
sehingga kita dapat membalas semua orang yang bekerja keras untuk kami.
Aku mencintai kalian semua. Fans, terima kasih dan aku mencintaimu.


Indotrans : Haslinpanda
Credits: LADY CD | felionaz@Thebossthai.wordpress.com | Jiyoung@stardustboss

(Screencap) MV Lady´s making of -- Taken by me